7 days of PS Actions, graphics, templates & fonts - for free! Unlimited asset downloads! Start 7-Day Free Trial
Advertisement
  1. Design & Illustration
  2. Design Theory

10 Tips Teratas Dalam Membuat Desain Bergaya Retro

Read Time: 11 mins
This post is part of a series called Grease Movie Week.
How to Create the Iconic "T Birds" Jacket Logo From Grease
How to Create a Retro High-School Icon Pack in Adobe Illustrator
This post is part of a series called Top Design Tips.
10 Top Tips for Designing Your Own Business Cards
8 Creative Tips for Creating Your Own Valentine’s Cards

Indonesian (Bahasa Indonesia) translation by Yosef Andreas (you can also view the original English article)

Retro Speech Bubble IconsRetro Speech Bubble IconsRetro Speech Bubble Icons
Icon Gelembung Bicara Retro

Kamu tidak harus hidup dalam sebuah era untuk memahami estetika desainnya. Berikut 10 tips dalam membuat desain bergaya tahun 1950-an yang fantastis, dari ilustrasi hingga icon hingga foto. Kita akan menjelajahi bentuk, warna, pola, tekstur, dan banyak lagi! Mari kita cari tahu apa yang membuat sebuah desain masuk ke dalam gaya retro!

1. Pilih Waktu dan Tempat

Yang satu ini mudah untuk artikel ini: Amerika tahun 1950-an. Prinsip-prinsip artikel ini tetap sama untuk dekade atau era apapun. Setelah kamu mengetahui waktu dan tempat kamu ingin meletakkan karya desainmu, kamu bisa menggambar berdasarkan estetika desain itu untuk menambahkan acuan klasik dan bisa dipahami dalam karyamu.

Pikirkan dengan cara ini: ketika kamu memilih sebuah era untuk dasar inspirasi desain, kamu secara tiba-tiba konteks untuk hadir dalam karyamu.

1950s Kitchen1950s Kitchen1950s Kitchen
Dapur Tahun 1950-an

Mari kita lihat render dapur di atas. Perhatikan warna, pola, tekstur, dan teknologi yang ditampilkan. Kebanyakan setiap hal dalam gambar mengarah ke tahun 1950-an sebagai tema untuk pemandangan ini. Dari lemari mint hingga vinyl merah terang dan aksesoris dapur berwarna chrome, kamu bisa mendapatkan sensasi nyata tentang seperti apa saja desain tahun 1950-an itu.

Dengan memilih "waktu" dan "tempat", kamu dapat membuat konteks desain bagi penonton, yang memberikan lebih banyak pekerjaan ketika mencari sumber inspirasi dalam karya yang berpusat pada sebuah era.

2. Pertimbangkan Palet Warna

Palet warna sendiri bisa mengubah sebuah desain modern menjadi sesuatu yang bergaya masa lampau. Dalam desain tahun 1950-an, warna-warna seringkali diredam, dan tonal merah, warna muda, warna mint, dan warna kelabu tua sering digunakan. Penggunaan warna-warna ini di dalam desainmu sangat bermanfaat jika kamu mencoba membuatnya terinspirasi dari dekade tersebut untuk ditunjukkan ke penonton atau klien.

An example of a retro-inspired paletteAn example of a retro-inspired paletteAn example of a retro-inspired palette
Contoh palet bergaya retro.

Perhatikan contoh warna di atas dan seberapa banyak contoh warna muda, kuning-oranye, merah, dan warna netral. Palet ini terinspirasi oleh gambar pertama di dalam artikel ini dan merupakan titik awal yang bagus untuk beberapa warna yang sering digunakan dalam dekade tersebut. Perhatikan walaupun ada beberapa warna cerah, kamu tidak akan bisa menemukan palet berwarna jenuh dan terisi dengan warna pelangi seperti era 60-an, atau terisi dengan pastel dan neon seperti tahun 1980-an.

Kamu akan melihat petunjuk beberapa hal yang akan hadir, namun sensasi desain dalam dekade ini lebih dekat dengan era Art Deco tahun 1920-an dibandingkan dengan estetika desain psychedelic dalam dekade berikutnya. Penting juga untuk dicatat bahwa tergantung pada dimana kamu berada di dunia, palet warna untuk era tertentu mungkin berbeda.

