Unlimited WordPress themes, graphics, videos & courses! Unlimited asset downloads! From $16.50/m
Advertisement
  1. Design & Illustration
  2. Drawing
Design

Terapi Seni: Pengertian dan Kegunaannya

by
Length:MediumLanguages:
This post is part of a series called Art Therapy.
Art Therapy: How to Draw a Mandala

Indonesian (Bahasa Indonesia) translation by Irsyad Rafsadie (you can also view the original English article)

Anak-anak suka mengkreasi seni. Mereka melakukannya secara intuitif, berimajinasi saja dengan media apa pun yang mereka peroleh. Mereka bersenang-senang saja, tidak lebih. Tetapi berbeda halnya dengan kita, orang dewasa. Kita sangat peduli akan hasilnya, kita punya ekspektasi tertentu, dan jika gagal, kita merasa kecewa. Lalu mengapa kita melakukan hal yang membuat kita sedih? Kita pun berhenti berkreasi, agar tak lagi merasa sakit hati.

Tapi seni juga bisa menjadi sumber kegembiraan! Alih-alih memicu stres, seni justru bisa meringankannya; alih-alih membuatmu depresi, seni justru bisa membuatmu percaya diri dan merasa berhasil. Kamu hanya perlu jadi anak kecil lagi, cukup dalam pikiranmu dan untuk sejenak saja. Kamu dapat menggunakan seni sebagai terapi yang sangat terjangkau, sesuai dengan kebutuhan pribadimu.

Apa itu Terapi Seni?

Seperti disebutkan di Wikipedia:

Terapi seni (atau juga terapi kesenian) adalah metode ekspresi kreatif yang digunakan sebagai teknik terapi. Terapi seni berasal dari bidang seni dan psikoterapi dan pengertiannya bisa bermacam-macam.

Terapi ini bukanlah hal baru—ia sudah lama digunakan dalam terapi profesional. Namun, kini terapi seni yang lebih personal jadi makin populer. Ia tidak menyoroti analisis emosi tapi lebih pada meluangkan waktu sendiri untuk melakukan hal-hal kreatif dan menenangkan. Tidak ada yang memandumu—dan tidak ada yang menilaimu.

Ada banyak ragam kegiatan seni terapeutik. Yang paling populer saat ini adalah "buku mewarnai untuk dewasa". Premisnya sesederhana versi untuk anak-anak, tetapi pola-pola yang dapat diwarnainya jauh lebih kompleks dan menyita waktu.

adult coloring book

Kegiatan populer lainnya yang mungkin pernah kamu dengar adalah menggambar dan mewarnai mandala—pola geometris rumit di seputar lingkaran. Ia punya sejarah panjang dalam Hinduisme dan Buddhisme, tetapi ia juga dapat digambar tanpa konotasi spiritual.

Pada dasarnya, terapi seni bersandar pada aktivitas kreatif atau artistik yang dapat kamu tekuni tanpa tekanan dan penilaian. Kamu menggambar, melukis, memahat, atau sekadar mewarnai seperti anak-anak—lebih berfokus pada proses daripada tujuan.

Bagaimana Terapi Seni Dapat Membantumu

Terapis profesional biasanya tidak menganggap terapi seni personal sebagai terapi sungguhan. Tidak ada bimbingan di sini, jadi kamu tidak benar-benar menyelesaikan masalahmu dengan cara ini. Terapi sesungguhnya, menurut mereka, adalah proses, dan bukan sekadar aktivitas yang menyenangkanmu untuk sesaat. Tapi, mereka sependapat jika beberapa aktivitas seni bisa jadi terapeutik—yakni membantu pergulatan mental kita sehari-hari. Yang perlu diingat adalah bahwa ia lebih merupakan teknik relaksasi daripada terapi, dan jika kamu memang perlu bantuan, berkonsultasilah dengan terapis profesional.

