Students Save 30%! Learn & create with unlimited courses & creative assets Students Save 30%! Save Now
Advertisement
  1. Design & Illustration
  2. Text Effects
Design

Bagaimana Membuat Efek Teks Terinspirasi Dari inFamous Dalam Adobe Photoshop

by
Difficulty:BeginnerLength:MediumLanguages:

Indonesian (Bahasa Indonesia) translation by Yosef Andreas (you can also view the original English article)

Final product image
What You'll Be Creating

Hari ini saya akan menunjukkanmu bagaimana membuat sebuah efek teks yang terinspirasi oleh game inFamous. Di dalam prosesnya kamu akan mempelajari bagaimana membuat rentetan cahaya, dua pola, dan dua Layer Styles. Jadi mari kita mulai.

Jika hanya menginginkan efek teks dan ingin melewatkan tutorial ini, kamu dapat membeli set komplit Gaming Styles di GraphicRiver.

Gaming Styles promo
Gaming Styles

Bahan-Bahan Tutorial

Kita akan menggunakan background berikut:

1. Bagaimana Membuat Pola Pertama

Langkah 1

Buka Photoshop dan buat dokumen baru ukuran 1500 x 1500 px. Setelah itu, dobel klik layer Background untuk mengubahnya ke dalam layer normal. Kemudian ganti nama ke infamous BG.

Renaming the backgroung layer

Langkah 2

Atur Foreground Color ke #000000 dan Background Color ke #7c7c7c. Kemudian pergi ke Filter > Render > Clouds.

Creating a abstract texture

Langkah 3

Pergi ke Filter > Filter Gallery... dan pilih Distort > Glass dengan pengaturan sebagai berikut:

  • Distortion: 18
  • Smoothness: 2
  • Texture: Frosted
  • Scaling: 100%
  • Invert: Tidak dicentang

Klik OK.

Applying a glass effect to the texture

Langkah 4

Tahan Alt-Spasi dan klik kiri untuk melakukan zoom out hingga kamu melihat keseluruhan gambar.

Sekarang buat salinan layer dengan menekan Control-J.

Making a copy of the layer

Langkah 5

Tekan Control-T untuk mengaktifkan pilihan Free Transform. Kemudian klik kanan gambar dan pilih Flip Horizontal. Setelah itu, tekan Enter dan klik pada icon Add Layer Mask.

Creating a Layer Mask

Langkah 6

Klik pada Layer Mask (kotak putih di dalam layer) dan tekan D untuk me-reset warna Foreground dan Background ke default. Kemudian tekan X untuk membalikkannya.

Setelah itu , pilih Gradient Tool (G) dengan pengaturan sebagai berikut:

  • Gradient: Foreground to Transparent
  • Type: Linear Gradient
  • Mode: Normal
  • Opacity: 100 %
  • Reverse: Tidak dicentang
  • Dither: Dicentang
  • Transparency: Dicentang

The Gradient Tool Settings

Langkah 7

Sekarang dengan memilih Gradient Tool, klik kiri pada pusat dokumen dan seret mouse pada sisi kanan, ke sekitar seperempat lebar gambar.

Dragging the mouse to the right with the Gradient Tool

Langkah 8

Klik pada nama layer infamous BG copy dan pergi ke Layer > Merge Visible. Kemudian buat salinan layer lainnya dan ulangi Langkah 5, namun pilih Flip Vertical. Sekarang klik pada Layer Mask dan ulangi Langkah 7, dengan menyeret mouse ke atas sekitar pada jarak yang sama.

Dragging the mouse to the top with the Gradient Tool

Langkah 9

Klik pada nama layer infamous BG copy 2 dan pergi ke Layer > Merge Visible. Kemudian pergi ke Edit > Define Pattern... dan beri nama itu inFamous Pattern dan klik OK. Kemudian simpan dokumen dan tutup itu.

