Unlimited PS Actions, graphics, videos & courses! Unlimited asset downloads! From $16.50/m
  1. Design & Illustration
  2. Drawing

Dasar-Dasar Anatomi Manusia: Wajah

by
Read Time:13 minsLanguages:
This post is part of a series called Learn How to Draw.
Geometric Design: Tenfold Star in a Rectangle
Don't Take It Personally: How to Make Critique Work for You
This post is part of a series called Human Anatomy Fundamentals.
Human Anatomy Fundamentals: Flexibility and Joint Limitations
Human Anatomy Fundamentals: Advanced Facial Features

Indonesian (Bahasa Indonesia) translation by Yosef Andreas (you can also view the original English article)

Final product imageFinal product imageFinal product image
What You'll Be Creating

Setelah menelusuri tubuh manusia, waktunya untuk mulai melihat lebih dekat mengenai detail-detailnya, dimulai dari wajah. Hal yang pertama kali dilihat mata, dalam kondisi apapun, adalah wajah manusia, dan ini berlaku juga pada seni: seorang pengamat akan pertama kali melihat wajah karaktermu. Dengan menguasai wajah, khususnya menggambar wajah dengan ekspresi hidup, merupakan usaha yang cukup layak.

Di dalam tutorial ini kita mempelajari dasar - dasar wajah – proporsi, fitur dan foreshortening, dan kita akan mendalami detail variasi wajah pada sesi berikutnya.

1. Proporsi Wajah

Wajah Tampak Depan:

Tengkorak merupakan bulatan yang agak pepat, pada posisi rahang sehingga ketika tampak dari depan seperti bentuk sebuah telur, dengan bagian runcing menghadap ke bawah. Dua garis tengah tegak lurus memotong telur menjadi empat bagian. Untuk meletakkan fitur:

  • Beri tanda titik tengah pada separuh kiri dan kanan: Mata berada di garis tengah, pada titik tengah ini.
  • Bagi separuh bawah menjadi lima: Bagian bawah hidung berada dua titik di bawah garis tengah. Celah mulut berada tiga titik di bawah garis tengah, hanya satu titik di bawah hidung.
  • Bagi separuh atas menjadi empat: Garis rambut (ketika tidak menyurut) berada dua hingga tiga titik di atas garis tengah. Telinga diposisikan di antara kelopak mata atas dan ujung hidung, namun ini hanya ketika wajah setara. Melihat ke atas atau ke bawah mengubah posisi nyata telinga (lihat Foreshortening).

Akan membantu untuk diketahui bawah lebar wajah umumnya lima kali mata atau sedikir lebih kecil. Jarak antara mata setara dengan satu mata. Bukan hal yang tidak biasa bagi orang memiliki mata yang lebih menjauh atau mendekat, namun kita menyadarinya ketika itu terjadi (mata yang melebar memberikan kesan polos seperti anak-anak, sementara mata tertutup menunjukkan ketidakpercayaan untuk alasan tertentu). Jarak antata bibir bawah dan dagu juga sepanjang satu mata.

Pengukuran lainnya adalah panjang jari telunjuk di atas jempol. Di dalam diagram di bawah, semua jarak ditandai serupa pada panjang ini: tinggi telinga, garis rambut hingga kening, kening ke hidung, hidung ke dagu, dan pupil ke pupil.

Wajah Tampak Samping:

Dari samping, kepala masih berbentuk seperti sebuah telur, namun mengarah menuju sudut. Garis tengah sekarang membagi kepala menjadi bagian depan (wajah) dan belakang (tengkorak).

Pada tengkorak:

  • Telinga berada persis di belakang garis tengah. Dalam ukuran dan posisi vertikal, itu tetap muat di antara kelopak atas dan bagian bawah hidung.
  • Kedalaman tengkorak bervariasi antara dua garis bertitik yang ditunjukkan dalam langkah 4.

Pada wajah:

  • Fitur diletakkan dengan cara yang sama seperti di atas.
  • Lubang di bagian bawah hidung bertepatan dengan garis tengah atau sedikit di atasnya.
  • Titik paling menonjol pada kening adalah 1 titik di atas dari garis tengah.

2. Fitur

Mata dan Alis

Mata pada dasarnya adalah dua lengkungan yang membentuk sebuah bentuk almond. Tidak ada aturan khusus di sini karena bentuk mata bisa sangat banyak jenisnya, namun kita bisa menemukan kecendrungan berikut:

  • Sudut terluar mata bisa lebih tinggi dari bagian dalam, namun tidak sebaliknya.
  • Jika mata dibandingkan dengan almond, bagian yang lebih bulat akan mengarah ke sudut dalam, dengan bagian runcing berada di sudut luar.

