Advertisement
  1. Design & Illustration
  2. Drawing Theory
Design

Gambarkan Pikiranmu: Cara Berkreasi tanpa Pikir Panjang

by
Length:LongLanguages:

Indonesian (Bahasa Indonesia) translation by Irsyad Rafsadie (you can also view the original English article)

Final product image
What You'll Be Creating

Seniman biasanya digambarkan sebagai orang yang spontan dan agak nyeleneh. Jika mendapat inspirasi, mereka lupa segalanya dan ... berkreasi saja.

Tapi, tidak demikian halnya jika kamu baru seniman pemula. Betul, kamu mendapat inspirasi, tetapi kamu tidak melupakan segalanya—tapi, kamu mencari-cari referensi, atau tutorial, atau kiat-kiat. Dalam prosesnya kamu pun kehilangan ide utamamu dan mengubahnya menjadi apa yang kamu pelajari. Kamu ingin menggambar spesies kucing besar yang baru? Maaf, tidak ada tutorial untuk gamba di benakmu itu, tetapi ini ada cara menggambar harimau.

Masalahnya, kamu tidak bisa menjadi seniman gambar-bebas tanpa melewati fase belajar. Seniman "senior" kepalanya penuh dengan berbagai referensi-memori yang tercipta secara sadar dari pengalaman hidupnya, dan mereka menggunakannya saat berkreasi tanpa mengacu pada referensi yang tampak.

Tapi bukan berarti kamu hanya bisa menggambar hal-hal umum saja jika belum sampai di fase ini. Saya akan berbagi cara menggambarkan pikiranmu, sekalipun kamu tidak tahu apa yang mau kamu gambar!

Balikkan

Saat kamu menggambar dari referensi, kecil kemungkinan kamu akan menggambar sesuatu yang benar-benar orisinal. Referensi membatasi kamu—entah itu posenya, atau perspektifnya, atau pencahayaannya. Kamu dapat mengubahnya, menyesuaikannya dengan referensi lain, tetapi permulaan ini sangat penting terhadap efek akhirnya.

Kita andaikan proses menggambarmu biasanya seperti ini:

  1. inspirasi
  2. ide
  3. cari referensi yang paling mendekati ide itu
  4. mulai menggambar
  5. sesuaikan detailnya dengan idemu
  6. rampungkan gambarnya

Ada benturan antara langkah 2 dan 3—mustahil menemukan referensi yang mencerminkan idemu dengan sempurna. Karena itu, kamu menggunakan hal yang lebih umum lalu memperbaiki hal-hal yang melenceng. Tetapi bagaimana jika yang kamu bayangkan tidak begitu jelas? Bagaimana mencari referensi untuk itu?

how to find perfect reference
Referensi apa yang mungkin saya perlukan untuk ide ini?

Coba acak sedikit urutannya:

  1. inspirasi
  2. ide
  3. mulai menggambar
  4. cari referensi untuk gambar yang baru kamu buat
  5. sesuaikan detailnya dengan referensi
  6. rampungkan gambarnya

"Hei", katamu, "Ini kan yang saya lakukan ketika pertama kali mulai. Gambar saya tampak jelek dan karena itulah saya mulai menggunakan referensi sejak awal!" Ya, bisa jadi begitu, bisa jadi juga tidak. Lihatlah langkah 4 dan 5. Di sinilah letak rahasianya!

Inspirasi dan Ide

Ini biasanya yang paling mudah. Inspirasi datang sendiri, bahkan tanpa diminta. Kamu sedang menonton tayangan seekor naga membunuh seekor unicorn, lalu terpikir: "Bagaimana jika ada unicorn yang bisa mengalahkan naga? Seperti apa ya rupa makhluk itu?" Ketika kamu terinspirasi, hatimu terasa hangat—ada dorongan untuk mewujudkan ide itu. Dan makin banyak hal yang merintangimu (misalnya kamu di tempat kerja, atau sekolah, atau harus masak untuk makan malam), hatimu makin menghangat dan ide itu makin menarik!

how to get inspiration drawing
Untuk inspirasi, tidak ada yang lebih kuat daripada pertanyaan "bagaimana jika"

Inspirasi itu murni, penuh dengan janji tanpa batas. Tidak ada yang akan salah. Inspirasi lalu melahirkan ide, anakmu sendiri. Idemu itu tidak hanya berdasar pada inspirasi, tetapi juga pada diri pribadimu—keinginan, kekhawatiran, dan ingatanmu. Ide itu sempurna adanya, karena ia milikmu.

