Students Save 30%! Learn & create with unlimited courses & creative assets Students Save 30%! Save Now
Advertisement
  1. Design & Illustration
  2. Affinity Designer
Design

6 Tools Affinity Designer Yang Harus Anda Gunakan Saat Ini

by
Difficulty:BeginnerLength:LongLanguages:

Indonesian (Bahasa Indonesia) translation by Imam Firmansyah (you can also view the original English article)

Selamat datang kembali ke artikel Affinity Designer lainnya, di mana kita akan melihat lebih dekat pada enam alat yang harus Anda tambahkan ke gudang senjata Anda sekarang. Jadi, dengan asumsi Anda telah menuangkan secangkir kopi segar, duduklah di kursi tua yang terpercaya itu dan mari memulainya!

Sebelum memulai, saya ingin sejenak dan mengakui bahwa saya baru menggunakan Affinity Designer selama satu tahun atau lebih sekarang, tetapi saya perhatikan bahwa semakin banyak waktu yang saya habiskan untuk bermain dengannya, semakin saya menyadari kekuatan mentah perangkat lunak kecil ini.

Sekarang, jika Anda baru saja mulai menggunakannya sendiri, maka daftar ini harusnya agak sedikit membantu, karena saya membahas beberapa tools dan fitur yang lebih tersembunyi yang mungkin tidak Anda perhatikan, dan saya masuk sedalam mungkin untuk menggambarkan dan menyajikan cara mereka bekerja.

Ingin belajar cara menggunakan Affinity Designer? Mengapa tidak mengecek salah satu dari banyak program video kami di Envato Tuts+.

Jadi, tanpa membuang waktu lagi, mari langsung melompat ke dalamnya!

1. Tool The Corner

Tool pertama pada daftar kecil kami ada hubungannya dengan penyesuaian sudut, dan percaya atau tidak, setelah Anda mulai menggunakannya dan mencari tahu seberapa bergunanya, Anda tidak akan pernah ingin melepaskannya dari gudang senjata Anda.

Saya sedang berbicara tentang Corner Tool, yang secara default dapat ditemukan di panel Tools, atau Anda dapat dengan cepat memilihnya menggunakan pintasan keyboard C.

corner tool location

Segera setelah tool dipilih, perangkat lunak akan mengaktifkan kustom Context Toolbar, yang terletak di bagian atas antarmuka, di mana Anda dapat melakukan hal-hal seperti menyesuaikan Corner Type dan Radius sudut bentuknya. Secara default, opsi menjadi abu-abu, karena Anda harus memiliki bentuk aktual yang dipilih untuk melakukan penyesuaian.

corner tool context toolbar example

Jadi mari kita asumsikan kita memiliki elips berbentuk alpukat, dan kita ingin menyesuaikan ujung runcingnya dengan membuatnya bulat.

example of shape that will be adjusted using the corner tool

Sekarang, inilah bagian yang keren, karena kita dapat melakukannya dengan menggunakan dua pendekatan yang berbeda.

Yang pertama adalah metode klik-dan-seret berbasis mata, di mana Anda memilih node ujung, dan kemudian tahan dan seret ke arah dalam sampai Anda puas dengan hasilnya. Saat Anda mengarahkan kursor ke node, kursor Anda akan secara otomatis beralih ke keadaan yang berbeda, menunjukkan bahwa Anda dapat menyesuaikan sudut masing-masing, memberi Anda satu set panduan visual saat Anda melakukan penyesuaian.

corner tool adjustment using the click-and-drag method

Segera setelah Anda melepaskan node-nya, perangkat lunak akan membuat penyesuaian yang ditunjukkan, mengubah jenis Corner typedari None ke Rounded.

example of corner type changing when making shape adjustments

Masalah dengan metode klik-dan-seret ini adalah bahwa Anda tidak memiliki banyak kendali atas nilai Radius seperti yang Anda inginkan, karena sebagian besar waktu Anda akan berakhir dengan angka desimal, bukan yang bulat, yang mungkin berakhir dengan memecahkan proyek piksel Anda yang sempurna.

