Students Save 30%! Learn & create with unlimited courses & creative assets Students Save 30%! Save Now
Advertisement
  1. Design & Illustration
  2. History
Design

Politik Dalam Pandangan 12 Seniman

by
Length:LongLanguages:

Indonesian (Bahasa Indonesia) translation by Kurniawan Sugi Purwanto (you can also view the original English article)

Catatan Editor: Envato Tuts+ tidak mendukung kepercayaan politik tertentu dalam menerbitkan artikel ini. Artikel ini ditujukan untuk menawarkan wawasan ke dalam seni dan politik di zaman modern.

Sebelum Sejarah Bisa Dicuitkan

Jauh sebelum fotografi pertama atau kisah SnapChat, dan pastinya sebelum cuitan pertama tentang presiden, selalu ada ilustrasi 2 dimensi.

Dan apabila memikirkan tentang hal itu, sebenarnya sungguh memalukan. Karena peran yang dimainkan oleh seni dalam sejarah jauh melampaui berbagai pekerjaan semalam suntuk, di zaman modern, dan perujukan ke berhalaman-halaman Wikipedia untuk mendukung argumentasi atau makalah kita.

Secara akal sehat kita telah menjadikan sepele hal-hal yang awalnya adalah potret definitif dalam kebudayaan kita.

Dan bahkan dengan mata uang yang kita simpan dalam kantong, kita masih sering melupakan betapa pentingnya para seniman dalam merangkum berbagai momen dan manusia sepanjang masa.

Bagaimana lagi kita akan terhubung dengan ekspresi rahang terkatup presiden AS pertama jika bukan karena lukisan cat minyak yang sangat terkenal dari seniman Gilbert Stuart?

George Washington Lansdowne Portrait by Gilbert Stuart
Landsdowne Portrait dari Presiden George Washington. Oleh Gilbert Stuart.

Atau bahwa bangunan U.S Capitol pernah suatu masa tersisa reruntuhan saja, setelah serangan Inggris yang membuat negara ini hampir mengorbankan segalanya sepanjang Perang tahun 1812.

US Capital During War of 1812
Lukisan cat minyak dan cat air US Capitol selama Perang tahun 1812 oleh George Munger.

Anda lihat, para seniman seperti George Munger dan Gilbert Stuart mengembara dalam suatu misi solo yang kreatif sehingga adegan yang sangat penting itu tidak akan pernah terlupakan.

Hari ini, tak diragukan lagi, teknologi telah memainkan peran yang penting dalam cara kita mendapatkan informasi dan legitimasi sumber-sumbernya.

Tetapi seni masih dan akan selalu menjadi refleksi yang penting akan berbagai isu dan orang-orang yang paling penting. Tak peduli sehalus atau setebal atau sekontroversial apapun suatu karya seni, para seniman terus mengikat jadi satu pertempuran-pertempuran di dunia ini dengan sebuah sapuan kuas.

Jadi hari ini saya akan menjelaskan tentang 12 seniman hebat yang karyanya menyampaikan sangat banyak hal.

Apa yang sedang dipersiapkan untuk menjadi gambar ikonik berikutnya dalam sejarah? Siapa yang tahu...

Mari belajar tentang politik, ekonomi, dan isu-isu sosial di dunia melalui mata para seniman.

Siapa Pemenangnya... Sungguh?

Pemilihan presiden AS tahun 2016, bagi sebagian orang, seperti meretas suatu balutan luka yang lama. Dan secepat berlalunya, tak dapat dihindari kita seakan tak percaya pada hasilnya. Sejumlah orang bersuka cita merayakan perubahan monumental dalam sejarah Amerika, sembari yang lain terus mengeluhkan luka lama itu, tidak yakin bahwa dunia hari ini sedang memasuki masa penyembuhan yang baru.

