Birthday Sale! Up to 40% off unlimited courses & creative assets Birthday Sale! Save up to 40%!
Advertisement
  1. Design & Illustration
  2. Drawing Theory
Design

Terapi Seni: Cara Menggambar Komik Stick-Figure

by
Difficulty:BeginnerLength:LongLanguages:
This post is part of a series called Art Therapy.
Art Therapy: How to Draw a Mandala
Art Therapy: Paint What You Feel

Indonesian (Bahasa Indonesia) translation by Irsyad Rafsadie (you can also view the original English article)

Final product image
What You'll Be Creating

Orang umumnya kreatif dalam satu dan lain hal. Meski tak semuanya jadi seniman atau penulis, bukan berarti kita tak bisa menyusun cerita di benak kita. Kita biasanya hanya kurang percaya diri untuk memperlihatkannya ke orang lain, atau bahkan sekadar menuliskannya untuk kita sendiri. Kita merasa karya kita memalukan, kurang bagus, tidak ada apa-apanya dibanding karya orang lain.

Tapi menyusun cerita, seburuk apa pun itu, bisa sangat menyenangkan! Kita tak akan bisa menjajaki seluruh potensinya kecuali kita membiarkannya mengalir. Tokoh-tokoh cerita menjadi hidup seiring cerita bergulir, membuatmu terus mengembangkannya. Dunia baru muncul di depanmu, penuh dengan sosok unik dengan segala harapan dan persoalannya. Semua itu tidak akan ada tanpamu, dan itu membuatmu merasa sangat berdaya.

Saya percaya semua orang bisa membuat ceritanya sendiri. Menulis memang sulit, tapi ada media yang bisa lebih visual dan intuitif: komik. Dan kamu tak mesti jago menggambar untuk membuatnya.

Tutorial ini adalah bagian dari serial Terapi Seni. Serial ini memandumu untuk menggunakan seni untuk relaksasi dan bersenang-senang tanpa harus terlalu membebani dirimu.

Yang Akan Kamu Perlukan

Kamu dapat menggunakan berbagai alat yang ada di sekitarmu, tapi saya menyarankan alat-alat berikut:

  • beberapa lembar kertas
  • pensil
  • bolpoin/pena gambar (ink liner/fineliner)
  • pena penanda berwarna (felt-tip markers)
  • penggaris panjang
  • penghapus

Mengapa Semua Orang Bisa Membuat Komik

Dunia yang kita lihat penuh dengan hal-hal kecil, tapi kita jarang memerhatikannya. Akan lebih mudah untuk membayangkannya sebagai simbol: kilasan objek dari segi utamanya saja. Jadi kamu bisa menggambar manusia secara rinci dengan melukiskan setiap sudut wajahnya, setiap bayangan rambutnya, dan setiap tonjolan ototnya, tapi kamu juga bisa menggambarkannya dengan beberapa garis saja—dan dua-duanya akan dikenali sebagai gambar manusia.

Gambar yang pertama memang memerlukan keahlian khusus, dan karenanya lebih memukau. Tapi bukan berarti gambar garis itu "salah", "jelek", atau "kurang bagus". Gambar garis juga bagus untuk banyak alasan!

Lihat gambar-gambar manusia dari masa purba ini. Di sana tidak nampak ada anatomi manusia, apalagi keselarasan proporsi antar anggota tubuhnya. Tapi itu tak masalah. Tujuan "karya seni" di bawah ini adalah untuk menggambarkan adegan tertentu, dan tujuan tersebut terpenuhi. Bubuhan detail tambahan mungkin akan membuat gambar manusia itu jadi "lebih elok", tapi tak akan membuat adegannya jadi lebih baik.

petroglyph ancient human stick figure
Gambar garis berbentuk manusia yang dipahat di atas batu di Leo Petroglyph
cave drawing humans stick figures
Lukisan atas batu di Cave of Beasts

Dipuji atas kebolehanmu tentu menyenangkan, tapi itu jangan jadi tujuan dari karyamu. Seperti halnya kamu bisa bermain basket dengan kawan-kawan tanpa harus mencetak skor layaknya pemain profesional, kamu pun bisa menggambar tanpa harus menjadi mahir. Kamulah yang menentukan tujuan karya senimu: untuk menjadi seniman, untuk berbagi cerita, atau bersenang-senang saja.