Naming the Pattern

2. Bagaimana Membuat Efek Elektrik

Langkah 1

Buat sebuah dokumen baru dengan pengaturan sebagai berikut:

  • Name: Electric Texture
  • Width: 5000 px
  • Height: 2000 px
  • Resolution: 72 PPI
  • Color Mode: RGB Color 8 bit
  • Background Contents: #000000

Klik OK.

Creating the new document

Langkah 2

Lakukan zoom out dokumen hingga kamu melihat gambar utuh. Kemudian aktifkan Rulers dengan pergi ke View > Rulers. Kemudian klik kanan ruler dan pilih Percent. Setelah itu, klik kiri ruler dan seret mouse untuk membuat empat Canvas Guides dengan pengaturan sebagai berikut:

  • First Horizontal Guide Position: 40%
  • Second Horizontal Guide Position: 60%
  • First Vertical Guide Position: 29%
  • Second Vertical Guide Position: 71%

Kita akan menggunakan bagian pendek yang sempit di pusat:

The document with the Canvas Guides

Langkah 3

Dobel klik pada Zoom Tool untuk me-reset zoom ke 100%. Sekarang pergi ke Layer > New > Layer... dan beri nama itu Brush dan klik OK. Kemudian ambil Brush Tool (B) dengan pengaturan sebagai berikut:

  • Brush: Hard Round
  • Size: 6 px
  • Hardness: 100%
  • Mode: Normal
  • Opacity: 100%
  • Flow: 100%
  • Pen Related Options: Tidak dicentang
The Brush tool settings

Langkah 4

Mulai gambarkan beberapa garis putih goyang di bagian tengah, dan gambarkan sepanjang dari kiri ke kanan.

Drawing the shaky lines

Langkah 5

Sekarang ganti brush size ke 4 dan buat beberapa cabang kecil. Jangan khawatir jika kamu melewati garis bantu—hanya jangan terlalu jauh.

Drawing the small branches

Langkah 6

Dobel klik layer Brush untuk menambahkan Outer Glow dengan pengaturan sebagai berikut:

  • Blend Mode: Lighten
  • Opacity: 31%
  • Noise: 0%
  • Color: #4cb8ff
  • Technique: Softer
  • Spread: 7%
  • Size: 46 px
  • Contour: Linear
  • Anti-Aliased: Tidak dicentang
  • Range: 51%
  • Jitter: 0%

Klik OK.

First Outer Glow Settings

Langkah 7

Sekarang buat salinan layer Brush dengan menekan Control-J. Kemudian dobel klik itu untuk mengedit Outer Glow dengan pengaturan sebagai berikut:

  • Blend Mode: Color Dodge
  • Opacity: 100%
  • Noise: 0%
  • Color: #30d6ff
  • Technique: Softer
  • Spread: 15%
  • Size: 49 px
  • Contour: Linear
  • Anti-Aliased: Tidak dicentang
  • Range: 100%
  • Jitter: 0%

Klik OK.

Second Outer Glow Settings

Langkah 8

Pergi ke Edit > Define Pattern... untuk menyimpan pola. Kemudian beri nama itu Electric Pattern dan klik OK.

Gambarmu harusnya tampak seperti ini:

How the image should look

Simpan dokumen dan tutup itu.

3. Bagaimana Membuat Rentetan Cahaya

Langkah 1

Buat dokumen baru dengan pengaturan sebagai berikut:

  • Name: Light Streak
  • Width: 2200 px
  • Height: 600 px
  • Resolution: 72 PPI
  • Color Mode: RGB Color 8 bit
  • Background Contents: #191919

Klik OK.

Creating a new document

Langkah 2

Ambil Line Tool (U) dengan pengaturan sebagai berikut:

  • Type: Pixels
  • Mode: Normal
  • Opacity: 100%
  • Anti-Aliased: Dicentang
  • Weight: 4 px
  • Color: #ffffff

Langkah 3

Pergi ke Layer > New > Layer... dan beri nama layer baru ini Light Line. Setelah itu, tahan tombol Shift dan gambarkan garis horizontal sekitar 2050 px di pusat dokumen.

