Hand Lettering: Skrip, Putaran & Hiasan
Indonesian (Bahasa Indonesia) translation by Sittiana Ana (you can also view the original English article)



Tutorial ini mungkin adalah tutorial favorit pribadiku dikarenakan oleh cintaku terhadap skrip lettering dan kemampuannya untuk berkomunikasi dengan berbagai macam pesan. Pada tutorial ini kamu akan belajar dasar-dasar skrip lettering informal (juga sering disebut kasual) dan formal. Pada akhirnya, kamu akan memiliki pemahaman tentang berat (volume) goresan, kontras, kerning (jarak antar huruf), hiasan, kecepatan sudut, dan teknik-teknik lain yang digunakan untuk mengembangkan skrip lettering.
Mari urus skrip lettering terlebih dahulu, dan kemudian beralih ke hiasan. Kita akan membahas dasar-dasar untuk memulainya, dan kemudian kita akan menambahkan perhiasan-perhiasan, bel-bel dan peluit sehingga tifografimu mencolok dari tifografi lainnya dan tampil lebih “bergaya”. Demikianlah apa “lettering” itu: tifografi gambaran tangan yang bergaya dan unik!
Bacaan Sebelum Tutorial
Sebelum kita benar-benar memulai tutorial ini, aku mau menyediakanmu dengan beberapa informasi yang sangat dibutuhkan yang akan membantumu mengerti keseluruhan dari metode-metode di bawah ini.
Aku sangat merekomendasikanmu untuk melihat dua kelas tutorial sebelumnya sebelum memulai yang ini, berhubung materi ini adalah untuk level menengah. Pengetahuan tifografi yang baik tentu saja sangat berguna! Kelas-kelas tersebut dapat ditemukan di sini: Hand Lettering: Desain Huruf-huruf pada Intinya dan Memahami Tipe-tipe dari Types
Jadi apa yang sebenarnya mendefinisikan “skrip lettering”? skrip, tulisan cetak miring dan istilah-istilah lain digunakan berganti-gantian. Skrip pada dasarnya merujuk pada huruf-huruf yang disambungkan oleh sebuah garis. Tapi dalam hal ini, berhubung kita menggambar, ini akan meningkatkan goresan-goresan pensil. Akan berisi banyak sekali goresan yang akan dibuat untuk meningkatkan dan menyaring huruf-hurufnya... daripada menyelesaikan huruf-huruf hanya dengan satu gerakan seperti yang biasa kamu lakukan dengan kaligrafi.
Sekarang beberapa dari kalian mungkin bertanya-tanya, apa perbedaan antara formal dan informal skrip lettering? Skrip formal berhubungan dengan masa-masa keemasan tulisan indah, ini adalah hal yang menakjubkan pada jaman dulu, dimulai disekitar abad 16 dan seterusnya. Menyedihkannya, tulisan indah adalah seni yang telah mati disebabkan oleh teknologi. Sekolah publik (di sini di U.S) bahkan tidak mensyaratkan tulisan kurif sebagai kurikulumnya lagi!
Bagaimanapun, kembali ke topik, skrip seperti Roundhand, Spencerian dan Copperplate dianggap sebagai skrip formal karena konstruksi dan metodenye dalam membentuk huruf-huruf. Semua font tersebut ditulis dengan pointed nib dan tinta. Huruf-hurufnya memiliki kemiringan spesifik, sudut (sekitar 50+ derajat – bervariasi tergantung si penulisnya), kecepatan, dan lain-lain. Apabila kamu bertanya-tanya di mana kamu dapat melihat tulisan indah yang menakjubkan, The Declaration of Independence ditulis dengan skrip Copperplate! Logo Coca-cola bahkan berisi beberapa karakteristik skrip Spencerian.
Pada sisi lain, kita memiliki skrip informal, yang mana skripnya lebih fleksibel. Skrip informal memiliki beberapa bersumber dari skrip formal, seperti konstruksi huruf-huruf, tapi ini memiliki kemampuan untuk menjadi benar-benar unik dari asalnya. Untuk keseluruhan kecepatan, komposisi, warna, ukuran, dan factor-faktor lain bervariasi dengan skrip informal. Mengubah ketebalan, sudut, ukuran, kontras dan karakteristik lainnya dari huruf-huruf dapat membuat skrip informal menjadi huruf-huruf yang unik.
Apabila kamu memiliki bebebrapa pertanyaan mengenai skrip dalam tutorial ini, jangan ragu untuk bertanya! Aku selalu bersedia untuk membagi pengetahuan denganmu.
Sekarang, mari kita lakukan!
1. Mempersiapkan Persiapan yang Kamu Butuhkan
- Kertas kalkir
- Kertas grafik
- Pensil
- Dokumen ini PDF (untuk digunakan saat kita menghias)
Kita akan banyak menyaring lettering kita! Jadi banyak sekali kertas kalkir yang dibutuhkan. Berhubung kita hanya akan menggambar desain huruf-huruf, ambil pensil favoritmu, penghapus, peraut, dan lain-lain. Apapun yang kamu butuhkan dalam membantu proses menggambarmu.
Unduh dokumen PDF terlampir untuk kepuasanmu dalam melihatnya. Saranku adalah untuk mencetaknya (kamu memiliki pilihan untuk menyalin hiasannya nanti) dan menaruhnya di depanmu ketika kamu menyelesaikan tutorial ini!