3. Berkerja Dengan Bentuk Yang Sesuai

Gambar di bawah merupakan contoh yang bagus mengenai jenis bentuk yang umum digunakan dalam desain grafis tahun 1950-an. Banyak sudut melengkung dan sudut pandang tajam yang menyenangkan mengarah ke lebih banyak desain atau salinan sebuah iklan. Banyak sudut melengkung dan sudut pandang tajam yang menyenangkan mengarah ke lebih banyak desain atau salinan sebuah iklan.

Retro Speech Bubble IconsRetro Speech Bubble IconsRetro Speech Bubble Icons
Icon Gelembung Bicara Retro

Cahaya banyak digunakan sebagai penanda dalam tahun 1950-an. Perhatikan seberapa banyak elemen desain ini digunakan di atas. Logam, chrome, logam dicat, lampu, dan sumber lainnya yang sebelumnya didapat dalam usaha perang tiba-tiba bebas digunakan dalam periklanan, produk, dan berbagai industri terkait dengan desain dan desainer.

Kamu juga akan melihat bentuk-bentuk ini dalam produk dan berbagai teknologi dari dekade tersebut. Pikirkan tentang dapur yang kita lihat sebelumnya dan lihat betapa melengkungnya sudut-sudut meja, kulkas, dan kotak roti. Jika tepi-tepi tersebut berbentuk kotak, dapurnya akan tampak jauh lebih modern daripada gaya imut dan aneh era 50-an.

Bentuk gaya lainnya untuk diperhatikan ditemukan dengan berbagai gaya angka empat sisi. Itu bukan semua persegi panjang dan bujur sangkar di dalam gelembung bicara di atas. Namun, ada berbagai obyek bersudut, beberapa asimetris dan beberapa seperti berlian. Seiring kita melalui daftar elemen desain ini, saya akan membuat catatan tambahan bentuk-bentuk umum yang digunakan sepanjang dekade ini.

4. Gunakan Pola Dalam Desain Retro

Pengaturan pola digunakan dalam berbagai desain di tahun 1950-an. Dari tekstil hingga wallpaper hingga kertas catatan, pola dimaksudkan untuk melengkapi desain dunia di sekitarnya. Jika sebuah kursi dilapisi bahan berpola, kemungkinan karpet, pengganjal kaki, dinding, lampu, serta furnitur dan aksesoris lainnya di sekitar itu akan mencocokkan beberapa warna atau bentuk di dalamnya.

Pola geometris berada di dalam gaya. Dalam gambar di bawah, saya telah mengumpulkan beberapa contoh pola bergaya retro yang memanfaatkan sudut, lingkaran, dan elemen desain seperti kilauan. Perhatikan juga palet warnanya: banyak warna merah, mint, dan netral lagi.

Set of Retro Geometric Seamless Background PatternSet of Retro Geometric Seamless Background PatternSet of Retro Geometric Seamless Background Pattern
Kumpulan Pola Background Mulus Bergaya Geometris Retro

Kilauan, ornamen, angka empat sisi, dan elemen alam merupakan pola umum yang digunakan dalam desain retro. Jika kamu membuat ilustrasi sebuah ruangan, sebagai contoh, atau sebuah gambar fashion, dengan mengetahui jenis elemen apa yang akan ditemukan di dalam pola menghindarkan desain dari terlihat tidak pada tempatnya (atau tidak pada waktunya).

5. Berikan Beberapa Tekstur Pada Desain

Sebuah cara umum dalam memberikan sentuhan retro instan pada sesuatu adalah dengan mencantumkan beberapa jenis tekstur. Apakah itu kertas, tampilan foto lama, atau beberapa jenis kain seperti wol, menambahkan tekstur ke sebuah gambar membuatnya tampak lebih nyata atau bahkan tua.

Jika penonton merasa seolah mereka menemukan desainmu di dalam sebuah loteng atau seolah mereka bisa menggapai dan menyentuhnya karena itu tidak tampak seperti buatan digital, kamu jauh lebih dekat ke membuat estetika desain vintage dibandingkan jika kamu meninggalkan tekstur di situ.