Komik strip online adalah contoh paling baik dari penggunaan media ini untuk menyampaikan konsep yang jenaka. Dalam komik strip di bawah ini ada tiga karakter, beberapa objek, dan sejumlah latar, semuanya digambar dengan sangat simbolik. Karakternya bahkan tak punya mata! Tapi kita dapat dengan mudah menangkap konteks ceritanya dan mengabaikan ketiadaan segi-segi realistis tadi. Realisme tidak penting di sini, dan membuat karakternya jadi lebih realistis pun tak akan banyak berguna—malah akan mengalihkan perhatian dari pesan utamanya.

comic strip by xkcd
Komik stripnya xkcd

Keindahan simbol itu ada pada kesederhanaannya. Makin simpel, makin jelas. Itulah sebabnya ia, mestinya, mudah digambar. Coba berhenti sejenak, ambil pensil (atau alat lainnya yang ada di sekitarmu), dan buat coretan simbol untuk:

  • kucing
  • mobil
  • sendok
  • ponsel
  • pohon
how to draw symbols

Mudah kan? Jika kamu tak berusaha membuat gambarnya sebagus mungkin, dan lebih fokus membuatnya sesederhana mungkin, maka menggambar jadi jauh lebih mudah dan tak memberatkan. Betul, sketsa-sketsa di atas tidaklah "cantik" maupun "realistik", tapi memang bukan itu tujuannya, sehingga itu tak jadi cela. Sketsa-sketsa itu cukup baik untuk menunjukkan konsepnya, sehingga itu membuatnya jadi bagus.

Pembuatan Komik

Baiklah, kamu sudah tahu bahwa kamu bisa menggambar, tapi kamu masih ragu dengan satu hal lagi. Komik dibuat dengan cara tersendiri. Ada kisi-kisi, panel, gelembung kata, dan sebagainya... Bagaimana kamu bisa tahu cara membuat itu semua?

Sebenarnya kamu tak perlu tahu. Masing-masing punya fungsi tertentu dalam komik, tapi semuanya hanya alat, bukan tujuan. Kamu bisa menggunakannya jika dirasa cocok, jadikan komik lain sebagai inspirasi dan bukan sebagai templat. Coba lihat lagi komik stripnya xkcd—tidak ada gelembung kata, hanya "panah" simbolik mengarah ke sosok yang bicara, dan salah satu panelnya tak berbingkai. Tapi konsepnya dapat terpahami dengan baik.

Tidak ada kaidah "pembuatan komik" yang wajib kamu ikuti saat menggambar komik strip. Aturannya hanya satu: pesannya harus dapat dipahami pembaca. Sarana untuk mencapai tujuan ini sepenuhnya terserah kamu. 

Tentu ada solusi yang lebih baik dan lebih buruk ("asesoris" yang baik mesti terlihat jelas oleh pembaca), tetapi hal ini bisa kamu atasi seiring kamu menggarap karyamu.

basic construction of comic strip
Setiap panel menggambarkan penggalan momen dalam cerita, dan gelembung kata menunjukkan siapa mengatakan apa. Pada dasarnya itu saja yang perlu kamu tahu.

Bagaimana Merancang Cerita

Teorinya kamu sudah bisa mulai membuat komik sekarang juga, secara spontan, biarkan inspirasimu menuntunmu. Tapi, saya kira, batas tertentu diperlukan demi kreativitas—kamu perlu pijakan kokoh yang bisa kamu kembangkan. Kamu juga punya kesempatan untuk bereksperimen tanpa harus menjadi sempurna, sehingga kamu punya kebebasan kreatif sepenuhnya. Gunakan panduan ini sekehendakmu—ini bukanlah aturan yang kaku, tetapi hanya kiat-kiat untuk membantu.

Tentunya makin simpel cerita, makin simpel juga rancangan yang diperlukan. Jika kamu berencana menulis komik strip pendek dengan dua karakter saja yang berbicara, atau kamu tak suka membuat rencana, kamu bisa loncat ke bagian berikutnya.