2. Skrip Formal
Kita akan mulai untuk memahami bentuk-bentuk dasar dan goresan-goresan untuk membuat huruf-huruf skrip formal. Untuk keseluruhan porsi dalam tutorial ini, kita akan fokus dalam menggambar kata "design" (semua huruf kecil). Kata ini memiliki kombinasi stroke dasar yang besar sehingga kamu nanti bisa menggunakannya ke dalam bentuk-bentuk huruf.
Menggunakan goresan-goresan pada kata dan pemahaman formasi dari skripnya akan memberikan kamu pemahaman untuk menggambar mendekati arti dari kata/huruf, berhubung mereka terdiri dari goresan dasar yang sama.
Aku menyediakan beberapa dokumen format gif sehingga kamu bisa melihat rincian dari masing-masing goresan yang menciptakan setiap huruf-huruf. Menguasai goresan-goresan ini adalah kunci menuju sukses! Mari mulai.
Langkah 1
Siapkan selembar kertas grafik untuk bagian tutorial ini! Mari buat garis dasar kita, cap-height (tinggi dari huruf kapital) dan x-height (tinggi dari huruf kecil) untuk menempatkan huruf-huruf kita di bagian dalamnya. Mulai dari tengah-tengah halam dan tambahkan garis putus-putus untuk membuat x-height. Kemudian, dari tengah, hitung sekitar 3 kotak ke atas dan gambarlah sebuah garis. Kemudian 3 kotak ke bawah dan gambar garisnya.
Boom! Kamu telah membuat cap-height, x-height dan garis dasar.



Langkah 2
Dari sini, kita perlu menetapkan sebuah sudut/kemiringan untuk dituliskan ke semua hurufnya. Mulai buat garis miring (sekitar 45 derajat) dari setia satu atau dua kotak. Ketika selesai, ini harusnya terlihat seperti sesuatu seperti foto di bawah ini.



Langkah 3
Baiklah! Sekarang kamu meiliki kertas grafikmu telah siap dengan panduannya, tempatkan selembar kertas kalkir di atas panduan yang baru saja kamu buat.
Sekarang mari mulai membuat konstruksi desain dari huruf “d”. Huruf kecil “d” terdiri dari 2 goresan. Yang satu berbentuk oval (ini membentuk mangkuk dari huruf “d”) sedangkan yang lainnya adalah tiangnya. Mulai membentuk bentuk oval pada x-height dari kertas grafik. Kemudian, tambahkan stem, yang akan memperpanjang dengan tinggi. Ini seharusnya terlihat seperti foto di bawah ini.



Langkah 4
Lanjut ke huruf “e”, kamu akan menyadari huruf ini menggunakan bentuk oval yang sama. Perhatikan kemiringan/derajat dari “e” dan cocokan dengan derajat kemiringan “d” yang baru saja kamu gambar.



Langkah 5
Selanjutnya membuat huruf “s”. Huruf ini mungkin adalah yang paling sulit untuk dikuasai dikarenakan oleh strukturnya yang kompleks. Sedikit tips untuk dilihat: mangkuk dari huruf “s” harusnya berbentuk bulat dan tidak terlalu datar. Sebagai tambahan, bagian atas dari struktur “s” sebenarnya ditempatkan di atas x-height. Ini untuk menyeimbangkan ruang negatif dan berat (volume) dari hurufnya dibandingkan dengan yang lainnya. Ini akan tampak cenderung kecil dalam hitungan skala apabila bagian atas dari “s” bertemu denga x-height.