Dan dalam keadaan linglung pada 20 Januari 2017, perasaan masyarakat Amerika sangat terbagi. Ini tidak bisa lagi dirasakan secara lebih jelas daripada dalam seni yang melingkupi pemilihan dan hasilnya.

Hillary Clinton untuk Majalah Politico

Seperti pemilihan mana saja, kita dibombardir dengan potongan-potongan gambar pra-ikonis yang indah dari kedua kandidat. Sampul majalah Politico oleh Tracey Ching ini, misalnya, adalah salah satu dari dua ilustrasi vektor yang dibuatnya untuk konvensi Demokrat dan Republik (dia membuat sampul Donald Trump yang sama cantiknya, Anda harus melihatnya).

Hilary Clinton Cover for Politico Magazine
Hillary Clinton untuk majalah Politico. Seni oleh Tracie Ching.

Dan meskipun seorang seniman mengomunikasikan sapuan patriotisme optimis yang berani dan tanpa penyesalan, para seniman lainnya menolak untuk sekedar diam.

Antonina Aleksandrova memunculkan pertanyaan itu, secara harfiah:

"Siapa Pemenangnya?"

Diletakkan di lokasi parkir yang romants, kita melihat kandidat presiden Donald Trump dan Hillary Clinton berpelukan dengan lembut seiring kehancuran yang menyapu tanah Amerika. Ada bayangan misterius yang tersisa, dan menyisakan agenda yang lebih tertutup bayang-bayang.

Bagaimana Anda akan menginterpretasikan yang ini? Dan apa kesan Anda terhadap figur ketiga berupa bayang-bayang?

Who is the Winner Art by Antonina Alekssandrova
Siapa Pemenangnya? Seni oleh Antonina Aleksandrova

Jika saya bisa menyimpulkan pemilihan presiden 2016 dengan satu kutipan, kemungkinan itu adalah, "Bisakah kita mengulanginya?" Ini adalah sentimen yang umum di kalangan banyak orang Amerika, dan sepertinya kita berada di situasi kalah-kalah tak peduli apapun hasilnya.

Masa-Masa yang Gelap di Amerika

Tetapi begitu Trump akhirnya terpilih, narasinya kembali berubah. Sikap yang muram terhembus ke udara seiring orang berdiri dengan perasaan yang tidak jelas menuju masa yang akan datang.

Perasaan ini ditampilkan dengan sempurna dalam Dark Times of America, suatu ilustrasi vektor monokromatis oleh Andrea Ucini.

Berikut adalah sekilas pandangan terhadap prosesnya:

Potongan karya ini berasal dari suatu artikel tentang bagaimana saat ini mungkin salah satu dari masa-masa paling gelap di Amerika, berdasarkan kebijakan-kebijakan yang sedang dipertimbangkan oleh Donald Trump.
Saya mengarahkan mata untuk hanya berfokus pada emosi sehingga karya ini harus hitam dan putih. Lalu saya berpikir tentang apa yang membuat hilangnya cahaya dan ingin membuat orang mengerti bahwa hilangnya cahaya diakibatkan oleh Donald Trump.

Tetapi sebelum Anda berpikir semua hal itulah yang ada di ilustrasi ini, dia berhenti sejenak sebelum melanjutkan:

Di salah satu sisi ilustrasi, saya membuat seberkas cahaya―seakan untuk menyatakan bahwa masih ada cahaya di luar sana. Inilah cara saya untuk tetap positif.
Dark Times of America by Andrea Ucini
Dark Times of America oleh Andrea Ucini

Dan detail yang halus ini, pengingat yang lembut akan harapan abadi untuk selalu positif di tengah masa-masa sulit bagi saya adalah simbolisasi yang paling bernilai dalam karya seni ini.

The Disappointer in Chief

Tetapi orang-orang Republik bukanlah satu-satunya pihak yang merasakan panasnya kritik. Bahkan sebelum pemilihan, presiden ke-44 Amerika Barrack Obama menghadapi kritikan dan frustrasi yang masif dari semua pihak.