Latar Dunia

Pertama, kamu perlu tahu lingkungan yang hendak kamu gunakan sebagai latar cerita. Ia boleh jadi lokasi yang mirip dengan tempatmu, di masa modern, tapi kamu tak mesti dibatasi pada latar yang nyata saja. Stockholm yang porak-poranda dan orang-orangnya sudah bermutasi menjadi berkekuatan super? Desa antah-berantah di abad pertengahan? Kota ajaib di atas awan? Segila apa pun itu, jika kamu suka dengan idenya, lakukan saja—siapa yang larang?

Kamu bisa menggambarkan duniamu dengan beberapa kalimat untuk melukiskan secara verbal lingkungannya dan mengilhami ide-ide ceritanya. Misalnya:

  • Kampus dengan asrama.
  • Asramanya konon berhantu.

Atau, jika kamu ingin ceritanya panjang dan pelik:

  • Dunia abad pertengahan, tetapi tidak bersejarah.
  • Desa antah-berantah (jaraknya lima hari berkuda dari kota terdekat).
  • Sekelompok kecil warganya sangat tradisional, konservatif, semua saling kenal.
  • Anak-anak tidak berpendidikan, mereka hanya diajari orang tuanya untuk bekerja di ladang.

Premis

Kamu tak harus menyusun keseluruhan ceritanya sekaligus, tetapi kamu perlu tahu "benih"nya, sesuatu yang bisa mengawali. Cara yang paling mudah adalah dengan membuat perubahan dalam dunia yang kamu gambarkan sebelumnya, sesuatu yang mendorong karakternya untuk bertindak. Ia boleh jadi peristiwa dramatis, atau sebuah penemuan, sesuatu yang terjadi setelah "...sampai pada suatu hari...".

Jadi, apa yang mungkin terjadi pada hari itu?

  • Monster-monster mulai berdatangan dari hutan.
  • Ayah tokoh utama meninggal, meninggalkan banyak utang.
  • Sebuah pesan datang dari dunia di balik awan.
  • Seorang siswa menghilang setelah masuk ke sebuah ruangan.

Jangan takut menggunakan klise; dia bisa populer karena satu alasan—dia bisa berdiri sendiri. Dan karena kamu tidak menulis untuk memukau orang, tapi untuk senang-senang, kamu tak perlu khawatir tidak orisinil.

Karakter

Karakter jelas adalah aspek yang paling menarik, tapi ia tetap adalah alat—untuk membuat cerita bergulir. Kamu bisa mulai dengan salah satu karakter dan membuatkan ceritanya, tapi biasanya lebih mudah jika sebaliknya.

Kamu perlu beberapa karakter:

  • Tokoh utama: kita melihat dunia dari sudut pandangnya (bisa lebih dari satu).
  • Tokoh sekunder: tokoh yang memengaruhi tindakan tokoh utama, yang membantumu membangun cerita.
  • Tokoh latar: mereka bisa digambarkan secara kolektif, misalnya para siswa, penduduk desa. Mereka mengisi dunia agar tak nampak terlalu kosong, tapi mereka tak banyak memengaruhi cerita.

Penjelasan ini memang agak menyederhanakan, tapi cukup sebagai awal untuk menulis tanpa harus terjebak dengan soal-soal teknis. Gambarkan tokoh-tokohmu dengan beberapa kata, jabarkan perannya dan hubungannya satu sama lain, jangan dulu tampangnya.

Dalam cerita tentang asrama berhantu, misalnya, daftarnya boleh jadi seperti ini:

  • Tokoh utama: mahasiswa baru, nakal, bertindak dulu berpikir belakangan.
  • Tokoh sekunder I: sahabat tokoh utama, rasional, stabil emosinya.
  • Tokoh sekunder II: teman sesama mahasiswa, gebetan tokoh utama.
  • Tokoh latar: orang tua, mahasiswa lain, dosen.

Bagaimana Merancang Gaya Komik

Ini adalah bagian yang paling menyenangkan, karena kamu bisa bermain-main menggambar tanpa harus mencapai tujuan tertentu. Kamu hanya perlu membuat sesuatu yang akan membantumu menyajikan cerita.

Kamu tak perlu risau membuat gaya sendiri—kamu sudah punya! Gaya menggambar, dalam pengertiannya yang paling dasar, adalah cara kamu menyederhanakan realitas. Kamu bisa membuat gayanya lebih unik dengan menggarapnya secara serius, tapi kamu perlu memerhatikan soal konsistensi—gaya harus dapat diulang, bukan sesekali saja.