Detail Mata

  • Saat istirahat, iris tersembunyi sebagian di balik kelopak atas. Itu hanya memotong bibir bawah jika melihat ke bawah, atau jika mata menyempit sehingga bibir bawah naik.
  • Bulu mata mengarah ke luar dan lebih pendek pada kelopak bawah (nyatanya tidak harus selalu menggambar ini).
  • Apakah untuk menunjukkan oval kecil dari kelenjar air mata pada sudut dalam, dan ketebalan kelopak bawah, adalah keputusan pribadi yang tergantung pada gaya masing-masing, karena terlalu banyak detail tidak selalu tampak bagus; detail hendaklah menurun dengan skala gambar.
  • Hal yang sama berlaku dengan lipatan kelopak mata, yang sebagai tambahan menyumbang ekspresi dan bisa membuat mata kurang waspada. Saya menemukan bahwa ketika gambar terlalu bergaya, atau terlalu kecil dimana lipatan tidak bisa dicantumkan tanpa mengubah ekspresi, paling baik untuk mengabaikannya.

Dalam tampak samping, mata mengambil bentuk sebuah mata panah (dengan sisi cekung atau cembung yang beragam), dengan sedikit petunjuk pada kelopak atas dan mungkin juga kelopak bawah. Dalam kehidupan nyata kamu tidak akan melihat iris dari samping, kamu hanya akan melihat bagian putih mata. Ketika saya melakukan itu di dalam karya saya, saya menerima begitu banyak komentar "ini tampak sangat aneh" dari para pembaca sehingga saya harus mulai mencantumkan paling tidak petunjuk iris.

Sementara untuk alis mata, cara paling sederhana untuk menggambarnya pada posisi santai adalah membuatnya mengikuti lengkungan kelopak atas. Kebanyakan badan alis mengarah ke dalam, dengan ekor luar sedikit atau jauh lebih pendek.

Dalam tampak samping, itu mengubah bentuk sepenuhnya dan menjadi seperti koma. Koma tampak seperti menjadi kelanjutan bulu mata sebelum mengeriting kembali ke arah itu sendiri dan di atas mata – terkadang itu tampak terhubung dengan bulu mata, sehingga kamu bisa menggambar di dalam sebuah kurva tunggal garis atas mata yang mengeriting balik untuk menjadi alis mata.

Hidung

Hidung tampak seperti pasak kasar, sebuah bentuk yang lebih mudah untuk dibayangkan dan digambarkan dalam 3D sebelum membuat detailnya.

Jembatan dan bagian samping hidung merupakan permukaan yang datar yang mungkin tersirat di dalam gambar akhir, walaupun penting untuk meletakkannya di dalam sketsa pembentuk sehingga bagian detail hidung diletakkan dan berukuran benar. Ini adalah bagian datar bawah dari pasak kita, sebuah segitiga terpancung yang menghubungkan sayap dan ujung hidung. Sayap mengeriting ke dalam menuju sekat, yang membentuk lubang hidung – perhatikan tampilan dasar di bawah bagaimana garis-garis yang membentuk sisi sekat berada di depan dan dimulai dari wajah, bukan sebaliknya. Sekat menjorok ke bawah lebih rendah dari sayap ketika dilihat dari depan, yang juga berarti bahwa dalam pandangan 3/4, lubang hidung lebih tersembunyi olehnya pada bermacam variasi.

Bagian tersulit mengenai hidung mungkin berupa penentuan garis yang harus digambar atau diabaikan untuk hasil yang tampak bagus! Kamu tidak selalu ingin sayap digambar utuh, karena mereka berada di samping atas hidung. Dengan cara serupa, bagian depan hidung di sini menunjukkan semua empat garis dari jembatan hidung dan tempat itu terhubung dengan wajah, namun kebanyakan itu tampak lebih baik jika kamu hanya menggambar bagian bawah, sayap/lubang hidung/sekat (sembunyikan garis dengan jari-jarimu untuk melihat). Namun jika hidung berada dalam pandangan 3/4, itu menjadi hampir esensial untuk menggambar garis lanjutan dari jembatan. Itu memerlukan banyak pengamatan dan uji coba untuk mendapatkan "hidung khas" milik seseorang, dan ini sama seperti fitur sulit lainnya, saya merasa sangat berguna untuk melihat karya seniman komik, dengan mengamati hidung mereka sangat dekat, untuk melihat keputusan apa yang telah mereka buat untuk diri mereka sendiri. Kita akan melihat ini lagi pada sesi berikutnya ketika kita membahas keragaman fitur secara lebih detail.