Seniman Gosia Herba menjelasnkan tentang ini dalam karyanya, The Disappointer in Chief.

Karya ini diterbitkan dalam cerita yang berjalan di koran Minggu (The Washington Post) tentang presiden Barrack Obama, dan bagaimana dia tidak bisa memenuhi ekspektasi banyak orang.

Tenggat waktunya sangat singkat―sekitar 2 hari. Satu hari untuk sketsanya dan satu hari untuk menuntaskannya. Saya berhasil menyelesaikan karya ini dalam waktu tersebut.

The Disappointer in Chief Art by Gosia Herba
The Disappointer in Chief untuk The Washington Post. Seni oleh Gosia Herba.

Dalam gambar yang sempit dan berdesakan ini, ada banyak headline di kepala Obama, potongan teriakan janji kampanye dan lebih banyak lagi. Yang melihat gambar ini pasti akan merasakan sensasi ketidakmampuan seiring kejelasan bahwa kekuasaan tidaklah selalu ada di tangan satu orang.

Para Seniman Berbicara Tentang Kebijakan Imigrasi

Ada hal aneh semacam ini yang terjadi di negara-negara maju. Yaitu penampilan yang tampak menyambut ramah orang luar tetapi tidak bersungguh-sungguh tentangnya. Tangan terbuka dan senyum ramahnya sering berlawanan dengan kebijakan imigrasi yang rumit.

Islam Radikal

Kita menyaksikan hal ini bahkan dalam narasi saat ini. Topik ini kontroversial bagi banyak orang, dan kita dipaksa untuk berhadap-hadapan dengan orang yang tidak terlihat seperti kita atau melaksanakan agama yang sama.

Seniman Gerhard Human membuat karya yang hebat sekaligus memilukan yang meminjamkan dirinya sendiri untuk tema ini. Radical Islam, suatu cetak silkscreen empat warna yang dibuat dengan tangan, menunjukkan sisi Islam yang tak pernah kita lihat.

Gerhard menambahkan:

Sebenarnya saya tidak terlalu suka menjelaskan karya seni saya. Saya ingin karya-karya tersebut berbicara tentang dirinya sendiri. Seringkali cara pandang orang yang melihatnya adalah unik dan saya tidak suka merampok kesimpulan mereka.
Radical Islam Art by Gerhard Human
Radical Islam, seni oleh Gerhard Human.

Filosofi ini umum di kalangan para seniman karena seni bersifat subjektif. Namun ketika dipasangkan dengan judul, arti ilustrasi ini bisa dipersepsikan secara jelas. Tetapi apa saja isu-isu mendasar yang bisa dilihat di sini?

Dan bagaimana kita sebagai suatu masyarakat belajar keterbukaan semacam itu dalam seni?

Offlife Comics - Yelllow Series

Berbicara tentang kehangatan, tangan terbuka, pembuat ilustrasi Eva Bee menawarkan tangan bagi yang membutuhkan dalam ilustrasinya untuk Offlife Comics. Dia mengatakan:

Saya membuat karya ini untuk Offlife Comics, untuk buku yang mereka terbitkan tahun lalu berjudul "Yellow". Ide di balik buku ini adalah bertanya kepada 52 seniman untuk mengilustrasikan pekan yang berbeda dari berbagai berita di tahun 2015. Hanya itulah pengarahan yang diberikan, dan saya diberi lisensi kebebasan untuk membuat apapun yang saya inginkan terkait even-even utama yang terjadi di pekan saya.

Berikut adalah yang dia tuliskan untuk menemani ilustrasinya di buku itu:

Krisi migran menyeruak di berita-berita pekan ini. Karya saya merefleksikan kerentanan situasi para migran seiring kedatangan mereka di negara-negara Eropa dengan perahu.

Kekuatannya adalah di tangan negara-negara Eropa untuk membantu atau menghancurkan harapan mereka, sebagaimana yang kita lihat beberapa hari terakhir yang dihadapai para migran yang mencoba masuk ke Makedonia.

