Unlimited WordPress themes, graphics, videos & courses! Unlimited asset downloads! From $16.50/m
Advertisement
  1. Design & Illustration
  2. Drawing
Design

Bagaimana Belajar Menggambar: Tahap Dua, Presisi

by
Difficulty:BeginnerLength:MediumLanguages:
This post is part of a series called How to Learn to Draw.
How to Learn to Draw: Stage One, Manual Skills
How to Learn to Draw: Stage Three, Visual Database

Indonesian (Bahasa Indonesia) translation by Irsyad Rafsadie (you can also view the original English article)

Final product image
What You'll Be Creating

Kamu dapat menggambar, kamu tahu itu. Kamu dapat memegang pensil, kamu dapat mengarahkan garis, tetapi entah mengapa garis-garis itu seperti tak mau menurutimu. Selama kamu menggambar sesuatu yang tidak memerlukan ketepatan, sesuatu yang kacau, tidak ada masalah. Tapi sekali kamu menggambar dari suatu acuan, proporsinya begitu jauh sampai-sampai menakutkan.

Mengapa ini terjadi? Apa ada yang salah denganmu? Matamu baik-baik saja, tanganmu baik-baik saja... kenapa kamu tidak bisa menggambarkan apa yang kamu lihat? Itu tampak begitu mudah!

Banyak hal yang kita lakukan dalam hidup tampak mudah karena sudah otomatis bagi kita. Tapi jika kamu berusaha menjelaskannya kepada seseorang yang tidak pernah melakukannya, kamu akan sadar betapa rumitnya itu. Cobalah fokus pada langkahmu saat berjalan!

Automasi itu luar biasa—membuatmu dapat melakukan hal-hal tertentu dengan mudah dan hampir seperti ajaib. Tapi, untuk mencapai situasi ini, kamu harus mengupayakannya. Ketika pertama kali belajar cara mengemudi, ada banyak hal yang harus diperhatikan sampai kamu kewalahan. Tetapi setelah berlatih kamu dapat mengobrol dan mendengarkan radio saat mengemudi, dan kamu masih bisa memerhatikan para pejalan kaki.

Seniman profesional membuat gambar nampak mudah, tetapi itu karena sebelumnya mereka sudah melalui masa-masa sulitnya. Ketika kamu memaksakan diri untuk menggambar hal-hal rumit berulang kali, dan hasilnya tidak seperti yang diharapkan, itu karena kamu mengabaikan fakta sederhana ini—kamu harus mempelajari cara melakukannya untuk dapat melakukannya

Ini adalah bagian kedua dari seri dasar-dasar menggambar. Di bagian pertama kita mempelajari cara mengontrol alat agar tidak mengganggu latihanmu nanti. Kalau kamu masih terkendala dengan itu, jangan mulai bagian ini sebelum menyelesaikan bagian sebelumnya! Penting sekali untuk melakukannya sesuai kecepatanmu sendiri. Kembalilah ke sini lagi setelah kamu benar-benar siap, jika tidak, kamu akan membuatnya lebih sulit daripada yang seharusnya.

Begitu pun jika kamu baru dalam seri ini dan merasa kamu tidak perlu berlatih keterampilan manual murni, bacalah bagian pertama itu. Kamu akan mendapati pengantar dan kiat umum yang sangat  penting tentang belajar.

Apa yang Perlu Dipelajari

Ada hal-hal yang kamu pelajari secara sadar, hal-hal yang dapat dijelaskan sepenuhnya. Gambar presisi bukanlah salah satunya. Ia adalah salah satu "kecakapan pikiran", artinya ia dipelajari oleh pikiranmu dan bukan secara sadar olehmu. Misalnya, sewaktu kecil kamu belajar bagaimana cara kerja perspektif. Karenanya, sekarang kamu tidak takut melihat dunia yang terus bergerak dan berubah ukuran saat kamu bergerak. Tapi apakah kamu, secara sadar, tahu kaidah perspektif?