Bibir

Catatan mengenai mulut dan bibir:

  • Celah mulut hendaklah digambar pertama kali karena itu merupakan bagian terpanjang dan terdalam dari garis paralel yang membentuk mulut. Itu bukanlah sebuah lengkungan sederhana namun sekelompok lengkungan halus. Di dalam gambar di bawah, kamu bisa melihat contoh berlebihan dalam membuat gerakan garis mulut tampak jelas; perhatikan bagaimana mereka memantulkan garis bibir atas. Mereka bisa dilembutkan dalam berbagai cara, tukikan tengah bisa menjadi sangat sempit untuk tampilan yang meruncing, atau begitu lebar sehingga kehadirannya dilemahkan – namun itu bisa dibalikkan ketika bibir bawah tebal, dan itu membuat sedikit cibiran yang alami. Jika mendapatkan simetri di dalam garis ini menyulitkan, coba memulai dari pusat dan gambar itu dengan satu arah, kemudian kembali dan lakukan sisi lainnya.
  • Dua puncak pada bibir atas jauh lebih jelas, namun mereka bisa juga dilembutkan menjadi lengkungan yang lebar, bahkan begitu lembut hingga mereka memadu menjadi sebuah bibir "tanpa puncak".
  • Sedangkan bibir bawah selalu berupa sebuah lengkungan mulus, namun itu bisa beragam mulai dari hampir rata hingga membulat. Selalu bagus untuk menandai bibir bawah, bahkan dengan sebuah garis.
  • Bibir atas hampir selalu lebih tipis dari bibir bawah, dan lebih sedikit menempel pada wajah dibandingkan bibir bawah. Jika digambarkan garis tepinya, itu hendaklah selalu dibuat lebih tipis dibandingkan bibir bawah, karena garis tepi bibir bawah diperjelas dengan bayangannya (setipis itu!)
  • Dari samping, bibir memiliki bentuk mata panah dan tonjolan dari bibir atas menjadi tampak jelas. Begitu juga kontras antara bentuk samping dari dua bibir: lebih rata dan diagonal untuk bagian atas, lebih bulat untuk bagian bawah.
  • Celah mulut, dari bagian samping, condong ke bawah dari bibir. Bahkan jika seseorang tersenyum, itu condong (atau melengkung) ke bawah sebelum naik kembali ke arah sudut. Jangan pernah mencondongkan mulut langsung ke atas pada tampak samping.

Telinga

Bagian terpenting dari telinga, agar itu tampak benar, adalah bentuk C panjang dari garis luar dan U terbalik di dalam yang menandai pinggiran dari telinga atas. Seringkali ada U yang lebih kecil persis di atas cuping (rasakan itu dengan jarimu), terhubung dengan C yang lebih kecil. Efek umumnya adalah konsentris di sekitar lubang telinga (bukan sebagai aturan terlihat) dan sangat beragam untuk tiap individu. Itu bisa dibuat bergaya – sebagai contoh telinga umum di bawah, tampak seperti simbol @ yang diregangkan.

Ketika wajah dilihat dari depan, telinga berada dalam tampak samping:

  • Bagian tepi yang sebelumnya ditandai dengan U terbalik sekarang tampak sebagai unit terpisah – terjadi seperti ketika kamu melihat pinggan dari samping dan tiba-tiba melihat sisi bawahnya menjadi tampak di depan bagian dalam.
  • Cuping juga bisa tampak hampir seperti tetesan, lebih berbeda dari telinga sebagai keseluruhan.
  • Seberapa tipis telinga dari sudut ini tergantung pada seberapa dekat itu diatur pada kepala, dan itu berbeda untuk tiap individu. Namun, itu selalu sedikit miring ke depan, karena itu adalah arah kita mendengar.

Dari belakang, telinga tampak terlepas dari kepala: sebuah tepi yang menempel ke kepala dengan sebuah corong. Jangan malu mengenai ukuran corong, itu perlu memiringkan telinga ke depan! Itu lebih penting daripada pinggiran dari sudut ini.

Foreshortening

Pada dasarnya sebuah bola dimana fitur-fitur dipetakan pada garis kontur, kepala lebih mudah diprediksi dari yang mungkin dibayangkan. Namun, jauh lebih penting untuk mengamati itu dari berbagai sudut dalam kehidupan nyata untuk menjadi terbiasa dengan cara fitur menonjol keluar dan tenggelam ke dalam, menimpa satu sama lain dalam cara yang terkadang tidak terduga. Hidung tentu saja menonjol, namun begitu juga kening, tulang pipi, bagian tengah mulut dan dagu, sementara kantung mata dan bagian samping mulut merupakan penurunan dari permukaan bola.