Offlife Comics Yellow Series by Eva Bee
Offlife Comics - Yellow Series. Seni oleh Eva Bee.

Bahkan kata-kata yang kuat bisa menyerang telinga-telinga yang tuli. Tetapi ketulusan dan hati di balik ilustrasi seperti ini menciptakan dialog yang sangat dibutuhkan terkait isu imigrasi.

Para Seniman Berbicara Isu-Isu Internasional

Jika Anda berlayar ke perairan internasional, Anda akan disambut dengan isu politik, ekonomi, dan sosial yang sama sebagaimana yang ada di halaman belakang rumah Anda, Dan para seniman dari seluruh dunia secara aktif melaksanakan tugas untuk menyuarakan opini mereka melalu karya-karyanya.

Salam dari Rusia

Seniman Bart van Leuween ada masalah dengan Rusia. Dan karikaturnya yang unik menawarkan perspektif yang menarik dalam Greetings from Russia.

Dia mengatakan:

Salam dari Rusia menggambarkan sikap Vladimir Putin yang mempersetankan Eropa dan seluruh dunia. Baik ini bisa dibenarkan atau tidak, saya hanya bisa menilai situasi Rusia dari sudut pandang seorang Eropa/Belanda.

Dalam kenyataannya, Bart sama seperti kita semua ketika berhadapan dengan topik yang penuh gairah. Dia melanjutkan dengan berkata:

Saya membuat gambar ini pada saat bencana MH17, dan penolakan terus menerus dari Vladimir Putin bahwa Rusia tidak memiliki hubungan apapun dengan hal itu setelah beberapa investigasi pasa jatuhnya pesawat.
Greetings From Russia Art by Bart van Leeuwen
Greetings from Russia. Seni oleh Bart van Leuween.

Komedi yang hebat seringkali datang dari derita yang mendalam, dan seni hampir tidak ada bedanya. Sikap Puti yang teledor dengan berdiri di dekat rudal ditekankan dengan "pose swafoto" yang klasik, menandakan bahwa hari-hari yang "Apakah ini benar-benar terjadi?" masih jauh dari selesai.

Adu Banteng

Isu penting lain yang dihadapi orang dari seluruh dunia seringkali melibatkan sikap orang melawan pemerintah atau perusahaan-perusahaan besar.

Ilustrasi Bullfighting oleh Ricardo Nunez Suarez ini menampilkan makna ganda yang keren. Ricardo menjelaskan simbolisme di balik karya di bawah ini:

Untuk karya ini saya ingin membuat suatu gambar cantik yang menyembunyikan pesan penuh wawasan. Perempuan dalam adegan itu selayang pandang memiliki superioritas. Dia mewakili masyarakat kelas atas. Di belakangnya adalah buah dan makanan yang mewakili keberlimpahan. Dia menunggu bantengnya datang. Banteng yang besar dan kuat, tetapi tunduk dan jinak. Banteng itu mewakili kelas para pekerja. Buah dan keberlimpahan juga mengelilinginya dan dibawa untuk melayani si perempuan. Perempuan itu menyentuh kepala banteng dengan satu tangan dan menyanyikan lagu rasa terima kasih atas makanan yang dia bawa. Meskipun demikian, tangannya yang satu lagi memegang belati, dia siap membunuh sang banteng setelah dijamunya.

Satu analogi untuk politik di negaranya, Kolombia, banteng mewakili rakyat dan perempuan itu adalah gubernurnya.

Adu banteng adalah kejadian di mana tidak banyak orang yang membantu, sedangkan para penontonnya biasanya adalah kelas atas di masyarakat. Terakhir kali ini terjadi, ribuan orang melancarkan protes karena membunuh binatang tidak bersalah untuk hiburan segelintir orang.