Itulah yang terjadi, saya sarankan Anda selalu menggunakan metode kedua, yang bergantung pada kotak input Radius karena Anda dapat memilih node yang ingin Anda sesuaikan dan kemudian cukup masukkan nilai yang diinginkan menggunakan angka bulat yang tepat dari pilihan Anda sendiri.

adjusting a shape using the radius input box

Jika Anda melihat lagi pada Corner types yang tersedia, Anda akan melihat bahwa Anda memiliki beberapa pilihan lain seperti ConcaveStraight, dan Cutout (yang cukup jelas). Tergantung pada apa yang Anda coba capai, ini mungkin mendorong Anda ke arah yang benar.

example of available corner types

Pada akhirnya, tidak peduli apa pun jenis sudut yang Anda pilih, semuanya berfungsi sebagai efek langsung, yang berarti Anda selalu dapat kembali lagi nanti dan menyesuaikannya jika diperlukan.

Di sisi lain, jika Anda perlu mengubah sudut Anda kembali ke kurva, Anda dapat dengan mudah melakukannya menggunakan opsi Bake Corners.

example of baking the corners of a shape

Sementara aksinya akan memunculkan node penggubah sudut, itu akan menghapus pengeditannya selama proses, jadi berhati-hatilah ketika memutuskan untuk menggunakannya.

using the node tool on a baked corner

Setelah Anda memanggang sudut, Anda dapat memilih salah satu dari dua node penggambaran menggunakan Node Tool (A), dan kemudian menyesuaikan bentuknya dengan memposisikan ulang atau endpoint pegangan mereka.

adjusting the node of a baked corner

Ketika berbicara jenis bentuk yang Anda dapat gunakan Corner Tool (C) dalam kolaborasi dengan jenis bentuknya, pada dasarnya Anda dapat menyesuaikan apa pun yang Anda buat, apakah itu jalan terbuka atau tertutup, bentuk geometris dasar atau yang ditarik pena. Satu-satunya yang saya sarankan Anda harus menghindari yang disebut persegi panjang.

Meskipun tidak ada masalah dengan menggunakan tool dalam kombinasi dengan persegi panjang, saya biasanya lebih memilih untuk menyesuaikan Radius-nya dari dalam Rectangle Context Toolbar, yang menurut saya lebih fleksibel karena memungkinkan Anda mengatur Radius global atau sudut yang spesifik.

Secara default, ketika Anda membuat bentuk baru menggunakan Rectangle Tool (M)Context Toolbar dilengkapi dengan opsi berikut.

example of rectangle context tool bar

Yang pertama, Single radius, seperti namanya, memerintahkan perangkat lunak untuk menggunakan nilai yang sama untuk keempat sudutnya.

Selanjutnya, Anda memiliki Absolute sizes, yang memungkinkan Anda menyesuaikan Radius dari sudut menggunakan nilai piksel, bukan persentase.

Kemudian Anda memiliki Corner, di mana Anda dapat memilih dari empat jenis berbeda (RoundedStraightConcaveCutout), yang identik dengan yang ditemukan dalam tool Corner Context Toolbar.

Untuk mulai menyesuaikan sudut persegi panjang, Anda harus terlebih dahulu memilih jenis Corner, karena jika tidak, perangkat lunak tidak akan memungkinkan Anda menetapkan nilai untuk Radius-nya. Tidak peduli apa yang Anda akhirnya pilih, Radius secara otomatis akan menjadi 25% seperti yang Anda lihat sendiri.

choosing a corner type for the rectangle

Hal pertama yang saya lakukan saat menyesuaikan sudut persegi panjang adalah memastikan bahwa ukuran Absolut diaktifkan karena saya ingin dapat menggunakan nilai berbasis piksel untuk mendapatkan tingkat kontrol yang lebih tinggi terhadap hasil akhir.

using absolute sizes for the corners of a rectangle

Jika Anda ingin menyesuaikan setiap sudut dengan sendirinya, Anda dapat dengan mudah melakukannya dengan terlebih dahulu hapus centang pada opsi Single radius, yang akan menampilkan masing-masing jenis Corner dan opsi Radius untuk masing-masing sudut (TL – kiri atas, TR – kanan atas, BL – bawah kiri, BR – kanan bawah).

