Advertisement
  1. Design & Illustration
  2. Pixel Art

Bagaimana Cara Membuat Ruangan Pixel Art Isometrik Dalam Adobe Photoshop

Scroll to top
Read Time: 6 min

Indonesian (Bahasa Indonesia) translation by Yosef Andreas (you can also view the original English article)

Final product imageFinal product imageFinal product image
What You'll Be Creating

Buatlah rumah sendiri! Dalam tutorial ini saya akan menunjukkan cara membuat ruangan pixel art isometrik.

Temukan inspirasi Seni Isometrik yang luar biasa untuk desainmu di GraphicRiver.

Aset-Aset Tutorial

Aset-aset di bawah digunakan selama pembuatan tutorial ini:

Pengantar

Sebelum kita mulai mengerjakan tutorial ini, download file zip dan instal polanya. Untuk melakukannya, pergi ke Edit> Presets> Preset Manager. Ubah Preset Type menjadi Patterns.

Preset ManagerPreset ManagerPreset Manager

Setelah itu, klik tombol Load, cari file polamu di perangkatmu, dan tekan Load. Itu saja—sekarang pola telah ditambahkan. Selain itu, kamu bisa drag and drop file pola ke Photoshop.

Jangan lupa Save gambar di komputermu. Ini akan membantumu mendapatkan hasil yang sama.

1. Bagaimana Cara Membuat Dasar dari Ruang

Langkah 1

Pilih Default Foreground and Background Colors (D). Perlu diketahui bahwa Anti-alias harus dicentang untuk semua alat yang akan kita gunakan dalam tutorial ini.

Buka Photoshop (saya menggunakan Photoshop CS6), masuk ke File> New, dan buat dokumen baru 412 x 395 px (Background Contents hendaklah White).

Creating a New DocumentCreating a New DocumentCreating a New Document

Langkah 2

Buka Layer > New > Group untuk membuat Group baru dengan nama Room. Buat New Layer (Layer > New > Layer) pada grup ini.

Creating a New GroupCreating a New GroupCreating a New Group

Langkah 3

Pilih Pencil Tool (B) dan buat dua garis berbentuk L yang ukurannya 192 x 1 px di kedua arah (dua pixel tengah saling tumpang tindih). Mereka berupa dua pixel untuk setiap satu pixel ke bawah. Jarak antara garis adalah 170 px.

Draw L-shape LinesDraw L-shape LinesDraw L-shape Lines

Langkah 4

Pilih Lasso Tool (L) dengan Anti-alias Tidak Dicentang, dan pilih garis bawah. Duplicate dan Rotate ke 180°. Tempatkan di bawah garis lainnya. Pilih Pencil Tool (B) dan hubungkan bagian atas dan bawah.

Base of the RoomBase of the RoomBase of the Room

Langkah 5

Di sini saya mulai menambahkan garis besar ruangan yang menunjukkan volume batu bata. Delete semua pixel yang tidak perlu (ditandai dengan warna pink). Ubah nama layer menjadi "Room".

Add VolumeAdd VolumeAdd Volume

Langkah 6

Pilih Magic Wand Tool (W) dengan Anti-alias Tidak Dicentang, dan klik pada lantai. Buat New Layer, dan isi dengan Foreground Color. Dobel klik dengan mouse anda untuk menerapkan Layer Style berikut. Tambahkan Pattern Overlay dengan setelan ini:

  • Blend Mode: Overlay
  • Opacity: 100%
  • Klik Pattern dan pilih pola lantai
  • Scale: 100%
Add a Floor TextureAdd a Floor TextureAdd a Floor Texture

Langkah 7

Kembali ke layer Room. Pilih dinding menggunakan Magic Wand Tool (W) dengan Anti-alias Tidak Dicentang. Buat New Layer, dan isi dengan Foreground Color. Dobel klik dengan mouse untuk menerapkan Layer Style berikut. Ubah Fill Opacity menjadi 0%.

Tambahkan sebuah Pattern Overlay dengan setelan ini:

  • Blend Mode: Overlay
  • Opacity: 100%
  • Klik Pattern dan pilih pola wallpaper
  • Scale: 100%
Add a Wallpaper TextureAdd a Wallpaper TextureAdd a Wallpaper Texture

Langkah 8

Kembali ke layer Room lagi. Isi semua celahnya.

Fill GapsFill GapsFill Gaps

Langkah 9

Pilih Pencil Tool (B) dan ubah warna garis hitam dalam, dengan menggunakan warna berikut:

  • Floor: #b78c71
  • Highlight#ffffff
  • Wall#4c848d
Changing the Inner Black LinesChanging the Inner Black LinesChanging the Inner Black Lines

Langkah 10

Buat papan skirting dengan warna #bbb9b6 dan #ffffff. Merge semua lapisan dalam grup. Hide grup.

