1. Design & Illustration
  2. Arabic Calligraphy

Kaligrafi Bahasa Arab Kreatif untuk Pemula: Perkenalan

by
Read Time:14 minsLanguages:
This post is part of a series called Learn How to Draw.
Think With Forms, Not Lines: Take Your Drawing to the Next Level
Defining and Valuing Art
This post is part of a series called Arabic Calligraphy for Beginners.
Creative Arabic Calligraphy: Anatomy of the Letterforms

Indonesian (Bahasa Indonesia) translation by Sittiana Ana (you can also view the original English article)

Final product imageFinal product imageFinal product image
What You'll Be Creating

Ini merupakan rangkaian pelajaran yang dapat dinikmatin oleh setiap orang, termasuk mereka yang tidak punya pengetahuan sebelumnya mengenai huruf Arab (arabic). Pengenalan skrip dan alfabet mesti dilakukan sebelum memulai membuat kaligrafi dengan baik. Pelajaran pertama kali ini tidak akan menggunakan metode ceramah seperti biasanya. Namun, bahkan penutur bahasa Arab mungkin menemukan sesuatu yang tidak mereka belum ketahui sebelumnya, karena kita tidak banyak belajar tentang skrip itu sendiri di sekolah atau kehidupan sehari-hari.

Apa yang ingin saya ajarkan dalam rangkaian pembelajaran baru ini bukanlah skrip tradisional yang digunakan dalam kata-kata “kaligrafi Arab”. Indah seperti mereka, mereka sangat formal, dan membutuhkan waktu belajar yang lama dan berulang-ulang untuk mempelajari cara menggambarnya dengan baik, dan bahkan butuh waktu yang lebih lama lagi untuk mengekspresikan diri dengan mereka (“Buatlah pasien meniru kebiasaanmu”, kata Ibn al- Bawwâb, salah satu nama besar dalam seni).

Hanya segelintir orang di dunia ini, hari ini, yang melakukan ini semua; kebanyakan praktisi merasa puas dengan menggunakan apa yang mereka pelajari sebagaimana mereka mempelajarinya, sementara banyak pelajar kaligrafi, yang telah saya amati, kehilangan minat jauh sebelum mereka menerapkan praktik yang cukup untuk menghasilkan sesuatu.

Ini bukan kritik terhadap pendekatan tradisional ini: hal itu sangat indah, dan cocok dengan banyak hal—tapi tidak seluruhnya. Bagi mereka yang ingin mempelajari kaligrafi Arab (yang saya sebut sebagai khatt) dengan cara yang kreatif, saya telah menempatkan kursus ini bersama, sebuah adaptasi web yang saya ajarkan di London.

Isi kursus sepenuhnya asli, karena saya telah merealisasikannya dari praktik saya sendiri, dasar yang saya peroleh dari seorang guru non-tradisional yang tidak mengajarkan teori sedikitpun namun membuat saya bekerja selama bertahun-tahun sampai materi ini menjadi sifat yang kedua. Oleh karena itu, mungkin tidak, berseberangan dengan kursus resmi yang diajarkan oleh penggiat kaligrafi yang berlisensi resmi (ijazah).

Tujuan dari rangkaian ini bukanlah untuk mengajarkan cara menirukan bentuk, namun untuk memberi Anda pemahaman tentang skrip-skrip tersebut dan bagaimana cara menyusunnya, sehingga Anda dapat membuat karya dan menjadikannya milik Anda sendiri, seperti yang telah saya lakukan. Untuk tujuan ini, kita akan bekerja dengan skrip kufi.

Kufic vs. Skrip Bulat: Sejarah

Skrip kaligrafi Arab dapat dibagi menjadi dua keluarga besar: skrip bujursangkar yang disebut (Kufi), dan skrip kursif atau bulat. Meskipun Kufi terlalu sering disajikan seolah-olah itu adalah skrip tunggal yang spesifik di antara yang lain, itu adalah sebuah kesalahan, dan hanya bisa direduksi menjadi formula dengan cara buatan. Untuk memperjelas hal ini, secara singkat saya akan menggambarkan masing-masing sejarah dari kedua keluarga ini dan menjelaskan perbedaan mendasar mereka. (Perhatikan bahwa semua nama yang digunakan untuk menentukan skrip diterapkan dalam retrospeksi. Sumber periode menggunakannya dengan lebih lancar jika sama sekali).