"Kecakapan pikiran" ini sangat mudah dipelajari—dan sekaligus sangat sulit. Ia sulit karena kamu tidak dapat mempelajarinya secara sadar. Kamu tidak dapat membaca buku tentang itu, dan kamu tidak dapat mendengarkan ceramah, pulang ke rumah dan lalu mengetahuinya. Kamu tidak dapat mempelajarinya—hanya pikiranmu yang bisa melakukannya.

Dan cara terbaik bagi pikiran untuk belajar adalah melalui pengulangan. Begitulah sederhananya. Kamu hanya perlu berlatih, dan banyak berlatih, sampai mulai menjadi otomatis. Itu tandanya pikiranmu sudah mulai menguasainya! Mudah, bukan?

Nah, jika semudah itu, kamu mungkin sudah ahli menyalin gambar acuan. Sudahkah kamu melatihnya berkali-kali? Keterampilan manualmu pasti berkembang, tetapi kendala yang kamu alami dengan proporsi belum terpecahkan. Itu karena kamu melakukan berbagai jenis latihan pada saat yang bersamaan. Bahkan jika kamu beranjak ke salah satu tahapnya, itu tidak begitu terlihat karena kesalahan lain.

Inilah tujuan tahap ini. Saya akan tunjukkan latihan sederhana, masing-masing berfokus pada bagian agak lain dari kendala ini. Dengan begitu kamu akan melihat perkembanganmu, dan meskipun gambar-gambar itu tidak akan mengundang decak kagum, kamu akan dapat meneruskan keterampilan yang diperoleh di sini untuk karya "nyata"-mu—bukan hanya untuk menyalin acuan, tetapi untuk semuanya!

Apa yang perlu kamu ingat saat berlatih:

  • Jangan lupa bahwa kamu melakukan ini karena kamu memang ingin. Tidak ada yang memaksamu, dan kamu tidak diwajibkan untuk menggambar dengan baik.
  • Wajar-wajar saja jika hasilnya buruk. Kamu sedang belajar! Kalau kamu berharap gambarmu akan bagus setiap saat, mengapa kamu belajar? Yang salah bukan hasilnya, tetapi ekspektasimu tentang hal itu.
  • Setiap latihan didasarkan pada keterampilan yang diperoleh di tahap sebelumnya. Karena itu, yang terakhir mungkin sulit dilakukan sampai kamu berlatih lebih banyak lagi. Jangan memaksakan diri—tenang saja. Terlalu ambisius malah dapat memperlambat kemajuanmu!
  • Ini perlu waktu. Tidak perlu lama dalam setiap harinya (lihat bagian sebelumnya untuk penjelasan selengkapnya), tetapi ini harus menjadi latihan rutin yang konstan.
  • Mungkin ada kalanya kamu merasa tidak nyaman. "Peregangan mental" yang kamu rasakan itu adalah tanda bahwa kamu menggerakkan "otot-pikiran" yang lama tidak digunakan. Ini mungkin tak mengenakkan, dan aneh, tetapi ini menandakan bahwa kamu sedang belajar sesuatu yang baru! Belajarlah menerima perasaan ini, dan jangan menjadikannya alasan untuk melakukan sesuatu yang lebih menyenangkan.
  • Jangan dulu menggambar hal-hal serius untuk beberapa waktu. Dengan begitu kamu tak akan kecewa (jika kamu berharap menjadi jauh lebih baik setelah satu sesi latihan), dan kamu akan mendapat kejutan yang menyenangkan setelah kamu siap.
  • Selalu mulai setiap sesi dengan pemanasan, juga dijelaskan di bagian sebelumnya.
  • Gunakan garis kontinyu hanya untuk bentuk kecil. Untuk menggambar dalam skala yang lebih besar, gunakan "garis lembut" yang dijelaskan di bagian sebelumnya.

1. Ukur Jarak Antar Titik

Mari kita mulai perlahan. Gambar dua titik dengan jarak acak di antara keduanya. Lalu gambar titik lain, coba beri jarak yang sama. Ulangi berkali-kali dengan berbagai arah, dan jangan ragu untuk menggunakan garis diagonal juga. Coba jarak yang berbeda setiap kali kamu melakukan latihan ini. Semakin jauh jaraknya, semakin menantang latihannya.