Creating of a PlinthCreating of a PlinthCreating of a Plinth

2. Bagaimana Cara Membuat Sofa

Langkah 1

Pilih Default Foreground dan Background Colors (D).

Pergi ke Layer > New > Group untuk membuat Group baru. Ketik Sofa di kolom Name. Buat New Layer (Layer > New > Layer) pada grup ini.

Create a New GroupCreate a New GroupCreate a New Group

Langkah 2

Pilih Pencil Tool (B) dan gambarlah dua garis berbentuk L 18 x 1 px pada Width dan 66 x 1 px di Depth (40 px di antara keduanya).

Draw L-shape LinesDraw L-shape LinesDraw L-shape Lines

Langkah 3

Pilih Lasso Tool (L), dan pilih garis bagian atas. Duplicate itu dan Rotate ke 180°. Tempatkan mereka di atas garis yang lain. Pilih Pensil Tool (B) dan hubungkan bagian atas dan bawah. Delete semua pixel yang tidak perlu.

Base of the ArmrestBase of the ArmrestBase of the Armrest

Langkah 4

Isi celah antara garis dengan menggunakan warna #f8f8c6, #d8d0a0 dan #7f7757.

Add ColorsAdd ColorsAdd Colors

Langkah 5

Ubah warna sorotan menjadi #f8f8e8. Atur Foreground Color ke #4e4135. Setelah itu, pilih Paint Bucket Tool (G), Hilangkan Centang pada Contiguous, dan klik Black Outline. Sandaran tangan kanan sudah siap.

Change the Highlight ColorChange the Highlight ColorChange the Highlight Color

Langkah 6

Duplicate sandaran tangan kanan, dan dorong ke kiri sebesar 112 px (dan naikkan 56 px).

Duplicate the ArmrestDuplicate the ArmrestDuplicate the Armrest

Langkah 7

Dengan menggunakan teknik, warna dan alat yang sama, kita membuat kotak lain untuk sofa kita (setiap elemen pada layer terpisah).

Details of the SofaDetails of the SofaDetails of the Sofa

Langkah 8

Kombinasikan semua kotak dan buat sofa kita. Hide grup.

Finished SofaFinished SofaFinished Sofa

3. Bagaimana Cara Membuat Karpet

Langkah 1

Sebelum melanjutkan, pilih Default Foreground and Background Colors (D).

Pergi ke Layer > New > Group untuk membuat Group baru. Ketik "Carpet" di kolom Name. Buat New Layer (Layer > New > Layer) pada grup ini.

Create a New GroupCreate a New GroupCreate a New Group

Langkah 2

Gambarlah garis yang ukurannya 146 x 1 px di Width dan 138 x 1 px di Depth (dua pixel pertama dari setiap garis tumpang tindih).

Draw L-shape LineDraw L-shape LineDraw L-shape Line

Langkah 3

Duplicate layer dan ubah ke 10 px. Ulangi langkah ini. Dan hasilnya, kamu mendapatkan tiga lapis dengan garis berbentuk L. Merge semuanya, dan Delete pixel yang tidak perlu (ditandai dengan warna pink).

Duplicate L-shape LineDuplicate L-shape LineDuplicate L-shape Line

Langkah 4

Mari tambahkan baris teratas untuk karpet. Pergi ke Layer > Duplicate Layer untuk Duplicate layer. Lalu pergi ke Image > Image Rotation > 180° untuk melakukan Rotate pada itu. Tempatkan salinan di atas garis lainnya. Merge kedua layer.

Base of the CarpetBase of the CarpetBase of the Carpet

Langkah 5

Pilih Paint Bucket Tool (G) dan isi celah antara garis dengan warna #73719c dan #b5b2de. Atur Foreground Color ke #504f76 dan klik pada garis hitam. Hide grup.

Add ColorsAdd ColorsAdd Colors

4. Bagaimana Cara Membuat Meja

Langkah 1

Sebelum melanjutkan, pilih Default Foreground dan Background Colors (D).

Buka Layer > New > Group untuk membuat Group baru. Ketik Table di kolom Name. Buat New Layer (Layer > New > Layer) pada grup ini.

Create a New GroupCreate a New GroupCreate a New Group

Langkah 2

Saya menambahkan garis yang ukurannya 62 x 1 px (ini dua pixel untuk setiap pixel ke bawah). Ini akan menjadi lebar meja kita.