Pada akhirnya, pemerintah lebih memilih pandangan mayoritas, mengerahkan ribuan petugas polisi untuk menahan para pendemo, dan mengabaikan seluruh kota di mana polisi mungkin dibutuhkan. Sekali lagi, kekuasaan dan uang memiliki keputusan terakhir.

Bullfighting Illustration by Ricardo Nunez Suarez
Bullfighting. Ilustrasi oleh Ricardo Nunez Suarez.

Sekuat dan setangguh apapun bantengnya itu, dia akan selalu tergantung belas kasihan gubernurnya, suatu pengingat yang tragis dari sudut pandang Ricardo.

Nyamuk

Tentu saja hubungan besar antara uang yang banyak dan politik juga menjadi topik bagi para seniman. Seiring perusahaan-perusahaan besar ikut campur dalam reformasi politik besar, segala sesuau mulai olah raga hingga iklim menjadi sangat terpengaruh.

Dalam Mosquito, oleh Aleksandar Todorovic, seekor nyamuk besar membuat kerusakan di dunia.

"Mosquito" adalah bagian dari seri gambar-gambar kecil yang saya mulai tahun 2015. Semua pekerjaan ini menampilkan politisi sebagai karakter sentralnya. Saya menggunakan karakter ini sebagai pola dasar untuk narasi-narasi tertentu, untuk mentransformasikannya, dan mengubahnya agar menceritakan kisah yang menarik dan jelas.
Karya ini pada khususnya melihat politisi sebagai makhluk penghisap darah, mengitari bumi untuk mengincar "darah"-nya, dan mengeksploitasi sumber-sumber dayanya sebanyak mungkin. Saya menggunakan banyak humor gelap dan referensi budaya pop. Saya mencoba menyampaikan cerita dengan cara supaya bisa melampaui momen kekinian sambil tetap memasukkan surealisme dan simbol-simbol umum untuk memuat bahasa simbolis saya sendiri.
Mosquito Illustration by Aleksandar Todorovic
Mosquito. Seni oleh Aleksandar Todorovic.

Apabila ada yang salah, kita seringkali ingin menyalahkan seseorang—manifestasi fisik kemarahan dan frustrasi kita. Aleksandar melakukan ini dengan efektif, menyimbolkan dunia politik sebagai figur sentral penghisap darah.

Politik Besar, Uang, dan Sepak Bola

Bahkan olahraga bisa menjadi korban perubahan politik.

Seniman Jakub Cicheki dengan cepat memecah simbolisme itu dalam karyanya tentang sepak bola dan politik.

Ilustrasi ini adalah tentang hubungan antara sepak bola dan politik. Saya membuat karya seni ini untuk majalah sepak bola yang bernama Kopalnia. Yang diilustrasikan adalah artikel tentang bagaimana sepak bola modern diatur dengan uang yang berasal dari sumber-sumber yang "tidak bermoral". Semementara para wartawan menganalisis situasinya, mereka juga menunjuk ke yang aslinya, dan mengapa tidak ada orang yang mencoba mengubah situasi saat ini.
Big Politics Money and Football by Jakub Cichecki
Politics, Money, and Football. Ilustrasi oleh Jakub Cichecki.

Politik memiliki kekuasaan untuk mempengaruhi tiap lembar eksistensi kita sehari-hari. Dari makanan yang kita makan sampai olahraga yang kita tonton, tidak ada batas pandangan terkait jangkauannya. Meskipun diilustrasikan dengan cerdas, karya seni ini secara tragis menunjukkan bagaimana bahkan aktivitas harian kita yang paling lugu sekalipun dikendalikan oleh uang besar dan politik.

Saya & Uni Eropa

Dunia jelas menjadi guncang setelah fenomena Brexit. Dan kebingungan seputar penarikan diri Inggris dari Uni Eropa menyediakan subjek yang luar biasa bagi para seniman Inggris.