Langkah 6
Baiklah, sekarang kita telah mempraktekan huruf “s” yang kompleks itu, mari menggambar huruf yang lebih mudah: huruf “i”. Pada dasarnya setengah dari tiang (sama dengan tiang dari huruf “d” tapi sekitar setengah ukurannya). Supaya berhasil dalam menggambar huruf “i”, perhatikan pada jarak dari tittle (titik dari huruf “i”) dan tiang. Jika terlalu jauh, maka akan menciptakan ruang negatif di sekitarnya. Perhatikan ruang negatif yang tercipta dari jarak tittle dan kamu akan menjadi luar biasa!



Langkah 7
Lanjut, huruf “g” ini tidak seharusnya menjadi begitu sulit. Hurufnya hampir kebalikan dari huruf “d” dalam ukuran dan strukturnya. Satu hal yang perlu diperhatikan adalah perubahan volume di bagian bawah "g" saat meluas ke atas menuju "n". Bentuk ini harus menjadi bagian yang mudah setelah beberapa kali latihan. Ini berisi bentuk oval lain untuk bagian mangkuk dari huruf “g” dan sebuah tiang untuk membentuk descender (bagian bawah dari huruf kecil, seperti contoh p).



Langkah 8
Inilah dia! Huruf terakhir dalam kata kita, huruf “n”. Struktur dari huruf ini terdiri dari 2 goresan. Satu adalah tiang yang kecil (berhubungan dengan huruf g dalam hal ini) dan yang kedua adalah tiang yang terhubung ke tiang pertama.



Dan inilah hasil dari katanya, “design” di bawah ini. Lagi, goresan-goresan dasar ini yang telah kamu gambar dalam kata ini dapat digunakan untuk huruf/kata lain. Cukup hanya berlatih dan kamu akan mulai mengerti strukturnya lebih lagi! Ini semua tentang latihan!
Kesimpulan



Melihat ada hal aneh dalam kata yang terselesaikan di atas? Jarak antar huruf “g” dan “n” muncul sedikit lebih terbuka daripada pasangan huruf lainya, benar? Dengan skrip formal, sedikit ruang lebih besar dibutuhkan untuk memberikan goresannya menyambung. Kamu mau semua huruf-hurufmu terhubung dengan anggun dengan sebuah coulee (Kata dari Prancis, berarti aliran) daripada seperti terhubung secara kasar.
3. Informal/Skrip Kasual
Langkah 1
Gunakan apa yang kamu tahu tentang formal skrip, sekarang mari terapkan dasar-dasar teknik untuk menggambar beberapa lettering informal.
Untuk keseluruhan tutorial kita akan menggambar dan menggambar ulang frase yang sama berulang-ulang. Sekarang terserah padamu untuk menentukan frase apa yang akan harus kamu gunakan. Tapi kamu dipersilahkan sekali untuk menggunakan frase eyang sama denganku, yang mana adalah: Bury The Past (Kubur Masa Lalu).
Jadi apabila kamu tidak menggunakan frase di atas yang aku berikan, ambilah waktu ini untuk brainstorming (ide yang muncul tiba-tiba) frase atau mencarinya di dalam lirik lagu, film dan lain-lain.



Langkah 2
Seperti kebanyakan projek lettering, kita akan memulai dalam fase mengkonseptualisasikan dan brainstorming. Kita akan mulai menggambar tifografi secara bebas sampai mencapai potensi penuhnya. Cara terbaik untuk mensketsa idenya dengan cepat adalah dengan menggunakan bentuk, lengkungan, garis dan lain-lain. Seperti contoh di bawah, sketsa beberapa ide untuk membantumu memilih tata letak yang terbaik untuk frase yang kamu pilih.
Untuk tahap dalam proses ini, bagus untuk mulai bekerja kecil-kecilan sehingga kamu bisa dengan cepat mendapat semua idemu di atas halaman. Kemudian tingkatkan skala dalam meningkatkan huruf-huruf tersebut.



Langkah 3
Selanjutnya, setelah kamu mensektsa beberapa macam variasi, pilih satu yang kamu pikir paling bagus untuk dilanjutkan. Pada tahap ini, aku mau men-scan bagian lettering ke dalam computer dan memeprbesarnya untuk mulai bekerja pada skala besar.
Jadi mau men-scan-nya ke computer dan mencetaknya, atau hanya menggambar lettering-nya dengan ukuran yang lebih besar, pilihlah metode mana yang paling mudah untukmu.