Tapi, selama ide itu hanya ada di pikiranmu, ia tidak tampak nyata. Ada banyak hal dalam pikiranmu, kan? Banyak hal imajiner yang tidak orang pedulikan. Tapi ide ini adalah sesuatu yang kamu sukai. Kamu ingin ia menjadi nyata, dan untuk itu kamu perlu meletakkannya di pikiran orang lain. Kamu perlu mengkreasinya.

Memulai Gambar

Sewaktu kamu kecil, fase ini mudah sekali. Malah, kamu bahkan tidak perlu inspirasi dulu untuk menggambar. Kamu diberi selembar kertas dan pensil, dan itu saja cukup untuk mulai menggambar. Selalu ada saja sesuatu yang bisa kamu gambar! Tanpa pikir panjang, kamu mulai menggambar keluargamu, hewan peliharaanmu, karakter dari acara favoritmu. Dan jika gambarmu tidak dimengerti orang, kamu senang saja menjelaskan kepada orang tua atau gurumu tentang gambarmu itu.

Apa yang berubah? Ketika kamu kecil, orang lebih memaklumi kamu. Kamu terlalu kecil untuk menjadi mahir. Sekarang, kamu bukan anak kecil lagi. Banyak orang seusiamu menggambar hal-hal luar biasa, dan kamu dituntut bisa melakukan hal serupa, kalau ingin dianggap seniman yang bagus.

Selembar kertas kosong dan pensil tidak lagi cukup untuk mulai menggambar. Kamu perlu ide, sesuatu yang kreatif, karena gambar bunga dalam vas melulu tidak akan membuat orang terkesan. Tapi boleh jadi kamu mahir dalam hal ini, mengkreasi ide. Andai saja mewujudkannya bisa lebih mudah...

how to start drawing photoshop
Tabula rasa artistik—kanvas kosong yang dapat kamu isi dengan apa saja. Itulah sebabnya sulit sekali untuk memulai! 

Ada masa dalam hidup setiap seniman ketika menggambar saja tidak cukup. Kamu tidak bisa terus-terusan menggambar cakar serigala, menunggu agar jadi lebih realistis dengan sendirinya. Ada saatnya kamu harus menunda berkreasi dan mulai belajar. Ini adalah ketika kamu tahu cara mencari hal yang kamu perlukan dalam tutorial dan referensi untuk melengkapi kekurangan pengetahuanmu.

Tapi ada masalah di sini. Dulu kamu dapat menggambarkan idemu, meski orang lain tak paham. Kini kamu tidak dapat menggambarkan idemu, meski orang lain bisa memahami yang kamu gambar. Kamu berharap mereka memahami apa yang ingin kamu gambar, dan bukan apa yang tampak saja. Kini kamu hanya bisa terus belajar, tanpa henti, hingga kamu bisa menggambarkan apa pun yang kamu inginkan dengan sama persis!

Adakah cara untuk mewujudukan impian untuk bisa "menggambar saja" tanpa belajar, belajar, dan belajar? Apakah kamu harus belajar anatomi serigala secara rinci jika kamu ingin menggambar sesosok serigala sekali saja dalam hidupmu? Tak bisakah kamu memintasinya?

Bersiaplah

Untuk menggambarkan idemu seakurat mungkin, kamu harus menggambarkannya tanpa perantara. Masalahnya kamu jarang tahu persis apa yang ingin kamu gambar, sejelas apa pun idenya. Di situlah referensi bisa membantu—tapi juga, membawa banyak "gangguan" yang tidak kamu rencanakan. Saya akan tunjukkan kepadamu sebuah metode, selangkah demi selangkah, untuk memulai gambar tanpa referensi. Karena permulaan adalah yang terpenting!