individually adjusting the corners of a rectangle

Jika Anda perlu menyesuaikan posisi node bentuk yang dihasilkan, Anda selalu dapat melakukannya dengan terlebih dahulu mengubahnya menjadi kurva menggunakan opsi Convert to Curves dan kemudian memilih Node Tool (A) dan melakukan penyesuaian yang diperlukan.

converting a rectangle to curves

2. Grafik Sensitivitas Tekanan Panel Stroke

Ketika berhadapan dengan proyek-proyek berbasis stroke yang lebih cenderung berseni, tablet kadang-kadang sangat berguna karena dapat membantu Anda membuat garis yang lebih menarik melalui penggunaan sensitivitas tekanan.

Tetapi bagaimana jika Anda belum membuat lompatan, dan Anda masih mengandalkan mouse dan keyboard Anda untuk melakukan pekerjaan itu?

Jika itu yang terjadi, Anda akan senang mengetahui bahwa Affinity hadir dengan solusi yang cukup menarik dalam bentuk kotak input Pressureyang memungkinkan Anda menyesuaikan lebar stroke saat Anda mengikuti jalurnya untuk mensimulasikan penampilan yang lebih digambar tangan.

Sekarang, secara default, tool ini dapat ditemukan di sudut kanan bawah panel Stroke, di sebelah tombol Properties.

Seperti yang Anda lihat, saya menggunakan garis Stroke 24 pt tebal horizontal sebagai "subjek uji" saya, tetapi Anda dapat melanjutkan dan menggunakan bentuk apa pun yang Anda inginkan, selama itu adalah salah satu Stroke.

pressure sensitivity location

Untuk membuka kotak Pressure, Anda hendak mengklik persegi panjang biru kecil, yang akan memunculkan grid sederhana dengan dua node kontrol yang ditemukan di atasnya. Meskipun pada awalnya tool itu mungkin terlihat "mendasar" dalam hal penampilannya, jangan biarkan hal itu membodohi Anda karena sebenarnya sangat berpengaruh, seperti yang akan kita lihat berikutnya.

opening up the stroke pressure box

Cara kerja tool ini sangat sederhana. Setiap node mengontrol Widthdari panjang Stroke didasarkan pada sisi ia ditemukan, dan memungkinkan Anda menyesuaikan penampilan bentuk Anda dengan meruncingkan salah satu dari mereka.

Untuk melakukan ini, Anda harus terlebih dahulu menyeleksi bentuk Anda, dan kemudian Anda dapat menggunakan salah satu node dengan hanya mengklik dua kali pada mereka dan kemudian menyeretnya ke bawah sampai Anda mendapatkan hasil yang diinginkan.

Secara default, node kiri adalah node yang selalu dipilih saat Anda membuka panel, yang ditunjukkan oleh bentuk bujur sangkar biru kecil.

example of adjusting the left node of the stroke pressure graph

Jika Anda sudah membuat penyesuaian ke salah satu sisi stroke, Anda dapat dengan mudah memilih node yang berlawanan hanya dengan mengkliknya sekali dan kemudian menyesuaikan posisinya sesuai kebutuhan.

example of selecting the right node of the stroke pressure graph

Jika Anda membawa kedua node ke tingkat yang sama, Anda dapat mengklik salah satu dari mereka, dan itu akan membuat perangkat lunak tahu bahwa Anda ingin menyesuaikan kedua sisi pada saat yang sama, yang akan ditunjukkan oleh pergeseran dalam keadaan penampilan mereka.

example of selecting both of the stroke pressure graph nodes

Seperti yang Anda harapkan, Anda dapat menambahkan banyak node yang Anda inginkan, dengan hanya mengklik sepanjang jalur grafik dan kemudian menggunakannya untuk lebih menyesuaikan tampilan Stroke-nya.

adding a new node to the stroke pressure graph

Jika Anda tidak sengaja menambahkan node yang ingin Anda singkirkan, Anda dapat dengan mudah menghapusnya dengan menekan tombol Delete dan kemudian mengklik di mana saja di dalam permukaan kotak Pressure untuk membuat perubahan aktif.

example of removing a node from the stroke pressure graph

Setelah Anda selesai menyesuaikan grafik Pressure untuk satu Stroke, perangkat lunak akan menerapkan pengaturan yang sama ke stroke yang baru yang Anda buat.