Langkah 4
Ketika kamu telah mendapatkan skala besar lettering-mu, kamu sekarang bisa meningkatkannya lebih jauh. Bersiapah untuk menggambar dan menggambar ulang lettering-mu pada tahap ini. kita akan mencoba untuk mengubah jarak huruf, ruang negatif, koneksi dan keseluruhan komposisi. Ketika kamu telah meningkatkan, meningkatkan, dan meningkatkannya, kamu akan memiliki “rangka” lettering-mu yang telah selesai.



Langkah 5
Selanjutnya kita akan kembali melanjutkan meningkatkan dan menambah kontras ke lettering-nya. Ini adalah tahap di mana kamu dapat membawa lettering-nya ke arah manapun yang kamu mau. Untukku, aku tertarik terhadap penulisan yang terasa sangat cair dan seperti kuas. Aku mau menggabungkan ritme yang baik dan gaya yang khas, menambahkan beberapa objek bertitik tajam ke garis vertikalnya.
Gunakan waktumu untuk mulai menambah volume dari lettering-mu. ini di mana kamu memilih apabila kamu mau lettering-mu memiliki kontras tinggi di antara goresan tebal dan tipis.



Langkah 6
Lagi, kita hanya akan melanjutkan meningkatkan huruf-hurufnya sampai sempurna. Pada tahap ini, aku lanjut untuk menambahkan volume dan juga memperhatikan dan jarak antar hurufnya ruang negative. semua variable akan berubah: buka spasi di antara huruf-hurufnya apabila areanya menjadi terlalu gelap dengan tambahan volume kamu tambahakan ke huruf-hurufnya.



Langkah 7
Kamu mungkin tidak melihat pebedaan antara langkah sebelumnya dan yang ini. Tai jikan kamu melihat dari dekat, aku mengubah jarak antar hurufnya dan peletakan huruf-huruf tertentu. Seperti yang dapat kamu lihat, pada gambar sebelumnya a membuat catatan pada diriku sendiri untuk membuat jarak antar hurufnya terlihat. Sebagai tambahan, aku menggambar garis bersudut untuk meyakinkan semua hurufnya mengikuti sudut yag sama. Buat pengaturan tambahan dan peningkatan pada huruf-huruf tersebut sampai warna (keseluruhan positif dan negative ruang) dan komposisi bekerja dengan lancar.
Ambilah waktu saat ini untuk menggambar huruf-hurufnya yang mungkin membutuhkan perubahan lebih. Kamu mungkin butuh merubah jarak atau koneksi, atau membuat koreksi-koreksi jika mereka semua tidak mengikuti sudut yang sama.



Langkah 8
Ini adalah tahap terakhir dari lettering-ku! Aku telah cukup meningkatkan kualitas hurufnya untuk memiliki keseluruhan warna, keseimbangan yang baik, ritme, dan bahkan komposisinya juga.
Nikmati waktumu untuk menggambar ulang dengan bersih huruf-hurufnya sampai selesai. Setelah beberapa tahap enggabar ulang, kita telah memahami sendiri apa isi dari kumpulan hurufnya!



Inilah dia keseluruhan proses. Ini semua tentang meningkatkan!



Bagaimana dengan memvektor?
Tidak sabar menunggu lettering lebih lanjut di komputer? Membutuhkan pemahaman lebih dari Pen Tool ke dalam Illustrator? aku akan menggunakan hasil lettering ini untuk perkembangan lebih lanjut ke dalam format vector. Tetap bersama!
4. Menghias
Sebelum memulai bagian tutorial ini, aku mau memberikan beberapa peraturan dan hal-hal untuk diingat. Yang pertama dan terutama, menghias tidak secara otomatis membuat lettering-mu menjadi lebih baik, tidak juga (menghias) dibutuhkan pada setiap bagian lettering-mu yang telah kamu selesaikan. Gunakan peringatan ketika memutuskan waktu yang tepat untuk menambahkan hiasan ke bagian lettering-mu selanjutnya.
Selanjutnya, peraturan lain untuk diingat adalah untuk menambahkan hiasan dari jalan keluar dan masuk goresan hurufmu. Ascenders (bagian pada huruf kecil yang membuat ke atas, seperti huruf b) dan descender (bagian bawah dari huruf kecil, seperti contoh p) adalah tempat yang sempurna. Tapi pastikan kalian melakukannya secara alami daripada memaksakan untuk menghiasnya.
Hal terakhir untuk dicatat sebelum kita memulainya: menghias adalah sesuatu yang dibutuhkan untuk menyeimbangkan dan meningkatkan lettering, seperti yang kamu lakukan di atas. Menghiasnya membuat suang positif dan negative, jadi apabila kamu butuh menyeimbangkan antara ruang positif dan negatif yang kamu ciptakan karen hiasanmu. Keseimbangan adalah kunci dalam menghias.
Langkah 1
Kita akan mulai mempraktekan goresan dasar dari menghias. Unduh dokumen PDF yang tersedia dan cetak untuk melihat goresan dasar. Kita akan fokus pada goresan-goresannya. Sekali kamu berhasil dalam teknik ini, kamu bisa menerapkannya pada lettering-mu.
Mari mulai menggambar hiasan spiral. Letakkan selembar kertas kosong di atas dokumen PDF yang sudah dicetak. Mulai menyalin hiasan spiral sampai kamu berhasil membuatnya dengan pergerakan pergelanganmu. Setelah kamu berlatih menyalinnya terus menerus, cobalah untuk menggambarnya tanpa menyalin!