Walaupun cara termudah untuk membuat karya seni dengan tekstur adalah menggunakan media tradisional (kanvas, tekstil, dan kertas menjadi basis yang fantastis untuk karya seni bertekstur), penggunaan tekstur yang dibuat secara digital atau dipindai bisa juga mengubah sebuah desain modern menjadi retro.

Retro Wall TextureRetro Wall TextureRetro Wall Texture
Tekstur Dinding Retro

Perhatikan tekstur di atas dimana tampilan tekstilnya umum di masa lampau. Dengan melakukan riset mengenai jenis bahan apa saja yang umum dalam dekade yang ingin kamu tempatkan dalam estetika desain akan memberikan keajaiban dalam memberikan konteks dalam benak penonton.

6. Gunakan Font dan Gaya Tipografi yang Sesuai

Kita telah memiliki pratinjau gaya desain tipografi tahun 50-an dengan tanda balon bicara yang digunakan untuk mendiskusikan bentuk. Perhatikan icon dan desain kartu Valentine berikut, jelas sekali itu font serif, font script, dan font sans-serif dengan peningkatan kecil. Yang paling mudah dikenali, jenis font ini mengingatkan saya akan bordiran yang akan kamu temukan dalam jaket universitas atau desain tipografi lainnya yang terkait universitas.

Retro Valentines Typography CardsRetro Valentines Typography CardsRetro Valentines Typography Cards
Kartu Tipografi Valentine Retro

Kamu tidak akan menemukan banyak gradient di dalam tipografi seperti ini. Alih-alih itu memiliki banyak outline, gaya cetak offset, dan elemen grafis tambahan. Ini kemungkinan dikarenakan teknologi pada masa tersebut dan banyak karya desain cetak dicetak pada layar, dicetak pada lino, dan dilakukan pada mesin cetak.

Retro Valentines Typography CardsRetro Valentines Typography CardsRetro Valentines Typography Cards
Kartu Tipografi Valentine Retro

Sumber inspirasi tipografi lainnya bisa ditemukan dalam papan nama dan periklanan. Pertimbangkan meja makan klasik, lampu neon, garis-garis halus pada mobil, dan huruf lontar seringkali digunakan untuk menangkap perhatian konsumen. Semua inspirasi ini bisa ditemukan dalam berbagai desain tipografis retro dan seringkali menjadi titik awal yang bagus untuk referensi ketika membuat gaya desain ini.

7. Gunakan Perumpamaan Yang Sesuai Dengan Era Tersebut

Saya telah menyebutkan berbagai elemen yang berkontribusi pada perumpamaan yang sesuai dengan era, dan saya kira gambar di bawah menunjukkan beberapa contoh dengan cukup baik. Perhatikan tekstur vector, gaya ornamen, yang font script, warna, tampilan cetak layar, dan tampilan elemen kilauan.

Vintage style Merry Christmas illustrationVintage style Merry Christmas illustrationVintage style Merry Christmas illustration

Bukan berarti semua elemen ini selalu diperlukan, karena itu yang membuat sebuah desain tampak dibuat seperti di tahun 1950-an (walaupun bukan sebagai grafis vector, tentu saja). Desain itu sendiri tidak mengkhianati desainer untuk desain mereka yang anakronistik, dan sebagai gantinya tampak sesuai dengan era.

Perumpamaan lainnya untuk dipertimbangkan mungkin mencakup elemen restoran makan retro, rok pudel, jaket kulit, makeup era tersebut, sisir plastik, mobil, dan berbagai elemen pakaian, semuanya yang akan kita diskusikan sedikit lebih mendalam di bawah.

Jika kamu membuat sesuatu yang sedikit menjadi pengingat tahun 1950-an daripada sesuatu yang tampak seolah itu dibuat tahun 1950-an, maka silahkan mengambil dan memilih elemen dari kemarin dan hari ini. Jika kamu mengilustrasikan sebuah gambar yang menunjukkan orang dalam setting tertentu, sebagai contoh, dunia mereka perlu dicocokkan dengan era dimana kamu menempatkannya, dan kamu perlu mengetahui jenis gambar apa yang dibuat pada waktu tersebut juga bagaimana tampilan orang atau tampilan pakaian atau yang mereka lakukan saat itu.