Inspirasi Dulu

Ada banyak cara agar kamu terinspirasi, tapi saya akan tunjukkan cara yang mungkin tidak kamu ketahui. Ini berhasil jika kamu memerlukan inspirasi cepat dengan ide yang jelas. Ingatkah kamu ketika seharian melakukan tugas yang berulang, dan saat memejamkan mata, kamu masih melihatnya dengan sangat jelas? Kita akan menggunakannya!

Kunjungi halaman depan galeri seni online favoritmu, yang memuat banyak karya seni hebat yang dapat kamu lihat sekaligus. Kamu dapat memilih satu kategori yang kamu minati, atau gabungan dari semuanya. Lalu, telusuri saja semuanya. Luangkan setidaknya 30 menit untuk mencari dan menggulir. Tetap fokus, jangan biarkan pikiranmu hanyut. Fokuskan pada observasinya!

DeviantArt page
DeviantArt memuat beragam karya yang memunculkan inspirasi.

Setelah cukup melihat gambar, mungkin puluhan, atau ratusan, duduk atau berbaringlah dengan nyaman. Tutup matamu dan berhenti berpikir sejenak. Jika kamu melakukannya dengan benar, kamu masih bisa melihat karya seninya sebelum matamu terpejam! Ini karena proses di otak yang baru saja kamu alami. Pikiranmu berusaha mengurutkan segudang informasi visual yang baru kamu lihat dalam waktu singkat, dan tentu saja dia gagal.

Yang kamu lihat dengan "mata ketiga" (yakni otakmu, bukan matamu, karena dia gelap saat terpejam) bukanlah gabungan karya seni yang baru kamu lihat, tetapi gabungan elemen-elemennya. Dan semuanya tergabung menjadi karya seni yang sepenuhnya baru. Awalnya kamu mungkin hanya mendapat serpihan ide, yang cukup sebagai inspirasi, tetapi jika kamu mempraktikkan cara pandang ini, ia bisa melihatnya dengan detail yang jelas dan berwarna-warni—seperti dalam mimpi.

Tetaplah duduk atau berbaring, lihatlah galeri baru itu, dan jika sesuatu menarik perhatianmu, amatilah dengan saksama. Efek ini bersifat sementara—semakin lama dan intensif kamu melihat galeri nyatanya, semakin kuat, jernih, dan membekas pula bayangannya, tetapi semuanya akan memudar pada akhirnya. Manfaatkan sebaik-baiknya!

Terinspirasi, atau Tidak Sama Sekali

Kendala untuk punya ide yang jelas adalah kita mudah sekali kecewa jika ia tidak mewujud seperti yang kita inginkan. Jika kamu bukan seniman berpengalaman, lebih baik punya ide besar, seperti "binatang menyeramkan", "makhluk imut, berbulu, dan bertaring besar", dll. Jika kamu berkreasi tanpa ide yang jelas, kamu masih bisa menggunakan metode telusur galeri—ini akan meregangkan pikiranmu seperti otot.

Menariknya, kamu bisa menggambar hal-hal yang tak terbayangkan, kalau mau. Untuk itu, kamu harus mulai menggambar tanpa ide apa pun. Teruslah membaca jika ingin tahu caranya.

Latih Memori Otot Jangka Pendek

Kamu mungkin pernah dengar soal memori otot—jika tanganmu terus digunakan dengan cara tertentu, ia mempelajari gerakan itu hingga kamu mudah mengulangnya. Dalam menggambar, jika kamu menggambar sesuatu dari referensi, lama-lama akan lebih mudah untuk menggambarnya secara manual, tanpa terlalu memikirkannya.

Kamu juga mungkin tahu tentang memori jangka pendek. Ini seperti saat kamu melihat nomor telepon dan pikiranmu "membawanya" dari layar/kertas ke tombol teleponmu. Lalu ia hilang, karena tidak diperlukan. Kalau kamu ingin terus menyimpannya, kamu perlu mengulanginya beberapa kali dan mengingat-ingatnya lebih lama lagi.