Langkah 2
Mari sekarang lakukan hal yang sama dengan goresan hiasan selanjutnya. Taruh selembar kertas baru di atas referensi cetakan dan mulai menyalin garis putaran. Berlatih sampai kamu merasa kamu bisa melakukannya tanpa menyalin.
Kunci untuk kesuksesannya adalah menyeimbangkan ruang positif dan negative yang tercipta karena garis yang berlebihan. Sebagai tambahan, pastikan porsi yang lebih berat dan lebih bervolume dari goresan melewati goresan yang ringan. Jangan sampai dua garis yang berat saling berinteraksi karena akan membuat merusak pemandangan ruang positifnya. Lagi, ini semua adalah tentang keseimbangan!



Langkah 3
Selanjutnya, mari membuat goresan ekor/bagian belakang. Ini bukanlah istilah yang benar, ini hanya caraku mengkasifikasikan goresan tertentu. Bagaimanapun, jangan ragu untuk mulai menyalin seperti yang kita lakukan sebelumnya. Jika kamu merasa kamu memiliki pemahaman yang baik dalam goresan ini, berlatih menggambar banyak goresan satu per satu. Perhatikan pada skala, kontras, dan tentu saja, konsistensi!



Langkah 4
Lanjut ke langkah berikutnya, kita akan berlatih membuat kurva melengkung. Mungkin terlihat cukup sederhana, tapi perhatikan perubahan halus dalam volumenya dan juga perubahan halus pada tingginya. Seperti yang kita lakukan sebelumnya, berlatih goresan ini terus dan terus sampai kamu mendapatkan pemahaman baik pada tekniknya.



Langkah 5
Terakhir, mari berlatih membuat goresan bentuk seperti angka 8. Ini adalah salah satu goresan yang paling sulit karena butuh menyeimbangkan segalanya dan juga memperhatikan pada persimpangan goresannya. Seperti goresan lingkaran, pastikan kamu memperhatikan volume dari goresan-goresannya ketika mereka bersimpangan. Berlatih menggambar beberapa dari teknik-teknik ini atau berlatihlah secara bebas!



Langkah 6
Terapkan teknik-teknik ini pada karya lettering-mu selanjutnya!
Kamu mungkin menyadari pada karya Bury The Past, karya tersebut telah melebihkan hiasan kurva melengkung yang meluas membentang keluar dari goresan huruf kecil. Ini adalah apa yang aku maksud dengan menerapkan hiasan “secara alami” daripada memaksakannya. Hiasan kurva melengkung menyeimbangkan ruang negative dan cocok dengan segalanya, membuat lettering menjadi baik dan padat dalam komposisi keseluruhannya.



Kesimpulan
Ini susah, ‘kan? Latihan dan pengulangan adalah kunci unruk sukses! Tetap menyalin, tetap menggambar, tetap mengulang dan kamu akan melihat perkembangamu, aku janji padamu. Skrip lettering adalah sesuatu yang tentu saja memakan waktu bertahun-tahun untuk berlatih untuk mendapatkan pemahaman penuh sampai seluk-beluknya, jadi jangan berkecil hati. Jika kamu memiliki pertanyaan, jangan ragu untuk bertanya di bawah ini dan aku akan menolongmu. Semoga berhasil!