Draw dots with the same distance between

Latihan ini:

  • adalah "pemanasan" agar pikiranmu menguasai proporsi
  • difokuskan untuk melihat jarak, dasar dari proporsi
  • sangat sederhana bentuknya—hanya ada satu jenis kesalahan yang dapat kamu buat di sini!
how to draw proportions precise lines copy references 1

2. Salin Panjang Garis

Buat garis panjang secara acak. Kemudian cobalah menggambarnya sekali lagi di bawah aslinya. Setelah satu kolom selesai, ulangi pada sisi-sisinya. Garis-garisnya tidak perlu sempurna (punya saya pun tidak!), tapi jika menggambarnya terlalu keras, itu pertanda kamu belum menyelesaikan tahap pertama.

how to draw proportions precise lines copy references 2

Latihan ini:

  • tidak hanya soal melihat jarak, tetapi juga mereplikasinya
  • kerahkan tangan, mata, dan pikiranmu secara bersamaan
  • kembangkan latihan dari tahap pertama tentang mengendalikan garis
how to draw proportions precise lines copy references 3

3. Ukur Jarak Antara Garis Yang Sama Panjang

Buat garis yang panjangnya acak, lalu gambar sekali lagi. Ulangi prosesnya, menggunakan jarak yang sama yang muncul antara dua garis pertama. Makin panjang garis dan jaraknya, makin sulit pula latihannya.

how to draw proportions precise lines copy references 4

Latihan ini:

  • adalah level lain dari dua latihan sebelumnya
  • meregangkan otot-pikiranmu secara intensif, karena kamu memproses dua jarak di saat yang sama. Jangan khawatir!
how to draw proportions precise lines copy references 5

4. Gambar Silang: Kotak

Kita menambah kecepatan sekarang, jadi jangan khawatir jika kamu mulai kehabisan napas. Permulaan pasti sulit!

Buat garis panjang acak, lalu silangkan di tengah dengan garis lain dengan panjang yang sama. "Tutup" silangan garis itu dengan garis lainnya. Makin mirip persegi, makin bagus. Lakukan hal yang sama dengan silangan yang diputar (45 derajat).

how to draw proportions precise lines copy references 6

Latihan ini:

  • mengindikasikan kemajuanmu (seberapa persegi kotaknya)
  • mengasah keterampilan manualmu dengan menggambar kotak
  • memperkenalkanmu pada sudut
how to draw proportions precise lines copy references 7

5. Menggambar Bintang: Lingkaran

Buat garis panjang acak. Silangkan dengan garis yang sama panjang, tetapi dengan sudut 45 derajat. Tambahkan garis lain, dengan putaran 45 derajat lagi. Terus lanjutkan sampai kamu punya empat garis yang saling menyilang. Tutup bintangnya dengan lingkaran—semakin banyak garis yang disentuhnya, semakin baik.

how to draw proportions precise lines copy references 8

Latihan ini:

  • mengindikasikan kemajuanmu (jika semua garis menyentuh lingkaran)
  • sangat kompleks: perlu melihat jarak, menyalin jarak, melihat sudut, dan menyalin sudut
  • mengembangkan keterampilan manualmu dengan menggambar lingkaran
how to draw proportions precise lines copy references 9

6. Salin Kotak dan Lingkaran

Gambar sebuah lingkaran, lalu persegi dengan ukuran serupa di bawah ini. Salin lingkaran dan perseginya, usahakan agar ukurannya sama semua. Ingat: jika terlalu sulit, gambar bentuknya dengan "lembut", dengan garis yang berulang-ulang.

how to draw proportions precise lines copy references 10

Latihan ini:

  • mengembangkan keterampilan manualmu dengan menggambar lingkaran dan kotak
  • memperkenalkan konsep "ukuran umum" (panjang yang beragam digabungkan untuk membuat suatu bentuk)
  • melatih "ketepatan kompleks"—ini adalah langkah pertama untuk menyalin bentuk yang lebih rumit
how to draw proportions precise lines copy references 11

7. Membuat Skala Kotak dan Lingkaran

Gambarlah sebuah lingkaran, lalu gambarlah salinannya yang lebih kecil. Lakukan hal yang sama dengan kotak.

how to draw proportions precise lines copy references 12

Latihan ini:

  • mengembangkan keterampilan manualmu dengan menggambar lingkaran dan kotak
  • adalah langkah pertama untuk membuat skala gambar acuan
how to draw proportions precise lines copy references 13

8. Salin Bentuk Gabungan

Kini saatnya menggabungkan semua keterampilan yang kamu pelajari dalam satu latihan kompleks, mensimulasikan apa yang akan kamu lakukan saat menggambar suatu acuan.

