Unlimited PS Actions, graphics, videos & courses! Unlimited asset downloads! From $16.50/m
Advertisement
  1. Design & Illustration
  2. Patterns
Design

Bagaimana Membuat Pola Karpet Dari "The Shining" Dalam Adobe Illustrator

by
Difficulty:BeginnerLength:MediumLanguages:
This post is part of a series called Horror Movie Week.
How to Create a Freddy Krueger Inspired Text Effect in Adobe Photoshop
How to Create a Scream Mask in Adobe Illustrator

Indonesian (Bahasa Indonesia) translation by Yosef Andreas (you can also view the original English article)

Final product image
What You'll Be Creating

Dalam tutorial hari ini kita akan melanjutkan dengan Spesial Film Horor, dan belajar bagaimana membuat pola karpet trippy dari film Stanley Kubrick The Shining.

Kita akan membuatnya dalam Adobe Illustrator menggunakan beberapa teknik "jadul", yang meliputi penanganan Rectangle Tool yang hati-hati dikombinasikan dengan kekuatan dari Pixel Grid.

Jadi, ambil secangkir kopi panas kesukaanmu, dan mari kita mulai!

Oh, dan jangan lupa kamu dapat selalu menemukan pola yang menakjubkan di Envato Market, dengan ribuan theme untuk dipilih.

1. Mengatur Sebuah File Project Baru

Jalankan Illustrator, dan atur sebuah Dokumen Baru (File > New Document atau Control-N) dan sesuaikan itu menggunakan pengaturan di bawah:

  • Number of Artboards: 1
  • Width: 602 px
  • Height: 600 px
  • Units: Pixels

Dan dari tab Advanced:

  • Color Mode: RGB
  • Raster Effects: Screen (72ppi)
  • Align New Objects to Pixel Grid: centang
setting up a new document

2. Mengatur Custom Grid

Karena kita akan membuat pola menggunakan alur kerja dengan pixel yang sempurna, kita akan ingin mengatur sebuah Grid kecil yang bagus sehingga kita dapat memiliki kendali penuh terhadap bentuk kita.

Langkah 1

Pergi ke submenu Edit > Preferences > Guides & Grid, dan sesuaikan pengaturan di bawah ini:

  • Gridline every: 1 px
  • Subdivisions: 1
setting up a custom grid

Tip singkat: kamu dapat mempelajari lebih lanjut tentang grid dengan membaca panduan mendalam tentang bagaimana Grid System Illustrator berkerja.

Langkah 2

Setelah kita mengatur grid custom kita, yang kita butuhkan untuk memastikan shape kita terlihat tajam adalah mengaktifkan pilihan Snap to Grid pada menu View, yang akan mengubah ke Snap to Pixel tiap kali kamu memasuki mode Pixel Preview.

Sekarang, sejak kita bertujuan untuk membuat pola menggunakan alur kerja dengan pixel sempurna, saya sangat menyarankan kamu menyimak tutorial saya tentang bagaimana membuat artwork dengan pixel sempurna, yang akan membantumu memperluas skill teknik dalam waktu singkat.

3. Membuat Elemen Pengulangan Utama

Hal pertama yang akan kita mulai kerjakan adalah elemen pengulangan utama, atau bagian dari pola, yang akan kita gunakan untuk membangun komposisi yang lebih besar.

Langkah 1

Ambil Rectangle Tool (M) dan buat sebuah bentuk 86 x 106 px, yang akan kita warnai menggunakan oranye cerah (#DF5F18) dan kemudian menyelaraskannya ke posisi pusat di bawah Artboard.

creating and positioning the main shape for the patterns repeating element

Langkah 2

Zoom ke dalam pada bentuk yang baru saja kita buat, dan gunakan Add Anchor Point Tool (+) untuk menambahkan dua anchor point baru, satu untuk tengah pada puncak tepi, dan yang lain untuk bagian bawah.

adding the top and bottom anchor points to the repeating elements main shape

Langkah 3

Gunakan Direct Selection Tool (A) untuk memilih anchor yang baru saja kita buat, kemudian tekan ke atas dengan klik kanan dan pergi ke Transform > Move dan masukkan -26 px ke dalam kolom nilai Vertical, biarkan Horizontal tetap 0 px.