Create a Front LineCreate a Front LineCreate a Front Line

Langkah 3

Dan sekarang tambahkan beberapa kedalaman.

Draw a L-shape LineDraw a L-shape LineDraw a L-shape Line

Langkah 4

Mari tambahkan baris teratas untuk tabel. Pilih layer dengan garis berbentuk L dan Duplicate itu. Pergi ke Image > Image Rotation > 180° untuk Rotate. Merge layer dan isi, dengan menggunakan warna #dfbf8e.

Base of the Top PartBase of the Top PartBase of the Top Part

Langkah 5

Buka Layer > Duplicate Layer untuk Duplicate layer. Pilih layer asli dan ubah ke 4 px. Hubungkan mereka menggunakan Pencil Tool (B). Merge semua layer dalam grup Table.

Upper Part of the TableUpper Part of the TableUpper Part of the Table

Langkah 6

Pilih Paint Bucket Tool (G) dan isi sisi depan dan kedalamannya dengan warna #c9a979 (lebih muda) dan #95675a (lebih gelap). Pilih Eraser Tool (E) dan Delete beberapa pixel (saya menambahkan beberapa penanda pink untuk menunjukkan yang tidak perlu).

Add ColorsAdd ColorsAdd Colors

Langkah 7

Atur Foreground Color ke #f4e1c3 dan gambarkan sorotan, dengan menggunakan Pencil Tool (B). Ubah Foreground Color menjadi #2b2b2b. Pilih Paint Bucket Tool (G), hapus centang Contiguous, dan klik pada garis hitam.

Change the HighlightChange the HighlightChange the Highlight

Langkah 8

Buat New Layer dan pindahkan ke bagian bawah grup Table. Gambarkan kaki meja (gunakan warna #404968 untuk garis luarnya, #6b949c untuk sisi gelap, dan #c5eaf0 untuk sorotan).

Add a LegAdd a LegAdd a Leg

Langkah 9

Duplicate layer tiga kali dan pindahkan ke tempat mereka. Merge semua layer dalam grup. Hide layernya.

Duplicate LegsDuplicate LegsDuplicate Legs

5. Bagaimana Cara Membuat TV

Langkah 1

Sebelum melanjutkan, pilih Default Foreground dan Background Colors (D).

Pergi ke Layer > New > Group untuk membuat Group baru. Ketik "TV" di kolom Name. Pilih kotak sofa tertipis, dan Duplicate layer itu. Pindahkan salinan ke grup TV. Pilih Rectangular Marquee Tool (M) dan pilih bagian bawah kotak. Klik kanan dan pilih Layer via Cut. Pindahkan layer baru turunkan ke 16 px. Merge layer di dalam grup. Hubungkan garis dan isi celahnya.

Creating of TV BaseCreating of TV BaseCreating of TV Base

Langkah 2

Ubah warna:

  • Upper: #6e7488
  • Front: #525663
  • Side: #383c45
  • Highlight: #818796
  • Outline: #20232e
Change ColorChange ColorChange Color

Langkah 3

Pilih Pencil Tool (B) dan gambar sebuah layar. Lakukan Fill dengan warna #000000.

Draw ScreenDraw ScreenDraw Screen

Langkah 4

Atur Foreground Color menjadi #000000 dan gambarkan speaker. Merge semua layer dalam grup. Hide layernya.

Add SpeakersAdd SpeakersAdd Speakers

Selamat! Kamu Telah Selesai!

Buat semua group dan layer Visible. Pergi ke File > Place untuk menempatkan elemen tambahan (gambar, pot bunga). Urutkan kelompok dan lapisannya. Tempatkan elemen sesuai keinginan. Saya hanya menunjukkan satu pilihan untuk bagaimana mereka bisa ditempatkan.

Berikut adalah gambar terakhir (di 100%). Saya harap kamu menikmati tutorialnya, dan jangan lupa bagikan hasilmu bersama kami!

Dan untuk tutorial lebih seperti ini, periksa Tutorial Isometrik kami di Envato Tuts+:

Isometric Pixel Art Room Photoshop TutorialIsometric Pixel Art Room Photoshop TutorialIsometric Pixel Art Room Photoshop Tutorial
Advertisement
Did you find this post useful?
Want a weekly email summary?
Subscribe below and we’ll send you a weekly email summary of all new Design & Illustration tutorials. Never miss out on learning about the next big thing.
Advertisement
Start your 7-day free trial*
Start free trial
*All Individual plans include a 7-day free trial for new customers; then chosen plan price applies. Cancel any time.