Gambar kombinasi berbagai bentuk: kotak, lingkaran, persegi panjang, garis. Kemudian salin gambarnya seakurat mungkin.

how to draw proportions precise lines copy references 14

Latihan ini:

  • menggabungkan semua keterampilan yang dipraktikkan sebelumnya
  • merupakan simulasi penyalinan acuan dengan skala 1: 1
how to draw proportions precise lines copy references 15

9. Salin dan Skalakan Bentuk Gabungan

Sekali lagi, gambar kombinasi berbagai bentuk. Kali ini jangan langsung menyalinnya; tapi, skalakan semua komponennya dengan derajat yang sama.

how to draw proportions precise lines copy references 16

Latihan ini:

  • menggabungkan semua keterampilan yang dipraktikkan sebelumnya
  • adalah simulasi penyalinan berskala—yang biasanya rentan kehilangan proporsi
how to draw proportions precise lines copy references 17

10. Salin dan Putar Bentuk Gabungan

Buat kombinasi berbagai bentuk. Salin semua komponennya, kali ini putar semuanya dengan derajat yang sama. Lakukanlah dengan hati-hati!

how to draw proportions precise lines copy references 18

Latihan ini:

  • menggabungkan semua keterampilan yang dipraktikkan sebelumnya
  • melatihmu untuk melihat proporsi bahkan dalam acuan yang terdistorsi
how to draw proportions precise lines copy references 19

11. Salin, Skala, dan Putar Bentuk Gabungan

Buat kombinasi berbagai bentuk. Salin komponennya, ubah semuanya dengan dua cara: penskalaan dan rotasi. Anehnya, kamu mungkin merasa ini lebih mudah daripada latihan sebelumnya!

how to draw proportions precise lines copy references 20

Latihan ini:

  • melibatkan semua jenis otot-pikiran
how to draw proportions precise lines copy references 21

12. Salin, Skala, dan Putar Bentuk Halus

Mari kita selesaikan sesi ini dengan aksen yang sangat kuat. Gambar bentuk yang sederhana dan halus. Transformasikan dengan semua cara: salin 1:1, skala, putar, dan gabungkan transformasinya.

how to draw proportions precise lines copy references 22

Latihan ini:

  • sangat sulit!
  • melibatkan semua jenis otot-pikiran
  • adalah latihan akhir yang bagus—jika semua latihan sebelumnya membosankan, yang satu ini akan tetap menantang
how to draw proportions precise lines copy references 23

Kerja Bagus!

Demikianlah tahap kedua. Bertahanlah di tahap ini lebih lama—latihan-latihan di atas tidaklah mudah, dan semakin sulit itu bagimu, semakin penting untuk melatihnya. Beri waktu sebanyak yang kamu perlu, dan bahkan lebih dari itu!

Bagaimana kamu bisa tahu kapan bisa berhenti? Jika latihan-latihan ini sudah membosankan, tapi bukan bosan yang tidak menyenangkan—melainkan bosan karena saya-bisa-melakukannya-dengan-mata-tertutup.

Langkah berikutnya setelah menguasainya adalah menggambar dari acuan. Tapi, ingat itu bukan berarti sepele. Itu tergantung seberapa tekun kamu dalam berlatih di tahap ini, dan apa yang kamu pelajari darinya.

Jadi, demikianlah tentang menggambar dari acuan. Berikutnya kita akan belajar menggambar dari imajinasi!

how to draw proportions precise lines copy references 24
Kamu dapat mencetak gambar ini untuk pengingat cepat dari semua latihan
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Looking for something to help kick start your next project?
Envato Market has a range of items for sale to help get you started.