example of new stroke using the same pressure graph settings

Meskipun ini adalah fitur yang rapi, Anda terkadang ingin dapat membuat grafik tekanan baru dari awal. Ketika ini terjadi, yang harus Anda lakukan adalah memilih Stroke baru dan kemudian gunakan kotak Pressure tombol Reset, yang akan menghapus semua pengaturan sebelumnya, membuat Anda lebih fresh.

example of resetting the stroke pressure graph

Jika Anda telah membuat grafik Pressure yang lebih kompleks yang ingin Anda simpan dan gunakan dalam proyek mendatang, Anda dapat menggunakan tombol Save Profile, yang akan menambahkannya di bawahnya, memberi Anda kemampuan untuk menerapkannya ke bentuk berbasis Stroke apa pun, cukup dengan memilih objek lalu mengkliknya.

example of saving a custom pressure graph

Anda juga dapat menghapus salah satu profil Pressure yang dibuat, dengan menyapu di atasnya lalu menekan tombol x kecil.

example of removing a custom pressure graph

3. Tool Fill

Suka menggunakan gradien dalam Artwork Anda? Nah, Affinity Designer hadir dengan salah satu tools pembuatan gradien paling rumit yang pernah saya lihat dalam produk digital dari jenisnya, jadi percayalah ketika saya mengatakannya, ia dapat melakukan banyakhal.

Sekarang, secara default, tool ini terletak di dalam panel Tools kiri, atau dapat dengan cepat dipilih menggunakan pintasan keyboard G, yang akan mengaktifkan Context Toolbar sendiri.

example of fill tool context toolbar

Opsi pertama yang kita temukan di sini adalah Context, yang memungkinkan Anda memberi tahu perangkat lunak jika Anda bekerja dengan Fill atau Stroke.

fill tool context type example

Selanjutnya, kita mempunyai Type, yang memungkinkan Anda memilih dari tujuh opsi yang berbeda.

example of fill tool gradient type
  • None: benar-benar menghapus warna atau gradien Fill atau Stroke
  • Fill: menghapus gradien dan hanya menyisakan satu warna Fill
  • Linear: menerapkan gradien linier
linear gradient example
  • Elliptical: menerapkan gradien elips
elliptical gradient example
  • Radial: menerapkan gradien radial
radial gradient example
  • Conical: menerapkan gradien berbentuk kerucut
conical gradient example
  • Bitmap: memungkinkan Anda untuk menggunakan gambar di atas sebuah bentuk, mirip dengan clipping mask — yang ini, jujur ​​saja, saya pikir harus dipindahkan di bawah tab yang berbeda karena tidak masuk akal untuk memilikinya di sini.

Sekarang, saya tidak akan membahas semuanya karena mereka memiliki pengaturan yang sama, tetapi saya merekomendasikan Anda meluangkan waktu sebentar dan bermain dengan mereka karena Anda akan dapat dengan cepat melihat perbedaannya.

Ketika berbicara tentang menciptakan gradien yang aktual, Anda hendak mulai dengan melayang di atas bentuk Anda dengan tool Fill, lalu klik dan seret dari satu sisi ke sisi lain, yang akan memberi Anda gambaran langsung dari hasilnya. Anda dapat mulai dari luar bentuk itu sendiri dan pergi ke salah satu sudutnya, ke segala arah. Sebagai aturan umum, panjang gradien akan mempengaruhi transisi antara color stop Anda, jadi semakin jauh mereka dari satu sama lain, semakin mulus transisinya.

creating the gradient using the click-and-drag method

Anda dapat menyesuaikan panjang gradien hanya dengan mengklik salah satu dari color stop dan kemudian menyeretnya baik ke dalam atau ke luar, sehingga berkontraksi atau memperpanjang panjang keseluruhannya.

Jika Anda ingin menyeret dalam garis lurus, Anda dapat dengan mudah melakukannya dengan menekan tombol Shift, sambil menarik titik akhir ke arah yang diinginkan.