Ketika kita menggambar wajah secara langsung dan dalam tampak samping di atas, kita menyederhanakan itu menjadi sebuah permukaan rata 2 dimensi dimana garis acuan kita lurus. Untuk sudut lainnya, kita perlu mengubah cara berpikir menjadi 3 dimensi dan menjadi sadar bahwa bentuk telur ini pada kenyataannya benar-benar seperti telur, dan garis-garis yang kita gunakan sebelumnya untuk menentukan lokasi fitur melengkung mengelilingi itu seperti garis equator dan garis lintang pada globe: sifat melingkarnya tampak ketika telur dimiringkan. Maka penempatan fitur hanyalah masalah menggambar garis tengah bersilang pada sudut yang diinginkan – sekarang ketiganya sekaligus. Kemudian kita bisa membagi separuh atas dan bawah seperti sebelumnya, membuat potongan dalam telur, dengan mengingat bahwa potongan terdekat dengan kita akan tampak lebih tebal. Prosesnya sama seperti menggambar wajah yang melihat ke bawah atau ke atas.

Melihat Ke Bawah

  • Semua fitur melengkung ke atas dan telinga bergerak ke atas.
  • Karena hidung timbul keluar, itu menutupi garis (lihat gambar) dan ujungnya tampak lebih dekat ke mulut – jika wajah menoleh agak ke bawah, hidung akan tampak melampaui mulut. Dilihat dari sudut ini, hidung tidak menampilkan detail sama sekali, hanya pengganjal dengan petunjuk sayap.
  • Lengkungan alis merata, walaupun itu memerlukan sudut pandang ekstrim untuk membuatnya melengkung pada cara lainnya.
  • Pada mata, kelopak atas menjadi jauh lebih menonjol dan dengan cepat mengubah kurva biasa untuk menutupi bulatan mata.
  • Bibir atas hampir menghilang dan bibir bawah tampak lebih besar.
  • Perhatikan bahwa karena mulut mengikuti lengkungan umum, itu tampak seolah tersenyum, jadi perbaikan realitas mungkin diperlukan untuk menyesuaikan ekspresi (jika ingin).

Melihat Ke Atas

  • Semua fitur melengkung ke bawah, sehingga telinga ikut bergerak ke bawah.
  • Bibir atas menampilkan permukaan utuhnya yang pada normalnya tidak menghadap pengamat. Sekarang mulut tampak sedang cemberut!
  • Alis mendapatkan lebih banyak lengkungan, namun kelopak bawah melengkung ke bawah, yang menghasilkan efek mata menyipit.
  • Bagian bawah hidung ditampilkan secara jelas dengan kedua lubang hidung terlihat jelas sekali.

Menoleh Ke Samping

  1. Ketika seseorang terlihat hampir dari belakang, yang tampak hanyalah titik menonjol dari dahi dan tulang pipi. Garis leher menimpa dagu dan mengarah ke telinga. Bulu mata akan muncul saat wajah menoleh.
  2. Kemudian bagian dari alis muncul, dan tonjolan kelopak mata bawah saat ujung hidung muncul dari balik kurva pipi.
  3. Dalam posisi hampir tampak samping, bola mata dan bibir muncul (namun celah mulut masih sangat kecil), dan garis leher bergabung dengan garis dagu menjadi satu kurva. Kamu tetap dapat melihat bagian lengkungan pipi yang menyembunyikan lubang hidung.

Waktu Berlatih

Terapkan metode sketsa cepat yang sama yang telah dipraktekkan untuk badan (lihat Belajar Melihat dan Menggambar Energi) pada wajah, yang secara kasar menangkap kesan wajah yang kamu amati di sekitarmu di sebuah kedai kopi atau di jalanan.

Jangan khawatir mengenai detail fitur atau melakukannya dengan benar, cukup lakukan saja sesering mungkin dari banyak sudut sehingga mereka memasuki sistemmu.

Jika kamu kesulitan dengan membayangkan dan menggambar "telur" 3D, ambil telur yang sebenarnya (kamu mungkin ingin merebusnya terlebih dahulu, untuk jaga-jaga!) Gambarkan tiga garis tengah bergerak mengelilingi itu, kemudian tambahkan pembagi lainnya sehingga mereka juga mengelilingi. Amati dan buat sketsa telur dari berbagai sudut dengan garis konturnya; ini adalah cara bagus untuk mendapatkan perasaan bagaimana garis-garis dan jarak bertingkah dalam sudut pandang. Lalu kamu bisa meletakkan fitur-fitur pada masing-masing tanda, dan mengamati bagaimana mereka bergerak saat telur diputar.









One subscription.
Unlimited Downloads.
Get unlimited downloads