adjusting the repeating elements main shape

Langkah 4

Sekarang setelah kita memiliki bentuk utama, mari berikan itu garis tepi bagian atas, dengan memilih itu, dan kemudian menggunakan Move Tool untuk membuat sebuah salinan pada jarak 14 px dari situ (klik kanan > Transform > Move > Horizontal: 0 px > Vertical: -14px > Copy).

creating the repeating elements top outline using the move tool

Langkah 5

Ambil salinan bentuk original (Control-C) dan tempelkan itu pada puncak bentuk yang baru saja kita buat (Control-F) menggunakan Minus Front Shape Mode dari Pathfinder untuk menghilangkan bagian bawah, warnai hasil shape menggunakan warna hitam (#000000)

adjusting the repeating elements top outline

Langkah 6

Tambahkan sebuah garis tepi bagian bawah, menggunakan sebuah copy (Control-C > Control-F) pada salah satu yang baru saja kita buat, dan kita posisikan tepat di bawah bentuk oranye, pilih dan lakukan grouping (Control-G) untuk ketiga bentuk itu bersama-sama.

creating and positioning the repeating elements bottom outline

Langkah 7

Menggunakan Rectangle Tool (M) buat sebuah bentuk 26 x 14 px, yang akan kita warnai dengan #981F24, dan kemudian Horizontal Center Align pada Artboard, pada jarak 50 px dari ujung outline bagian atas.

creating and positioning the main shape for the repeating elements top hexagon detail

Langkah 8

Sesuaikan bentuk yang telah kita buat dengan menambahkan dua anchor point baru pada tepi atas dan bawahnya, dan kemudian secara individu gerakkan ke luar sebanyak 8 px menggunakan Move Tool (klik kanan > Transform > Move > Vertical > - 8 px untuk bagian atas dan + 8 px untuk bagian bawah).

adjusting the repeating elements top hexagon detail

Langkah 9

Berikan segienam kecil ini garis tepi yang tebal, dengan memilih itu dan pergi ke Object > Path > Offset Path dan masukkan 12 px ke dalam kolom nilai Offset, biarkan pilihan lain seperti adanya.

adding the outline to the repeating elements top hexagon detail

Langkah 10

Ganti warna outline ke sesuatu yang lebih gelap (#000000) dengan tujuan untuk terpisah dari bentuk isi dalam, dan kemudian pilih dan kelompokkan keduanya menggunakan shortcut keyboard Control-G.

adjusting the color of the repeating elements top hexagon detail

Langkah 11

Ambil sebuah copy (Control-C > Control-F) hexagon dan garis luarnya, dan posisikan itu ke dalam sisi kiri elemen berulang, pada sebuah jarak 74 px dari ujungnya, pastikan bahwa hanya separuh sisi kanannya yang menimpa.

creating and positioning the second hexagon detail onto the repeating element

Langkah 12

Ambil sebuah copy (Control-C > Control-F) detail hexagon kedua, dan posisikan itu ke dalam sisi kanan elemen berulang, pastikan bahwa hanya separuh sisi kanannya yang menimpa.

creating and positioning the third hexagon detail onto the repeating detail

Langkah 13

Menggunakan Rectangle Tool (M) buat sebuah bentuk 12 x 62 px, yang akan kita warnai menggunakan warna hitam (#000000) dan kemudian posisikan pada titik pusat dan di atas puncak detail hexagon.

creating and positioning the vertical rectangle onto the repeating elements top hexagon detail

Langkah 14

Tambahkan segiempat 12 x 62 px yang sama (#000000) pada detail dua hexagon yang lainnya, hanya kali ini posisikan ke arah atas.

Setelah kamu selesai, pilih dan kelompokkan semua bentuk yang telah kita buat sejauh ini menggunakan shortcut keyboard Control-G.

adding the vertical rectangle to the second and third hexagon details

Langkah 15

Pada titik ini kita cukup selesai membuat dan mengulangi elemen. Yang perlu kita lakukan sekarang ada melakukan masking pada itu ketika kita mulai membangun pola yang lebih besar, potongan-potongannya akan pas bersama-sama.