Jika diperlukan, Anda dapat mengubah posisi seluruh gradien dengan melayang di atas salah satu color stop luar sampai kursor berubah menjadi ikon bergerak, dan kemudian cukup menekan tombol Control sambil menyeleksi dan menyeretnya menggunakan mouse.

adjusting the position of the right color stop

Ketika berbicara tentang menyesuaikan penyebaran satu color stop di atas yang lain, Anda dapat dengan mudah melakukannya menggunakan slider Mid Point slider, dengan hanya mengklik lalu menyeretnya ke arah yang diinginkan.

adjusting the spread of a color stop using the mid point slider

Anda dapat dengan mudah mengubah arah gradien dengan memilih salah satu color stop kemudian menyeretnya ke arah yang diinginkan.

adjusting the direction of the gradient

Jika Anda ingin membalik posisi color stop, Anda dapat dengan mudah melakukannya dengan menggunakan tombol Context Toolbar Reverse Gradient.

reversing the color stops of a gradient

Untuk menambahkan color stop baru, cukup arahkan kursor ke jalur gradien, yang seharusnya memberikan kursor Anda sedikit tanda tambah, memberi tahu Anda bahwa Anda sekarang dapat mengkliknya untuk membuatnya.

Setelah Anda menambahkan penghentian baru, perangkat lunak akan menambahkan Mid Point baru di antara titik tersebut dan penghentian tetangganya, yang dapat Anda ubah posisinya dengan menyeleksi dan menyeretnya seperti yang kita lihat beberapa saat yang lalu.

adding new color stops to a gradient

Jika Anda perlu menghapus color stop, Anda dapat dengan mudah melakukannya dengan terlebih dahulu memilihnya lalu segera menekan tombol Delete, yang akan mengembalikan slider Mid Point kembali ke posisi semula.

removing a color stop from the gradient

Pada titik ini, Anda mungkin bertanya-tanya bagaimana Anda mengubah warna stop, karena pada akhirnya itulah gradien, menciptakan transisi warna. Nah, di sinilah kekuatan Context Toolbar ikut bermain, karena semua opsi disembunyikan di dalam persegi panjang berwarna kecil. Segera setelah Anda mengkliknya, panel baru akan turun dan menunjukkan semua pengaturan yang tersedia.

gradient panel example

Di sini, Anda dapat memilih salah satu color stop dari dalam bar preview kemudian klik pada Color persegi panjang, yang akan menurunkan pop-up lain yang secara default ditetapkan ke Tint.

example of changing the color of a stop

Jika Anda mengkliknya, Anda akan menemukan bahwa Anda dapat memilih dari 12 metode pemilihan warna yang berbeda. Secara pribadi, saya suka bekerja dengan RGB Sliders, tetapi Anda dapat mencobanya dan melihat apa yang terbaik untuk Anda.

changing the color of the left stop

Di sini Anda juga akan menemukan slider Noise, yang dapat digunakan untuk menambahkan tekstur ke clor stop Anda saat ini.

adding texture to the left color stop

Melampaui warna, Anda dapat menggunakan panel untuk menyesuaikan hal-hal seperti Jenisgradien, posisi Mid Point, dan Opacity color stop. Anda juga dapat menambahkan pemberhentian baru menggunakan tombol Insert, yang dapat Anda reposisi menggunakan kotak input Position, atau Anda dapat menghapus yang sudah ada menggunakan tombol Delete. Pada dasarnya, semua kontrol gradien Anda disatukan dengan rapi di satu tempat, membuat seluruh proses semudah mungkin secara manusiawi.

example of using the gradient control panel

4. Tool Transparency

Tool berikutnya dalam daftar kecil kita mungkin adalah salah satu yang paling menarik yang saya punya untuk digunakan, karena memungkinkan Anda untuk menerapkan gradien transparansi ke objek berbasis vektor apa pun, baik itu yang Fill atau yang berdasarkan Stroke.

Tool itu sendiri dapat ditemukan dalam panel Tools kiri, atau dapat dengan cepat diakses menggunakan pintasan keyboard Y.