Lalu apa yang terapeutik dari seni? Untuk memahaminya, kamu perlu mengubah dulu pandanganmu tentang seni. Singkirkan pikiran yang membelenggu dan mencegahmu memegang pensil lagi. Pertama, berkreasi itu sama seperti kegiatan-kegiatan lainnya. Kamu mungkin payah, cakap, atau sangat mahir melakukannya—dan kamu tidak bisa tiba-tiba mahir tanpa terlebih dulu menjadi amatir.

Kecakapan dalam suatu hal itu penting saat kamu berkompetisi dengan yang lain. Malah, kompetisi inilah yang mengartikan apa itu "bagus" dan "jelek". Kamu bagus jika lebih bagus dari yang lain, dan kamu jelek jika kamu lebih jelek. Tapi kamu tidak selalu bersaing untuk menjadi teratas. Kamu bisa bermain basket dengan teman-temanmu untuk bergembira saja, bukan untuk membuktikan kemampuanmu.

Begitu juga dalam berkreasi. Kamu bisa menggambar kucing yang terlihat seperti ulat berkaki empat, dan itu tak masalah selama kamu senang! Menggambar bukan hanya untuk para profesional; tidak ada yang akan menghukummu karena tak cakap menggambar. Tak cakap bukan berarti kamu tak berharga atau tak berbakat—kamu hanya tak terampil melakukannya, dan sebagian besar orang juga begitu. Tidak perlu malu jika kamu tidak terlahir dengan keterampilan ini, karena memang tidak ada yang begitu!

Kamu tak pernah mendengar ada anak yang bilang, "Aku tak menggambar karena aku tak pandai." Kenapa? Menggambar itu menyenangkan terlepas dari tingkat keterampilanmu, selama kamu tidak memprioritaskan hasil akhir yang menakjubkan. Anak-anak berbakat sering dipuji karena gambarnya yang indah, sehingga kamu menganggap pujian sebagai tujuan, tetapi cobalah melihatnya secara lebih luas: anak yang berbakat dipuji karena memenuhi harapan orang dewasa—tidak lebih.

children drawing
Anak pertama-pertama hanya menggambar karena dirinya. Baru kemudian mereka sadar bahwa mereka bisa mendapatkan pengakuan jika menggambar dengan cara tertentu, yang mempengaruhi harapan mereka terhadap gambarnya sendiri.

Dalam terapi seni personal, kamu menyingkirkan satu hal yang membuat kegiatan menggambar begitu membebani—yaitu pengamat, penilai. Saat kamu tahu tidak ada yang akan melihat kreasimu, kamu tidak perlu melakukan apa pun untuk mendapatkan pengakuan mereka. Kamu dapat kembali ke masa sebelum kamu menjadikan ekspektasi orang lain sebagai ekspektasimu. Kini hanya kamu dan alat gambarmu—itulah artinya "waktu menyendiri".

Jadi unsur paling terapeutik dari kreasi seni adalah berdamai dengan kritik dalam benakmu. Kritik batin ini adalah bagian kecil dalam dirimu yang menyuruhmu melakukan hal-hal yang membuat orang lain menghormati dan menyukaimu—yang tidak akan seburuk itu jika suaranya tidak terus mencela, menggerutu saat kamu keliru dan membesar-besarkan akibatnya!

Ketika kamu dapat mengabaikan suara kritik di benakmu (karena tidak ada risiko penilaian sosial dalam kondisi ini), kamu akan bisa mendengar penilaian batinmu sendiri. Kamu pun bisa berpikir "saya suka ini" tanpa buru-buru menambahkan "tapi ini kurang bagus". Dan semakin kamu mendengarkannya, suara itu pun semakin keras, semakin kuat untuk mengalahkan penilaian kritik diri yang terlampau pedas.

friends playing ball
Apakah kamu harus "cukup hebat" untuk bisa bermain dengan teman-temanmu? Ataukah kamu hanya perlu menikmatinya saja?