Chester Home, yang menciptakan karya Me & EU berbicara dengan penuh semangat terhadap topik ini:

Hubungan saya dengan politik cukup lucu, saya mencoba menutup mata saya sebisa mungkin sebagai upaya menahan diri agar tidak emosional. Segala sesuatu terlihat begitu suram dan tanpa harapan pada saat itu sehingga membaca berita saja bisa membuat kewalahan dan sungguh mempengaruhi impuls kreatif saya.
Niat yang menggerakkan di balik ilustrasi ini tidaklah segitunya tentang perlawanan atau protes, tetapi kejengkelan mutlak saya dengan hiperbola, kemunafikan, ketidakbenaran, dan mentalitas kami-melawan-mereka yang tampaknya mendominasi semua debat politik beberapa tahun terakhir.

Dia melanjutkan dengan mengatakan:

Saya mencoba mengartikulasikan kejengkelan ini, dan mengerjakannya melalui pemikiran saya, frase yang terus terngiang di dalam kepala saya adalah seperti idion: 'memotong hidung Anda untuk menjengkelkan wajah Anda.'
Me and EU Illustration by Chester Holme
Me & EU. Seni oleh Chester Holme.

Dan Chester menunjukkan poin yang hebat di sini. Dalam persaingan politik hari ini, sudah biasa orang merasa tenggelam dalam kekacauan. Istilah-istilah seperti "fakta alternatif" dicetuskan tiap harinya, sementara histeria massa akan pandangan politik yang berbeda biasanya berakhir dalam melodrama "memutuskan pertemanan" dengan keluarga, teman, dan tetangga.

Brexit, Bebas dari Ikatan

Tetapi tidak semua orang terkejut dengan Brexit. Seniman Illias Sounas membuat ilustrasinya Brexit Free from Chains untuk mendukung even ini.

Ini adalah ilustrasi politik yang saya buat untuk kejadian Brexit, yang sangat saya apresiasi dan dukung. Ilustrasi ini didasarkan legenda Prometheus yang terkenal, titan yang ditangkap oleh Zeus dan elang yang memakan hatinya.

Dalam versi saya, elang mewakili negara Jerman (politisi), yang menghancurkan negara-negara Eropa karena perilaku keuangannya yang agresif. Melalui Brexit, Inggris Raya (yang digambarkan sebagai Athena), memutuskan rantai perbudakannya untuk mengklaim kemerdekaannya melawan penjajah, birokrasi Uni Eropa/Jerman.

Brexit Free From Chains Illustration by Ilias Sounas
Brexit, Free from Chains. Ilustrasi oleh Illias Sounas.

Ilustrasi Illia menawarkan perspektif yang menarik tentang narasi yang jarang kita dengar. Melalui senilah kita mampu mendapat kejelasan akan topik-topik lama, memungkinkan kita belajar satu sama lain.

Kesimpulan

Seni mengajarkan kita untuk menjelajahi lautan politik dengan cermat atau mengutarakan ide-ide kita dengan gairah. Rute apa yang Anda putuskan untuk dipilih pada akhirnya tergantung pada Anda, jika Anda mendokumentasikanya melalui seni, mungkin itu akan bertahan sampai beberapa generasi yang akan datang.

Buatlah jendela ke masa kini dengan ilustrasi politik Anda sendiri.

Apakah Anda punya karya yang mengekspresikan pandangan politik Anda? Jangan ragu untuk membagikannya dengan kami di komentar! Atau buat suatu proyek poster yang menyenangkan dengan Adobe Ilustrator, seperti poster terinspirasi Obama yang ikonis di: Membuat Suatu Poster Politik Vektor yang Inspiratif.

Saya juga ingin membagikan kehangatan untuk semua seniman yang membolehkan saya menampilkan karyanya. Lihat tautan-tautan di bawah ini untuk melihat portofolio mereka yang luar biasa:

Advertisement
Advertisement
Looking for something to help kick start your next project?
Envato Market has a range of items for sale to help get you started.