Dasar

Kamu tak akan tahu kebolehanmu sampai kamu mencoba. Jadi cobalah! Buat sketsa beberapa contoh berikut:

  • orang
  • hewan
  • tanaman
  • benda mati
  • kendaraan
  • unsur-unsur latar

Jangan berhenti di sketsa pertama. Apa yang bisa kamu ubah agar objeknya lebih jelas? Bagaimana kamu bisa membedakan karakter-karakternya? Pastikan kamu bisa mereplikasi hasilnya; tak ada yang dibuat tanpa disengaja.

how to create simple drawing style

Gerak

Tokoh-tokohmu akan bergerak di tengah petualangannya, jadi kamu harus mencari cara untuk menunjukkan pergerakan mereka. Lihat bagaimana kamu bisa menggambar beberapa pose dasar berikut ini:

  • menghadap samping
  • berjalan
  • berlari
  • duduk
  • berbaring
how to design simple poses

Ekspresi

Untuk lebih memahami cerita, pembaca harus bisa menangkap emosi para tokoh. Meskipun ekspresi manusia sangatlah kompleks, tapi dia dapat digambarkan dengan mudah lewat simbol. Lihat bagaimana kamu bisa menunjukkan emosi tokoh-tokohmu dengan ekspresi wajah dan gestur:

  • bengong
  • gembira
  • marah
  • sedih
  • malu
  • curiga

Akan membantu jika wajahmu dibuat serupa saat menggambar.

how to design simple human emotions

Jika kamu ingin memakai emosi lainnya, tutorial ini akan sangat berguna:

Gelembung Kata

Meski gelembung kata hampir tak nampak buat pembaca, kamu, sebagai kreator, tetap harus menggambarnya dengan cara tertentu. Cobalah bereksperimen untuk mencari mana yang paling mudah buatmu—bagaimana bentuk gelembungnya, dan jenis huruf apa yang sebaiknya dipakai untuk keterangan. Apa yang terjadi jika gelembung kata dan tokohnya tumpang tindih? Atau apakah hal ini tak diperbolehkan? Putuskan semuanya sekarang.

how to design simple speech bubbles

Gaya

Satu hal lagi: gaya apa yang ingin kamu gunakan secara teknis? Apakah semuanya akan digambar dengan pensil? Atau apakah kamu akan menggunakan bolpoin tinta sederhana? Apakah kamu akan memakai warna atau gradasi? Jajaki semuanya untuk melihat efeknya langsung, dan pilih mana yang sekiranya paling baik buatmu.

how to find perfect style for comic

Karakter atau Tokoh

Setelah kamu memilih gaya untuk komikmu, rancang tokoh-tokohmu dengan gaya tersebut. Buat tokoh-tokohnya mudah dikenali, dan gunakan unsur-unsur dari tampang mereka untuk menonjolkan kepribadian dan perannya dalam cerita.

how to design characters for comic

1. Bagaimana Mensketsa Komik

Langkah 1

Kini saatnya membuat cerita! Untuk membuatnya tanpa memerhatikan tata letak, kita dapat mensketsanya dulu. Dengan cara ini kamu tidak akan mendapat tekanan untuk membuatnya langsung tampak bagus.

Jangan mulai dengan kisi. Ukuran panel akan berbeda-beda tergantung apa yang terjadi di dalamnya, dan kamu belum mengetahuinya. Jadi lebih baik gambarlah panel dengan berdampingan, langkah demi langkah.

Cukup dengan soal teknis. Kendala dalam menulis cerita adalah biasanya dia bermula sebelum hal menarik terjadi. Jadi panel pertama mesti mengarah ke sesuatu yang besar itu, meskipun kamu mungkin belum betul-betul yakin apa hal yang besar itu. Jadi jangan terjebak untuk membuat latar yang sempurna sejak panel pertama—mulailah di peristiwa besar!

how to draw first panel in comic
Sementara ini fokus pada cerita saja, bukan pada visual. Kamu dapat membedakan setiap karakter dengan menambahkan label pendek untuk setiap karakter.