Dalam hal penanganan, ia bekerja cukup banyak dengan cara yang sama seperti tool Fill, karena Anda cukup menyeretnya ke bentuk Anda untuk menerapkan gradien transparansi. Seperti yang Anda lihat dari kustom Context Toolbar, gradien default Type yang digunakan oleh perangkat lunak adalah Linear.

example of using the transparency tool

Jika Anda melihat lebih dekat pada daftar dropdown Type Anda akan menemukan bahwa Anda dapat memilih dari lima opsi berbeda, tergantung pada apa yang Anda coba capai.

example of transparent gradient types

Berkaitan dengan membuat penyesuaian dasar ke gradien, seperti menambahkan dan menghapus grayscale stop atau menyesuaikan posisi Mid Point, prosesnya identik dengan yang terlihat untuk Tool Fill.

adjusting the mid point of a transparent gradient

Untuk pengaturan yang lebih kompleks, Anda ingin mengklik pada persegi panjang putih kecil, yang akan menurunkan panel yang sudah dikenal, di mana Anda dapat menyesuaikan hal-hal lebih lanjut seperti Opacity grayscale stop, posisi Mid Point, dan posisi dari inner stop.

adjusting a transparent gradient using the dropdown control panel

5. Panel Efek

Nomor lima adalah panel Effects yang, seperti namanya, memungkinkan Anda untuk meningkatkan karya seni Anda menggunakan beberapa perlakuan visual.

Secara default, panel terletak di dalam panel kanan-sisi perangkat lunak, antara Layers dan Styles, dan dilengkapi dengan sepuluh efek berbeda yang cukup jelas:

  • Gaussian Blur
  • Outer Shadow
  • Inner Shadow
  • Outer Glow
  • Inner Glow
  • Outline
  • 3D
  • Bevel/Emboss
  • Color Overlay
  • Gradient Overlay
opening up the effects panel

Anda dapat menerapkan efek ke bentuk yang dipilih hanya dengan mencentang kotak kecil yang ditemukan di depan labelnya, yang akan memperluas pengaturannya, memungkinkan Anda menyesuaikannya sesuai kebutuhan.

Sebagai contoh, saya dapat dengan cepat menerapkan efek Gaussian Blur ke persegi panjang saya dan menyesuaikan Radius-nya baik menggunakan penggeser horizontal atau dengan memasukkan nilai khusus di kotak input.

using the gaussian blur effect

Segera setelah efek yang diinginkan telah diterapkan ke suatu objek, panel Layers akan mengindikasi ini dengan menampilkan ikon fx kecil di sebelah bentuk. Fitur ini dapat sangat membantu ketika berhadapan dengan banyak objek, karena Anda dapat dengan mudah mengetahui mana yang memiliki efek terapan dan mana yang tidak.

example of effects becoming visible within the layers panel

Jika Anda menemukan bahwa Anda perlu memperbaiki efek, Anda dapat dengan mudah melakukannya dengan mengklik dua kali pada ikon fx, yang akan memunculkan jendela baru di mana Anda dapat melakukan penyesuaian yang diinginkan. Tentu saja, Anda dapat melakukan hal yang sama dari dalam panel Effects; semuanya tergantung pada apa yang bekerja lebih cepat untuk Anda.

adjusting an effect from the layers panel

Jika perlu, Anda dapat menerapkan beberapa efek pada objek yang sama, tetapi jangan berharap keduanya akan terlihat bagus bersama-sama, terutama jika Anda tidak meluangkan waktu untuk menyesuaikan dengan pengaturannya.

applying multiple effects onto the same object

Anda dapat menerapkan efek yang sama ke berbagai bentuk pada saat yang sama dengan hanya memilihnya dari dalam panel Layers, dan kemudian menggunakan perlakuan visual yang diinginkan.

using the same effect on multiple shapes

Ketika melakukannya, Anda harus tahu bahwa jika bentuk dikelompokkan bersama-sama, perangkat lunak akan selalu memperlakukan mereka sebagai objek tunggal yang lebih besar, sehingga memberi Anda hasil yang sedikit berbeda dari apa yang mungkin Anda harapkan, jadi selalu ingat itu.