Ini khususnya sangat berguna bagi kaum perfeksionis, yang biasa mengerahkan 100% dalam semua hal, terus memacu diri dalam prosesnya. Ketika berkreasi di ruangan yang damai, saat menyendiri, mereka pun bisa membalas penilaian "Itu tidak cukup bagus" dengan "Memangnya kenapa?" Jika kamu menggambar mandala ini 10% lebih baik, apa yang akan berubah? Apa konsekuensinya? Apa betul sepenting itu? Mempraktikkan cara berpikir yang sehat ini dalam "dunia nyata" akan menjadi alamiah seiring waktu.

Tapi bukan itu saja manfaat terapi seni. Fokus pada tugas sederhana dan berulang, seperti menggambar mandala atau mewarnai pola yang rumit, dapat berfungsi seperti meditasi kesadaran. Kamu dapat mengesampingkan semua pikiran yang menghantuimu sepanjang hari. Kamu mendengar tarikan napasmu, goresan lembut pensil di atas kertas, sayup-sayup jam berdetik...

Ini bukan sekedar tugas yang harus diselesaikan, di mana kamu hanya memikirkan pekerjaan berikutnya. Tugasmu adalah melakukan tugas ini, bukan menyelesaikannya. Kamu berada di sini, pada saat ini, hanya untuk menjalaninya—bukan untuk mencapai sesuatu di masa depan. Kamu memutus lingkaran yang terus mendorongmu melakukan sesuatu demi melakukan sesuatu yang lain, begitu seterusnya. Kamu akhirnya bisa puas hanya dengan menjalaninya, meski hanya sesaat.

woman meditating
Tak seperti anggapan umum, kamu tidak perlu bepergian ke tempat terpencil untuk bermeditasi—menggambar di kamarmu sendiri bisa sama efektifnya!

Tetapi masih ada lagi manfaat lain dari terapi seni. Yang terakhir, tetapi tak kalah penting, menikmati suatu kegiatan sangat mempengaruhi kesehatan mental kita. Hari-hari kita dipenuhi dengan aktivitas yang harus kita lakukan, tetapi kita tidak merasa senang. Dan tanpa suka cita, batin kita pun perlahan layu seperti bunga tanpa sinar mentari.

Kata pepatah lama, "Melulu kerja dan lupa bermain membuat Jack kuyu," tetapi kita sering melupakannya. Kita merasa jadi orang dewasa; kita tahu tanggung jawab kita, dan kita bisa mengambannya. Tetapi depresi yang marak dewasa ini menunjukkan bahwa itu tak benar. Kita tidak benar-benar tahu batas kita, dan kita begitu mudah melanggarnya. Ketika hidup tak lebih dari pergulatan, mengejar sesuatu tanpa henti, kita akan bertanya-tanya: untuk apa?

Dengan meresapi diri sendiri, kita akan ingat kembali tujuan hidup kita sebenarnya. Kita akan tersadar bahwa hidup bukan hanya soal memperebutkan sesuatu, dan bahwa ada saat-saat indah yang layak dijalani. Dan berkreasi seni untuk bergembira adalah kegiatan yang sangat baik, karena tidak ada tujuan lain yang tersembunyi, tidak ada untung dan ruginya. Kamu tidak akan salah!

Kesimpulan

Dewasa ini, kita punya begitu banyak keinginan dan begitu banyak cara untuk meraihnya sehingga kita tidak punya cukup waktu untuk menikmatinya. Media mengajari kita untuk tak pernah puas, terus meraih lebih banyak lagi. Dan meski kita mendapatkan banyak hal, kita jadi tak bisa menikmatinya. Memanjakan diri dalam kegiatan seni sederhana seperti dilakukan anak-anak, hanya untuk bergembira, bisa sangat membebaskan dan baik untuk kesehatan mental kita.

Jika kamu sependapat dengan saya, kamu akan senang karena kita akan memulai seri tutorial baru tentang terapi seni personal. Meskipun premisnya cukup sederhana dan semua orang dapat melakukannya sendiri, tapi beberapa panduan dapat membantu dan dapat membuat terapinya tetap menarik. Dalam tutorial pertama dari seri ini, misalnya, kita akan belajar cara menggambar mandala!

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Looking for something to help kick start your next project?
Envato Market has a range of items for sale to help get you started.