Langkah 2

Biarkan ceritanya mengalir sejenak, agar karakternya lebih terkenali lewat aksi dan interaksinya. Ingat bahwa kamu tidak mesti mengikuti rancangan awal secara kaku—jika kamu mendapat ide yang lebih baik dalam proses ini, lakukanlah!

how to start writing a comic
Tidak perlu rapi, tapi pastikan kamu dapat memahami apa yang terjadi

Langkah 3

Sekarang, kembali lagi ke belakang. Seberapa jauh? Itu tergantung padamu. Kamu dapat menggambarkan dunianya dalam suasana yang "normal", atau langsung menjelaskan hal yang memicu suatu peristiwa. Memulai dengan adegan latar bisa jadi ide yang baik untuk panel pertama:

how to start drawing a comic

Langkah 4

Kamu sudah punya pembuka, sudah punya awal cerita, dan sekarang kamu hanya tinggal menuliskannya! Kamu bisa meneruskannya dari sana, atau melompat dari peristiwa ke peristiwa, mengisi ruang dengan kembali ke belakang. Itu akan tergantung pada seberapa lengkap bayanganmu mengenai ceritanya.

2. Bagaimana Merancang Tata Letak Komik

Seperti yang saya sampaikan sebelumnya, panel hanyalah alat untuk menyajikan cerita. Panel menunjukkan alur waktu, peristiwa-peristiwa aktual yang mesti kita perhatikan satu per satu. Tapi bentuk dan ukuran panel juga memiliki fungsi, jadi jangan diabaikan.

Lihat lagi komiknya dan periksa setiap panel. Unsur-unsur apa yang paling penting? Apa yang pertama kali perlu dilihat pembaca? Potong dan pindah panel untuk menonjolkan pesannya. Kalau sudah, nomori panelnya.

how to crop comic panels

Kamu bisa mempelajari lebih jauh soal kekuatan komposisi di sini:

3. Bagaimana Menggambar komik

Langkah 1

Kamu sudah punya keseluruhan cerita, tapi itu baru sketsa. Agar lebih mudah diikuti, gambar ulang semuanya di lembar kertas baru.

Pertama, buat sketsa kisi-kisi sesuai jumlah panel yang kamu perlukan. Kamu dapat menyesuaikan bentuk dan ukurannya tergantung apa yang terjadi di suatu panel.

how to plan comic grid

Langkah 2

Sekarang, buat sketsa karakter, kali ini lengkap dengan segi visual dan ekspresi wajahnya. Pastikan gelembung katanya cukup untuk menampung keterangan.

how to draw comic story
Perhatikan bagaimana panel lama yang telah dipotong mengisi panel-panel baru, sehingga mengubah skala konten

Langkah 3

Saatnya menambahkan sentuhan akhir terhadap keseluruhan komik. Bolpoin tinta adalah cara yang bagus untuk membuat garisnya rapi dan jelas. Kamu dapat menggunakan fineliner sederhana untuk menonjolkan garis dan teks.

how to simply ink comic

Langkah 4

Ambil penghapus dan pelan-pelan hapus sketsanya. Pastikan tintanya sudah kering sebelum kamu mulai menghapus!

how to erase sketch from ink

Langkah 5

Jika kamu ingin mewarnainya, kamu bisa melakukannya sekarang.

how to add colors to comic

Langkah 6

Terakhir, tambahkan garis pembatas untuk panelnya.

how to add borders to the comic

Hebat!

Halaman komikmu sudah selesai! Hebat kan? Bagaimanapun tampilannya, kamu bisa bangga pada dirimu—kamu sudah membuat sesuatu yang personal, sesuatu yang tidak bisa dibuat orang lain. Kamu bisa membuat ceritamu menjadi hidup, menjadi nyata. Mungkin ia bukan mahakarya, komik lain mungkin lebih keren, tapi siapa peduli? Ini adalah kreasimu, dan kamu sudah bersenang-senang!

Jika kamu ingin menyebarkannya secara online, jangan lupa untuk mengubah ukuran scan/fotonya jadi lebih kecil dari versi asli. Halaman komik harus dapat dilihat secara utuh, tanpa harus terlalu sering menggeser ke kedua sisi atau naik dan turun. Jika kamu ingin belajar lebih jauh tentang pembuatan komik, kamu akan menyukai posting-posting berikut:

how to create simple stick figure comic
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Looking for something to help kick start your next project?
Envato Market has a range of items for sale to help get you started.