Ketika kamu menggambar dari imajinasi (setelah berlatih lama), kamu menggunakan memori otot jangka panjang dan memori "asli" yang jangka panjang. Ketika kamu menggambar langsung dari referensi, kamu menggunakan memori "asli" yang jangka pendek, mengabaikan memori otot, seolah tak ada hubungannya. Tapi ada juga memori otot jangka pendek, dan ia adalah dasar dari gambar pemanasan.

Sebut saja kamu sedang berlatih menggambar serigala dari imajinasi. Pertama-tama kamu menggunakan referensi, lalu kamu mencoba menggambar serigala tanpa referensi dan ternyata lumayan. Tapi, esok harinya kamu mungkin harus memulai dari awal lagi. Sekalipun kamu ingat detailnya, gambar serigala itu kini tampak canggung dan tanganmu sepertinya tak membantu sama sekali.

Ketika kamu melatih sesuatu secara intensif untuk waktu yang singkat, tanganmu belajar memperkirakan gerakanmu selanjutnya. Karena itulah gambarmu mungkin tampak lebih bagus saat kamu terus berlatih tanpa jeda. Tetapi ketika kamu selesai, memori itu akan terbuang, karena kamu tak lagi menggunakannya. Perlu banyak sesi semacam itu agar memorinya "terpatri" di benakmu.

Tapi itu tak selalu diperlukan! Kamu mungkin tidak ingin belajar cara menggambar serigala—kamu hanya ingin kreasimu punya anatomi mirip serigala. Adakah cara untuk mempelajarinya sebentar saja?

Kamu mungkin sudah menduga. Caranya adalah: gunakan referensi untuk meregangkan tanganmu dan melatihkan jenis gerakan yang kamu mau. Lalu buang referensinya dan gambarlah yang kamu inginkan, gunakan memori otot jangka pendek dari gambar tadi.

warm up sketches drawing how to start
Sketsa pemanasan yang saya buat dari tutorial Menggambar Ksatria Serigala

Lebih tepatnya, ketika kamu terinspirasi dan punya ide yang lumayan jelas, daripada mencari referensi yang sempurna untuk itu, lebih baik analisis idenya. Ia terdiri dari apa? Apakah ada elemen yang bisa kamu pinjam dari realitas? Jika ada, cari referensinya. Referensi apa pun tidak selalu sempurna. Jika makhluk itu mirip serigala, kumpulkan foto-foto serigala dalam berbagai pose dan bentuk.

Lalu sketsakan secepat dan seleluasa mungkin. Jangan kebanyakan berpikir, putar musik yang bagus, dan buatlah sesantai dan sesimpel pemanasan sebelum olahraga kardio yang berat. Kamu bahkan dapat melakukannya sambil mengobrol, atau mendengarkan buku audio!

Lakukan itu untuk setiap elemen. Jika ia bersayap, buat sketsa sayap dari aneka burung, besar dan kecil, pipit, elang, dan nasar. Jika ia bermata buas, cari gambar singa, buaya, elang, hiu. Jangan dianalisis, gambar saja langsung dari referensi. Kamu hendak melatih tangan, bukan pikiran, jadi jangan terlalu dipikirkan.

Kalau idemu lebih pelik lagi, cari saja gambar yang ada hubungannya. Jika kamu hanya tahu bahwa itu hewan yang ganas, gambarlah semua binatang buas yang bisa kamu pikirkan. Ini akan membantumu melatih tidak hanya tangan, tetapi juga pikiranmu.

Gambar Saja!

Saatnya ke bagian terpenting. Kamu punya ide, kamu sangat bersemangat—atau, kamu belum punya ide, tetapi kamu sangat terinspirasi—dan tanganmu baru mempelajari berbagai gerakan yang mungkin kamu perlukan. Jangan buang waktu lagi—gambarlah!

Tapi... Bagaimana?

Begitulah pertanyaannya, kan? Mari kita analisis, per langkah.

Langkah 1

Jika kamu punya gambar yang sudah rampung, sedetail apa pun, kamu bisa menyipitkan mata dan gambar itu tinggal sebentuk gumpalan gelap. Bentuk itu biasanya ada di gambarmu sejak awal—sentuhan pribadimu tersembunyi di dalamnya. Karena itu, penggunaan referensi di tahap pertama ini akan membunuh semangat gambar—seolah kamu meminjam "sentuhan pribadi" orang lain.