Kelahiran Skrip Rectilinear

Pada hari-hari pra-Islam, masyarakat di semenanjung Arab telah mengenal skrip, dan menggunakan skrip Arab yang belum sempurna. Itu belum sempurna karena mereka tidak banyak menggunakannya, menjadi budaya dengan tradisi lisan yang kuat, dan teks paling awal yang datang kepada kami menunjukkan semua kecanggungan sistem yang belum menemukan penopangnya.

Samples of early Arabic textsSamples of early Arabic textsSamples of early Arabic texts
Contoh teks Arab awal sampai kelahiran Islam

Kemudian, hampir semalaman, mereka menemukan diri mereka memiliki sesuatu yang perlu dipertahankan bukan hanya kata demi kata, tapi juga jeda antara kata-kata tersebut. Itu adalah Al-Qur’an, dan itu memerlukan transkripsi yang layak, dengan bahasa Arab memperoleh status yang istimewa, dipandang sebagai bahasa yang Tuhan pilih untuk wahyu-Nya. Huruf alfabet sekarang adalah makhluk magis karena mereka mampu menahan dan melestarikan Firman Ilahi.

Begitu para penulis-penulis ahli melakukan perombakan skrip: Kufi merupkan skrip Arab pertama yang secara sadar dibuat dengan begitu indahnya. Ini masih berhari-hari ketika mereka yang bertanggung jawab untuk membacakan Al-Qur’an menyadarinya dalam hati, jadi aspek praktis keterbacaannya merupak hal kedua yang diperhatikan: yang jauh lebih penting adalah keindahan teks, keseimbangan, harmoni, dan menginspirasi perasaan ingin tahu.

Abbasid dynasty QuranAbbasid dynasty QuranAbbasid dynasty Quran
Al Qur'an dinasti Abbasiyah (abad ke 8 atau 9 M)

Ini merupakan waktu yang menyenangkan untuk kaligrafi, ketika belum ada peraturan dan pegiat kaligrafi dapat berkreasi dengan kemungkinan yang tak terbatas. Sistem yang direalisasikan saling berkaitan, namun tidak disematkan ke dalam bentuk: Kufi adalah sistem yang esensial, dimana bentuk dapat terus diciptakan kembali.

Versi yang kita lihat itu merupakan versi yang disesuaikan dengan media tinta pada skrip yang ditulis pada kulit binatang, dan lainnya yang cocok untuk batu, mosaik atau bahkan tembok bata (cetakan "pixel" pertama di dunia!), semua itu dikenal sebagai Kufi, namun tidak ada yang benar-benar identik. Salah satu variannya, yang disebut Kufic Timur atau Broken Cursive, tipis dengan kontras dan diagonal yang dinamis, seolah dipengaruhi oleh gaya bulat namun tanpa kehilangan karakter Kufi. Gaya Kufi yang benar-benar bisa disematkan adalah Square Kufic, dan karena itu kemungkinan kecil merupakan bentuk skrip Arab.

Early Kufic scriptEarly Kufic scriptEarly Kufic script
Alquran Biru, skrip Kufi awal (sekitar 900 M)
Square and other geometric KuficSquare and other geometric KuficSquare and other geometric Kufic
Kufic berbentuk segi empat dan geometris lainnya, dari Gulungan Topkapi (Iran, dinasti Safawi, abad ke-15M)
Eastern KuficEastern KuficEastern Kufic
Kufik "Timur", abad ke-11M.
Ornamental KuficOrnamental KuficOrnamental Kufic
Ornamen Kufi di mangkuk dari Nishapur (abad ke-10M)

Selama 300 tahun lamanya, hanya Kufic yang cukup indah dan monumental yang digunakan untuk menulis Al Qur'an, dan di dalam Maghrib (yang berarti "matahari terbenam" atau "Barat" dalam bahasa Arab, yaitu Afrika Utara, tanah di Mesir Barat) tidak pernah kehilangan statusnya, tetapi mengembangkan bentuk kursif (skrip miring) yang sangat spesifik, sama-sama terbuka terhadap perbedaan: skrip Maghribi.