Untuk melakukan itu, cukup buat sebuah segiempat 86 x 160 px (disoroti warna oranye) yang akan kita posisikan di tengah shape yang baru saja kita kelompokkan, dan kemudian menggunakan itu sebagai sebuah Clipping Mask (klik kanan > Make Clipping Mask).

masking the repeating element

Langkah 16

Setelah kita melakukan masking pada elemen berulang, kita akan ingin menyelaraskannya ke sisi kiri Artboard karena kita akan membuat berbagai salinannya dalam tahap berikutnya pada proses itu.

positioning the masked repeating element onto the left side of the artboard

4. Membuat Bagian Utama Pola

Hingga titik ini kita telah membuat elemen berulang utama pola, dimana itu bagus, namun kita akan perlu menambahkan beberapa contoh untuk mendapatkan hasil yang benar.

Langkah 1

Pilih elemen berulang, dan kemudian buat delapan copy dari itu (Control-C > Control-F) yang akan kita posisikan 0 px dari satu ke lainnya, pastikan untuk mengklik pada yang original untuk mengaturnya sebagai Key Object.

creating the patterns first row of repeating elements

Langkah 2

Pilih dan kelompokkan (Control-G) semua elemen berulang bersama-sama, pusatkan pada Artboard dengan bantuan panel Align dan option Horizontal Align Center.

aligning the row of repeating elements to the center of the artboard

Langkah 3

Buat lima baris lagi menggunakan satu yang telah kita miliki, dan susun satu di atas yang lain, pastikan garis tepi bagian atas dan bawahnya saling menimpa. Kamu dapat membuat proses ini jauh lebih mudah dengan menurunkan opacity salinan sehingga kamu memiliki pandangan yang lebih baik pada bentuk yang saling menimpa itu.

creating the rest of the patterns repeating rows

Langkah 4

Setelah kamu menambahkan semua baris, atur Opacity ke 100%, dan kemudian kelompokkan (Control-G) dan selaraskan secara vertikal ke pusat Artboard.

grouping and positioning the patterns repeating rows to the center of the artboard

Langkah 5

Dengan pengulangan baris, lakukan masking menggunakan segiempat 602 x 600 px sehingga elemen yang menghadap keluar terpotong separuhnya.

masking the main section of the pattern

5. Membuat Pola Contoh Sebenarnya

Jadi pada titik ini kita telah selesai mengerjakan elemen yang dibutuhkan untuk membuat pola, yang berarti bahwa kita dapat mengubahnya mg sebuah elemen library contoh.

Langkah 1

Pilih pola yang telah dilakukan masking, dan kemudian pergi ke Object > Pattern dan tekan Make yang akan membawa jendela baru dengan sejumlah pilihan yang perlu kita sesuaikan. Namun pertama-tama, mari berikan nama yang sesuai untuk membuatnya mudah dikenali.

giving the pattern a custom name

Langkah 2

Berikutnya, kita memiliki Tile Type dimana kita akan ingin membiarkannya diatur ke Grid, karena elemen pola kita didesain untuk disusun bersama bukan disebarkan.

choosing a tile type for the pattern

Langkah 3

Kemudian, kita memiliki Width dan Height yang akan kita atur menggunakan ukuran sebenarnya pada pola kita (602 x 600 px).

choosing a size for our pattern

Langkah 4

Biarkan pengaturan Overlap dan Copies sebagai mana adanya, karena mereka akan baik saja, dan terakhir tekan Done untuk menambahkan pola ke library contohmu.

setting the overlap and copies settings for our pattern

Langkah 5

Untuk menggunakan pola, cukup pillih itu dari contoh, dan kamu ambil Rectangle Tool (M) (atau bentuk lainnya) dan gambarkan sebuah objek baru, yang kamu lihat akan memiliki efek trippy merusak-otak seperti yang ada di film sebenarnya.

example of using the pattern

Kesimpulan!

Itulah dia: sebuah cara mudah untuk membuat sendiri karpet "Shining", menggunakan beberapa bentuk dasar dan kekuatan pilihan Pattern bawaan Illustrator.

Saya harap kamu bersenang-senang seperti saya ketika pertama kali melakukan project ini, dan yang terpenting mempelajari sesuatu yang baru sepanjang prosesnya.

final preview of the pattern
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Looking for something to help kick start your next project?
Envato Market has a range of items for sale to help get you started.