8. Gunakan Teknologi Yang Sesuai Dengan Era

Ini salah satu hal besar dan berdampingan dengan perumpamaan era yang sesuai. Jika kamu membuat ilustrasi kartu ucapan yang memuat seorang wanita berbicara di telepon dan itu harusnya menjadi ibu rumah tangga era 1950-an, kemungkinan dia tidak akan menggunakan telepon tombol atau telepon tanpa kabel, karena itu tidak ada pada masa tersebut. Sebagai gantinya, dia akan menggunakan telepon putar seperti ilustrasi vector di bawah.

Retro Red PhoneRetro Red PhoneRetro Red Phone
Telepon Merah Retro

Walaupun anakronisme bisa diarsip di bawah "ijin seniman" apakah mereka cocok atau tidak dalam sebuah desain, jika klienmu mengharapkan sesuatu hanya untuk memuat teknologi era tertentu (seperti dapur retro dari awal artikel ini), maka mencantumkan sebuah microwave, yang tidak ada dalam peralatan rumah tangga di seluruh Amerika hingga akhir 1960-an, akan menjadi kesalahan besar.  Bahkan jika itu tampak konyol, dengan mengetahui jenis teknologi apa yang berada dalam sejarah bisa menaikkan karya desainmu.

9. Pakaian dan Gaya Rambut Untuk Dekade Tersebut

Sementara mungkin sulit untuk menunjukkan gaya rambut yang akan menentukan dekade kita sekarang (kita terlalu dekat dengan itu), ketika kamu melihat balik kemungkinan gaya tertentu akan muncul di benakmu. Rambut bisa membentuk atau merusak sebuah ilustrasi atau desain suatu era tertentu yang coba kamu buat. Rambut bisa membentuk atau merusak sebuah ilustrasi atau desain suatu era tertentu yang coba kamu buat.

Dalam hal rambut wanita tahun 1950-an, pikirkan tentang gelung victory rolls, topi ketat, ekor poni, dan rambut kepang (kita belum berada dalam area Hairspray, namun kita akan menuju ke situ).  Rambut di tahun 1950-an dipikirkan sebagai "disusun".

DJ disco pin-up girl rocking out to retro vinylDJ disco pin-up girl rocking out to retro vinylDJ disco pin-up girl rocking out to retro vinyl
Gadis Pin-up

Pria menggunakan gaya rambut pendek dengan pomade atau minyak rambut lainnya. Pikirkan James Dean dan Elvis Presley dengan gaya rambut pompadour atau seberapa populernya rambut belah pinggir yang konservatif.  Membuat ilustrasi gaya rambut bob asimetris atau berkerut, gaya rambut 80-an akan tampak tidak pada tempatnya kecuali jika kamu menggambar seorang pengelana waktu yang fantastis.

Kemudian kita tiba pada pakaian! Pakaian menggabungkan ide bagus dari tip sebelumnya: warna, pola, bentuk, rambut, dan perumpamaan.  Dari potongan gaun atau jas hingga bahan pembuatnya, pakaian bisa membentuk atau merusak sebuah desain dalam konteks yang sesuai.

Ambil contoh gaun di bawah.  Mereka bergaya 1950-an dengan rok tulle untuk membuat rok tampak besar dan mengembang, aksesoris mutiara dan pita kepala untuk memastikan para wanita di bawah tampak seragam, dan detail sederhana seperti sabuk atau kalung.

three young woman in bright colour dressesthree young woman in bright colour dressesthree young woman in bright colour dresses
Tiga Wanita Dalam Gaun Berwarna Cerah

Untuk pakaian pria, kita bisa melihat berbagai gaya: jas wol, topi fedora, sepatu ujung sayap, dan jaket kulit semuanya dibuat untuk berbagai jenis pakaian pantas.  Pikirkan Elvis dan Frank Sinatra: dua pria yang sangat berbeda, namun keduanya memiliki gaya ikonik untuk dekade tersebut (dan setelahnya).

Tentu saja ada banyak variasi tergantung pada orang yang kamu ilustrasikan dan dimana mereka tinggal, namun dengan memiliki beberapa panduan dan istilah pencarian untuk memulai riset ke dalam pembuatan desain yang sesuai dengan era harusnya sangat membantu dalam mendesain ilustrasi toko soda yang sempurna!