Maghribi scriptMaghribi scriptMaghribi script
Qur'an dari Afrika Utara dalam skrip Maghribi (abad ke-13M)

Bangkitnya Skrip Round (Lingkaran)

Di sisi lain, di Mashriq ("matahari terbit" atau "Timur", Levant dan Timur Tengah), tempat di mana ibu kota dunia Muslim berada, besarnya jumlah pekerjaan administratif memunculkan banyak penulis-penulis profesional, dan tak dapat dihindarkan hal itu menyebabkan kemunculan skrip kursif atau bulat, dapat lebih cepat dalam menulis dan lebih mudah disesuaikan dengan ukuran huruf dan dokumen resmi yang lebih kecil.

Pada akhirnya, dilakukan usaha untuk mengangkat skrip bulat ke status Kufi, agar layak digunakan untuk teks-teks suci, terutama setelah kertas telah ditemukan, dan memiliki permukaan yang sangat berbeda dengan kulit binatang.

Kemungkinan ini merupakan evolusi yang berlangsung secara bertahap, namun cerita rakyat yang menghubungkan pada satu orang yaitu Ibn Muqlah. Sebuah penemuan revolusioner mengubahnya menjadi bapak legendaris kaligrafi Islam klasik. Dia dikatakan yang pertama kali menemukan sistem proporsi sehingga semua huruf didasarkan pada tinggi Alif, dimana dengan sendirinya ditarik sehubungan dengan ketebalan pena yang digunakan.

Konsistensi dan harmoni tercipta pada skrip ini, dan, sama dengan penemuan tiupan kaca yang mengubah arah pembuatan kaca, ini menempatkan kaligrafi ke lajur baru—tidak ada kemajuan yang sebanding sejak saat ini (berhenti dan pikirkan tentang hal ini: ini berarti khatt tidak berkembang secara signifikan sejak abad ke-10).

Enam gaya (Aqlam el-Sitta) dari tradisi klasik kaligrafi Islam diciptakan dan disempurnakan oleh Ibn Muglah dan penerusnya Ibn el-Bawwâb and Yaqût. Mereka merupakan skrip Naskh (dasar dari kebanyakan huruf arab), Thuluth, Muhaqqaq, Rayhani, Riqa' and Tawqi'.  

Thuluth scriptThuluth scriptThuluth script
Baris dalam skrip Thuluth (abad ke-13M)
Naskh scriptNaskh scriptNaskh script
Qur’an dalam skrip Naskh (awal abad ke-20M)
Muhaqqaq scriptMuhaqqaq scriptMuhaqqaq script
Skrip Muhaqqaq, Dinasti Mamluk (abad ke-14M)
Tawqi scriptTawqi scriptTawqi script
Qur’an dalam skrip Tawqi’ (abad ke-14M)

Ini merupakan kontribusi terakhir dari bagian dunia ini. Setelah jatuhnya Abbasid pada tahun 1258, pusat kebudayaan dan kekuatan dunia pindah dari Baghdad ke Persia, dimana skrip Persia dikembangkan: Ta’liq, Nasta’liq (masih skrip resmi bahasa Persia dan Urdu), dan Shikasteh. Pada tahun 1517, giliran orang utsmani untuk mewarisi dunia Islam, dan perkembangan Turki memberikan kita Diwani, dan Ruq’a, yang menjadi basis skrip tangan di dunia Arab pada hari ini. Skrip tangan lain yang kurang berkembang muncul sampai ke Indonesia, namun tidak memiiki kaitan dengan sejarah khatt secara keseluruhan.

Taliq scriptTaliq scriptTaliq script
Skrip Ta’liq (abat ke-16M)
Nastaliq scriptNastaliq scriptNastaliq script
Skrip Nasta’liq (abad ke 18-19M)
Diwani and Diwani JaliDiwani and Diwani JaliDiwani and Diwani Jali
Diwani and Diwani Jali

Perbandingan

Dalam bahasa Arab skrip bulat al-khatt Arab al-mansûb, yang merupakan "script yang sesuai, yang diatur". Skrip bulat yang bersifat formal merupakan perbedaan utama dengan Kufic. Terdapat aturan yang sangat spesifik untuk menulis dan menghubungkan setiap huruf, perlu latihan agar tangan terbiasa dengan aturan ini.