using the same effect on shapes that are grouped

Jika Anda ingin menerapkan efek yang sama ke seluruh layer, Anda dapat dengan mudah melakukannya dengan terlebih dahulu memilihnya dari panel Layers, kemudian memilih efek yang diinginkan dari dalam panel Effects. Seperti yang kita lihat dengan contoh objek yang dikelompokkan, perangkat lunak akan memperlakukan bentuk yang berada pada layer yang sama dengan satu yang lebih besar, jadi pastikan Anda berpikir ke depan sehingga Anda tahu persis apa yang ingin Anda capai.

using the same effect on shapes that are on the same layer

Anda dapat mencapai hasil yang sama dengan menggunakan Layer Effects, dengan membuka panel Layers lalu mengklik tombol fxkecil, yang dalam beberapa kasus mungkin benar-benar memberi Anda beberapa opsi lagi untuk dimainkan.

using the same effect on an entire layer using the layer effects window

Kedua tools ini sebenarnya terhubung bersama-sama, karena jika Anda memilih salah satu efek panel Effects, Anda akan melihat ikon roda gigi kecil di sisi kanannya, yang, jika Anda mengkliknya, akan memunculkan jendela Layer Effects.

accessing the layer effects through the effects panel

6. Mode Blend Panel Lapisan

Tool terakhir yang akan saya tunjukkan kepada Anda adalah bagian dari panel Layers, dan ini memberi Anda kemampuan untuk memadukan warna berbagai bentuk atau seluruh layer dengan satu sama lain, untuk menghasilkan efek visual yang menarik.

Untuk setiap bentuk yang Anda buat yang tidak dikelompokkan atau bagian dari sebuah layer, mode campuran default adalah Normal.

example of default blend mod for ungrouped shapes

Segera setelah Anda mulai mengelompokkan atau memposisikan bentuk Anda dalam layer, perpaduannya akan berubah menjadi Passthrough, yang tidak memiliki properti khusus sendiri karena dibutuhkan pada kelompok atau layer.

example of default blend mode for grouped shapes

Untuk mengubah blending mode dari bentuk tertentu, pertama Anda harus memilihnya dari dalam panel Layers, kemudian klik pada daftar drop-down yang ditemukan di sebelah level Opacity, dan arahkan kursor ke 33 Blend Modes yang tersedia untuk mendapatkan preview, membuat seleksi setelah Anda puas dengan hasilnya.

Sebagai aturan umum, Anda harus selalu bertujuan untuk menyesuaikan perpaduan objek teratas, karena jika tidak, Anda tidak akan mendapatkan hasil yang terlihat.

example of using a blend mode on a shape

Anda dapat memadukan seluruh layer dengan satu sama lain, selama masing-masing dan setiap dari mereka memiliki bentuk komposisinya sendiri, karena mereka berperilaku sebagai kelompok. Seperti halnya bentuk biasa, yang harus Anda lakukan hanyalah memilih layer atas yang ingin Anda sesuaikan, kemudian cukup pilih blending mode yang terlihat bagus.

example of using blend modes on layers

Secara pribadi, saya suka menggunakan blend mode untuk menyesuaikan skema warna artwork saya, dengan menciptakan gradien dengan nilai Width dan Height yang sama dengan Artboard saya, yang kemudian saya perpadukan dengan bentuk dasarnya. Mungkin perlu beberapa kali mencoba, tetapi trik kecil ini biasanya menghasilkan beberapa hasil yang cepat dan menarik yang dapat membuat seni Anda menonjol.

example of using blend modes to enhance an illustration

Selesai!

Jadi, baik Anda sudah menambahkan tools-nya ke gudang senjata Anda atau belum, saya harap Anda berhasil mempelajari sebuah trik baru atau lebih setelah membaca materi mendalam ini.

Seperti biasa, jika Anda memiliki pertanyaan atau saran, jangan ragu untuk mempostingnya di bagian komentar, dan saya akan memulai percakapan dengan Anda sesegera mungkin!

Perluas Keterampilan Affinity Designer Anda!!

Baru saja selesai membaca artikel dan merasa seperti Anda siap untuk mengambil lebih banyak pengetahuan Affinity? Nah, Anda beruntung, karena saya mengambil kebebasan menyusun daftar kecil tutorial ini yang akan membuat Anda dalam waktu singkat!

Advertisement
Advertisement
Looking for something to help kick start your next project?
Envato Market has a range of items for sale to help get you started.