10. Biarkan Musik Menginspirasimu!

Periksa musik pada dekade tersebut dan perumpamaan yang sesuai dengan itu. Desain album selalu menjadi sumber yang bagus untuk inspirasi, tidak peduli apa dekadenya. Ketika kamu ingin menempatkan karyamu dalam dekade tersebut atau jika kamu mengerjakan sebuah desain album yang terinspirasi di masa lampau, cara apa yang lebih baik dalam mendesain daripada dengan melihat balik hal sebenarnya?

Sebagai contoh desain bergaya retro, lihat poster band di bawah. Sementara itu mungkin menampilkan beberapa gaya dan teknologi desain modern, desain tipografis dan penggunaan tekstur sempurna untuk gaya desain album akhir 1950-an.

Folk FlyerPosterFolk FlyerPosterFolk FlyerPoster
Poster/Pamflet Folk

Periksa album Dave Brubeck Quartet Time Out, yang dirilis tahun 1959. Perhatikan desain tipografis dan betapa miripnya jarak dan penempatan dengan poster bergaya retro di atas.

Untuk beberapa contoh lainnya, lihat album Frank Sinatra Songs for Young Lovers, dirilis tahun 1954, dan album debut Little Richard, Here's Little Richard, dari tahun 1957. Perhatikan penggunaan font dalam sampul album Sinatra dan betapa miripnya itu dengan poster di atas. Sebagai tambahan, gaya berpakaian yang ditampilkan dalam album Sinatra serupa dengan tips kita sebelumnya.

Jika kita kembali ke album Little Richard, kamu akan menyadari bahwa walaupun album itu sendiri penuh warna, fotonya berformat hitam putih; batasan teknologi pad era tersebut! Sementara gambar berwarna mungkin pada saat itu, fotografi hitam putih jauh lebih hemat pada masa itu. Itu berlanjut hingga dekade berikutnya dimana semuanya, dari foto menjadi film, sangat meledak dengan gambar berwarna yang terjangkau. Semakin banyak kamu belajar tentang sejarah seni dan desain, semakin efektif karyamu bergaya retro!

Mari Kita Jabarkan!

Sekarang setelah kita melalui semua dari sempuluh tips teratas dalam membuat desain retro yang bagus, perhatikan daftar periksa berguna ini:

  1. Pilih waktu dan tempat untuk desainmu. Dengan melakukan itu memberikan konteks untuk sebuah gambar bagi kamu dan penonton.
  2. Pertimbangkan palet warna. Dengan memilih palet yang benar, terinspirasi oleh dekademu, bisa menghidupkan sebuah desain!
  3. Berkerja dengan bentuk yang sesuai dengan era tersebut. Ketika kamu membuat desain dengan bentuk populer dari era tersebut, kamu mengumpulkan estetika ke dalam pikiran penonton.
  4. Gunakan pola dan gaya pola yang umum digunakan dalam era yang kamu pilih.
  5. Berikan beberapa tekstur pada desain. Tekstur foto, kertas, dan tekstil menambahkan banyak gaya desain tekstur.
  6. Gunakan font dan gaya tipografi yang sesuai. Barangkali lakukan riset tentang font apa yang populer dan font apa yang dibuat ketika kamu memiliki gambaran jelas tentang apa yang akan digunakan.
  7. Gunakan perumpamaan yang sesuai dengan era tersebut. Bersamaan dengan bentuk dan pola, perumpamaan subyek juga bisa membuat desain retro yang bagus.
  8. Gunakan teknologi yang sesuai dengan era. Mencocokkan teknologi dekade tersebut pada desainmu memberikan konteks bagi penonton dan semakin sering kamu berkerja pada level kreatif.
  9. Pakaian dan gaya rambut dekade. Perhatikan gaya rambut dan gaya berpakaian yang populer untuk membantu menjelaskan dekademu.
  10. Biarkan musik menjadi panduanmu! Periksa gaya desain populer dalam sampul album untuk menjelajahi lebih jauh tentang kebudayaan pop dan desain dalam area pilihanmu.
Advertisement
Did you find this post useful?
Want a weekly email summary?
Subscribe below and we’ll send you a weekly email summary of all new Design & Illustration tutorials. Never miss out on learning about the next big thing.
One subscription.
Unlimited Downloads.
Get unlimited downloads