Hal mengorbankan kebebasan kreatif untuk mendapatkan dampak yang besar. Hal itu merupakan identitas kaligrafer hebat yang karyanya tampak seolah-olah tanpa adanya sentuhan tangan manusia yang membuatnya, membiarkannya dengan identitasnya sendiri. Inilah sebabnya skrip bulat lebih sederhana untuk diajarkan (secara harfiah no-brainer), tetapi lebih menuntut untuk dikuasai.

Sebliknya, kufic sulit untuk diajarkan serta menuntut banyak partisipasi dan kepelikan dari pelajar, tapi karena itu lebih ke pendekatan daripada visual formula, setiap pelajar memiliki pekerjaan unik mereka masing-masing. Sebagaimana guru saya mengatakan: "kembali ke Kufic adalah kembali ke saat penciptaan pertama."

Alfabet

Anda tidak perlu berbicara bahasa Arab untuk belajar dengan khatt, dan bahkan skrip ini telah digunakan untuk sejumlah bahasa termasuk Persia, dan Urdu. Tapi Anda perlu keintiman tertentu dengan huruf-hurufnya, sehingga dalam tutorial pertama ini, sebelum memulai untuk mempelajari kaligrafi atau "menulis indah", kita perlu belajar menulis.

Abjad Arab dan Latin berasal dari sumber yang sama yaitu, alfabet Fenisia. Oleh karena itu mereka memiliki kesamaan (misalnya ukuran huruf yang sama), tetapi mereka juga sangat berbeda dalam hal lain. Berikut adalah beberapa perbedaannya:

  • Tulisan Arab ditulis dari kanan ke kiri.
  • Ada adalah 28 aksara, tetapi banyak dari mereka dibedakan oleh titik-titik, jadi sebenarnya hanya ada 18 aksara (morphemes) untuk 28 suara (fonem). Menjadi jauh lebih sedikit untuk dipeljari saat kita melihat huruf-huruf secara rinci.
  • Tidak ada huruf vokal; suara vokal ditunjukkan oleh suatu sistem diakritik yang akan dijelaskan dalam pelajaran selanjutnya.  Ini sepenuhnya opsional! Seringkali kita tidak menunjukkan suara ini sama sekali. Di khatt, mereka dapat ditambahkan untuk efek hias tambahan, atau dapat diabaikan sama sekali.
  • Tidak terdapat tanda penghubung. Sebuah kata harus berakhir pada baris yang sama dengan awalan kata itu.
  • Penulisa huruf tidak menggunakan huruf kapital. Sebaliknya, perubahan bentuk mereka berubah tergantung pada posisi mereka dalam perkataa (awal, tengah, akhir, atau terisolasi).  Ini terdengar lebih rumit daripada yang sebenarnya, karena beberapa huruf dapat berubah secara dramatis. Beberapa hanya memiliki satu bentuk. Poin utama yang perlu diperhatikan adalah apakah mereka terhubung atau tidak (Lihat poin selnjutnya).
  • Pada skrip Latin (misalnya dalam bahasa Inggris), huruf-huruf terhubung dalam tulisan tangan atau kaligrafi, dan terputus ketika mereka dicetak. Dalam bahasa Arab, itu tergantung pada hurufnya. Semua huruf dapat terhubung di sebelah kanan, tapi beberapa huruf tidak dapat terhubung di sebelah kiri. Tradisi puitis mengatakan ini adalah huruf malaikat, karena mereka melekat pada asalnya (Tuhan) tapi terlepas dari apa mengikut (dunia). Ketika saya mengatakan huruf yang tidak terhubung, saya merujuk pada hal yang tidak terhubung di sebelah kiri.
Non-connecting lettersNon-connecting lettersNon-connecting letters
Berikut adalah huruf-huruf yang dikelompokkon dalam bentuk yang sama, dalam urutan yang dikenal sebagai urutan grafis (digunakan dalam kamus modern). Bagan ini hanya menunjukkan bentuk huruf yang terisolasi saja, dan bagaimana sekelompok huruf memiliki bentuk yang sama. Ini juga memberikan nama, yang berguna untuk diketahui, dan sesuai dengan suara mereka, yang tidak begitu penting untuk tujuan kita.
Alphabet chart The names and forms of the lettersAlphabet chart The names and forms of the lettersAlphabet chart The names and forms of the letters