Tapi kali ini berbeda! Gunakan idemu saja dan tanganmu yang sudah "terlatih" untuk menggambar bentuk umum dari makhluk itu. Lakukan dengan cepat, dan semakin tak dipikirkan, semakin baik. Sebelum tanganmu belajar sendiri—kali ini, biarkan ia menggambar sendiri.

how to draw without reference

Jika kamu sulit membuat sesuatu, atau tidak bisa menemukan ide yang menarik, carilah semacam pola, sesuatu yang acak. Pernahkah kamu melihat kertas dinding atau lantai dan melihat sesuatu yang tak tampak di sana? Pikiran kita piawai dalam soal ini. Manfaatkan itu untuk menemukan ide dan garis dasar dalam setiap kekacauan.

how to draw without reference 2
Santai saja dan lihat—kamu dapat menemukannya di mana-mana!

Sebenarnya kamu tak perlu ide untuk memulai gambar. Gambarlah apa saja, garis acak dan gumpalan kusut. Biarkan pikiranmu melihat sesuatu di dalamnya—yang tak pernah kamu bayangkan. Anggap saja seperti permainan "menghubungkan titik-titik"—amati dan tambahkan garis untuk membuatnya lengkap.

how to draw without reference 3
Tak ada yang lebih jitu mendobrak kebuntuan seni selain menggambar garis acak! Sebentar saja, kamu bisa mencobanya sampai muncul sesuatu yang menarik

Langkah 2

Selamat, tadi itu adalah bagian tersulit! Sekarang, tambahkan anggota badan, semuanya. Kaki, sayap, dan lainnya... Ekor, kalau ada, juga dapat digambar pada tahap ini. Gambarlah dengan cepat dan simpel, tanpa cakar, dan sendi-sendinya pun cukup sekenanya saja. Buatlah agar mengikuti ritme yang kamu tetapkan pada langkah pertama.

how to draw without reference 4

Langkah 3

Pikiranmu sekarang harus mengenali sesuatu dalam bentuk kacau ini, dan ini akan memberimu arah berikutnya. Gunakan kesan ini untuk menghiasi gumpalan besar itu dengan bentuk lebih kecil yang kira-kira menyerupai sesuatu—mungkin tanduk, mungkin siluet sayap, surai, tonjolan, atau pelat keras.

how to draw without reference 5

Langkah 4

Kita masuk ke detail sekarang. Kerlingkan matamu dan sebutkan apa yang kamu lihat. Jika beberapa unsurnya menyerupai sesuatu, tetapi tidak sepenuhnya, perbaiki. Tambahkan detail yang lebih kecil seperti mata, hidung, cakar dengan jari dan kuku, tonjolan kecil di sana-sini. Kamu bisa merapikan sendi-sendinya, dan memperkirakan otot-ototnya, semata-mata agar bentuk badannya tampak.

how to draw without reference 6

Pada tahap ini kamu harus tahu apa yang kamu lihat, meskipun itu mungkin tidak jelas bagi orang lain. Ulangi langkah ini sesuai keperluan sampai kamu yakin dengan semua unsurnya. Tapi, biarkan ia menjadi sketsa lepas—jangan dihapus!

how to draw without reference 7

Satu petunjuk penting. Kamu mungkin mengira hanya ada satu cara untuk menggambarkan idemu dengan tepat, padahal ada ribuan. Tekankan bahwa langkah ini cepat dan mudah dalam rangka menyiapkan keseluruhan sketsa. Jadi kamu hanya perlu memilih salah satu yang "dirasa" paling akurat. Jika kamu hanya menyiapkan satu sketsa, kamu tidak akan tahu apakah itu hasil terbaiknya!