(Catatan: pengucapan beberapa huruf, seperti jîm ج, dapat bervariasi di seluruh dunia Arab. Kita hanya bekerja dengan tulisan, ini merupakan konsekuensi kecil untuk tujuan kita.)

Pada bagan selanjutnya hanya berisi 18 bentuk huruf saja, dalam bentuk akhir, medial dan awal, dan huruf yang tidak terhubung, ditandai dengan palang merah. Bentuk hitam adalah bentuk yang benar-benar berbeda, dan berwarna abu-abu yang ada hanya untuk memberikan gambaran yang lengkap.

Jika melihat lebih dekat Anda akan melihat bentuk mereka tidak memiliki perbedaan sama sekali, hanya peninjauan tentang bagaimana mereka terlihat dengan koneksi di sebelah kanan, sehingga tidak akan jadi masalah untuk mengabaikan mereka. Tapi yang hitam benar-benar berubah sama sekali, dan kita akan meninjau lebih dekat mengenai 'anatomi huruf' dalam pelajaran berikutnya.

Letterforms in their different positionsLetterforms in their different positionsLetterforms in their different positions

Berikut adalah satu tabel terakhir yang menunjukkan urutan asli dan numerik sequence yang lebih bermakna. Seperti halnya pada kebanyakan abjad, bahasa Arab  tidak memiliki simbol terpisah untuk nomor (1234...): setiap huruf memiliki nilai numerik dan dapat digunakan untuk menunjukkan angka. Urutan numerik mencerminkan urutannya. Hal ini dikenal sebagai abjad hawaz, cara bisa menyuarakannya (dimulai dari kanan!) dan ingat: Abjad Hawwaz Ḥuṭṭi Kalamon Sa'afaṣ Qarashat Thakhadh Ḍaẓhagh.

The numeric sequenceThe numeric sequenceThe numeric sequence

“kata-kata” tidak memiliki arti apapun, tetapi dalam simbolisme Esoterik, mereka adalah nama-nama delapan bidadari yang mendukung tahta ilahi yang mengelilingi seluruh dunia. Ini memberikan anda perasaan pentingnya kosmik yang diberikan pada abjad, dikatakan di sini untuk mengelilingi dan mendukung alam semesta.

Latihan

Tujuan latihan pada hari ini untuk membuat Anda akrab dengan dua perilaku dasar huruf dalam kata: bagaimana perubahan bentuknya dan bagaimana mereka terhubung (penutur bahasa Arab dapat mengabaikannya). Jadi tanpa ada kekhawatiran terkait estetika, ambil kertas dan pena. Jawaban untuk kedua latihan ini terdapat di file sumber yang melekat pada pelajaran ini: unduh dan unzip (setelah anda selesai!).

1. Ini adalah daftar kata-kata yang ditulis dengan huruf-huruf yang terpisah dalam bentuk yang terisolasi. Menggunakan grafik alfabet sebagai referensi, tulis ulang kata-kata tersebut dengan benar, dengan huruf-huruf dalam bentuk yang benar untuk posisi mereka (mereka dalam urutan yang benar).

Exercise 1Exercise 1Exercise 1

2. Menekan takik: tuliskan ke dalam bahasa Arab. Ingat huruf perlu disusun kembali dari kanan ke kiri.

Exercise 2Exercise 2Exercise 2

3. Saya juga merekomendasikan pencarian gambar dari "Kaligrafi Kufi" untuk membiasakan mata Anda dengan berbagai bentuknya. Jika Anda dapat mengenali beberapa huruf di atas dalam hasil yang muncul, selamat, tetapi jika tidak, tidak apa-apa. Kita akan mempelajari dengan lebih jelas pada pelajaran berikutnya.

One subscription.
Unlimited Downloads.
Get unlimited downloads