Saat menggambar, nyalakan musik yang sesuai topikmu. Musik orkestra, misalnya, cocok ketika mendesain ksatria, dan irama musik Afrika ketika menggambar predator semacam singa. Alam bawah sadarlah yang sebenarnya berkreasi di sini, jadi bantulah ia dengan segala indra. Saya ingin melihat ekspresi wajah yang serupa dengan yang hendak saya gambar (sekalipun itu naga), agar terasa lebih jelas.

how to draw without reference 8

Temukan Referensimu

Anehnya, kita melewati fase kreasi itu tanpa referensi apa pun! Berkat itu, sketsanya jadi milikmu sepenuhnya, dengan gayamu sendiri, dan kamu mungkin lebih menyukainya dibanding sketsa super halus hasil dari referensi.

Tapi, seperti disebutkan sebelumnya, ini hanyalah jalan pintas. Kita tidak bisa menggambar sesuatu yang tidak kita ketahui. Jika kita tidak tahu rupa cakar serigala, kita perlu referensi—jika tidak, kamu hanya akan menggambar dari pikiranmu saja. Tapi, dengan adanya sketsa dasar, kita jadi tahu referensi apa yang kita butuhkan. Jadi, lihatlah gambarmu, apa saja unsurnya, dan cari bandingannya di dunia nyata.

how to draw without reference 9
Saya mencari foto "kadal bertanduk", "berapi", "bersisik", "berduri", dan lainnya agar desain ini tampak benar.

Jika kamu melakukan cara tradisional ini, kamu harus menyesuaikan idemu dengan referensi. Sekarang kamu menyesuaikan referensi dengan idemu! Apanya yang akan salah?

Karena kamu belum menggunakan referensi untuk anatomi, kamu mungkin membuat beberapa kesalahan. Tugasmu membedakan penggayaan/penonjolan dari miskonsepsi yang merusak. Misalnya, betis yang lebih besar dari paha mungkin tak masalah, tapi perlu keterampilan untuk menggambar persendiannya agar tampak meyakinkan. Jika kamu pemula, gunakanlah solusi yang aman—nanti ke anatomi "gila" lagi setelah kamu punya lebih banyak pengalaman.

Anatomi mungkin bukan satu-satunya hal yang dapat tampak keliru dalam sketsamu. Perbaiki semua yang perlu diperbaiki, tetapi jangan berlebihan. Itulah gunanya referensi—kamu bisa menggambar hal-hal yang tidak pernah kamu pelajari. Gunakan sesuai fungsinya!

Selesaikan Gambar

Saya tidak bisa membantumu lagi sekarang. Ada banyak hal yang bisa kamu lakukan dengan sketsamu! Tapi di sinilah asyiknya. Idenya sudah kuat dan tidak akan hilang, apa pun yang kamu lakukan. Yang penting, kamu dapat menggunakan sketsa ini sebagai dasar untuk tutorial menggambar, seperti prajurit berkuda atau ksatria serigala ini. Lewati saja bagian penyusunan-sketsanya dan belajarlah!

Final creation

Kesimpulan

Menggambar, selama bukan (belum jadi) pekerjaan, mestinya mengasyikkan. Memfokuskan peningkatan memang penting, tetapi itu bisa melemahkan kreativitasmu. Jangan sampai idemu mati di pikiran—sesekali keluarkanlah. Ini akan mengingatkanmu akan tujuan awalmu untuk belajar cara menggambar, dan akan memampukanmu untuk belajar hal yang lebih sulit lagi. Ini juga akan melatih kreativitasmu, keterampilan yang penting dimiliki di bidang ini.

Lalu mengapa belajar, jika kamu dapat menggambar apa saja tanpanya? Semakin banyak referensi dalam pikiranmu, semakin mudah kamu memulai "bentuk umum" dari sesuatu yang nyata, dan menebak detail yang perlu kamu tambahkan agar ia tampak nyata. Ini karena semakin banyak unsur yang kamu ketahui, semakin mudah kamu menemukannya sebelum rampung.

Jadi, lagi-lagi, ini semua soal keseimbangan. Teruslah belajar, tapi jangan lupakan tujuannya. Gunakan sketsa kreatif untuk mengetahui apa yang tidak bisa kamu lakukan, dan fokuslah memperbaikinya. Semoga berhasil!

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Looking for something to help kick start your next project?
Envato Market has a range of items for sale to help get you started.