Drawing a line

Langkah 4

Sekarang klik kiri ruler dan seret mouse untuk membuat tiga Canvas Guides dengan pengaturan sebagai berikut:

  • First Vertical Guide Position: 7%
  • Second Vertical Guide Position: 50%
  • Third Vertical Guide Position: 93%
Positioning the Canvas Guides

Langkah 5

Tekan D untuk me-reset warna Foreground dan Background ke default, dan kemudian tekan X untuk membalikkannya. Kemudian pilih Gradient Tool (G) dengan pengaturan sebagai berikut:

  • Gradient: Foreground to Transparent
  • Type: Linear Gradient
  • Mode: Normal
  • Opacity: 100 %
  • Reverse: Tidak dicentang
  • Dither: Dicentang
  • Transparency: Dicentang
The Gradient tool Settings

Langkah 6

Tambahkan sebuah layer mask baru dengan mengklik pada icon Add Layer Mask. Kemudian dengan memilih Gradient Tool, klik dan drag mouse Canvas Guide pertama (7%) ke Canvas Guide kedua (50%). Lakukan hal yang sama pada sisi lainnya, dimulai dengan Canvas Guide ketiga (93%) mengarah ke kedua (50%).

Panah dalam gambar di bawah menunjukkan Gradient Tool yang sedang diseret. Perhatikan bahwa Layer Mask dipilih.

Dragging the Gradient Tool

Langkah 7

Klik kanan pada layer Light Line dan pilih Blending Options untuk menambahkan sebuah Outer Glow dengan pengaturan sebagai berikut:

  • Blend Mode: Screen
  • Opacity: 100%
  • Noise: 0%
  • Color: #004eff
  • Technique: Softer
  • Spread: 0%
  • Size: 16 px
  • Contour: Linear
  • Anti-Aliased: Tidak dicentang
  • Range: 9%
  • Jitter: 0%

Klik OK.

Outer Glow Settings

Langkah 8

Buat salinan layer Light Line dengan menekan Control-J. Kemudian tekan Control-T untuk mengubah ukurannya, pilih untuk mengubah ukuran ke 70% pada skala horizontal, dan kemudian tekan Enter dua kali.

Resizing the layer

Langkah 9

Sekarang dengan memilih layer Light Line copy, ambil Move Tool (V), tahan tombol Shift dan tekan tombol Panah Atas sekali.

Moving the layer up

Langkah 10

Buat salinan layer Light line copy. Kemudian tekan Control-T dan pilih untuk mengubah ukuran ke 700% pada skala Vertical. Setelah itu, tekan Enter dua kali.

Ambil Move Tool (V) dan tekan tombol Panah Bawah enam kali (tanpa tombol Shift)

Moving the layer down

Langkah 11

Klik kanan layer Light Line copy 2 dan pilih Blending Options untuk mengedit Outer Glow dengan pengaturan sebagai berikut:

  • Blend Mode: Color Dodge
  • Opacity: 100%
  • Noise: 0%
  • Color: #75c6ff
  • Technique: Softer
  • Spread: 0%
  • Size: 65 px
  • Contour: Linear
  • Anti-Aliased: Tidak dicentang
  • Range: 22%
  • Jitter: 0%

Klik OK.

Outer Glow Settings

Langkah 12

Pilih semua layer Light Line. Untuk melakukan itu, tahan tombol Shift dan klik pada layer Light Line, tetap tekan Shift dan klik pada layer Light Line copy dan kemudian layer Light Line Copy 2. Setelah itu, lepas Shift dan klik kanan pada salah satu layer untuk memilih Convert to Smart Object. Kemudian simpan dokumen dan biarkan itu tetap terbuka.

Converting layers to Smart Object

4. Bagaimana Membuat Layer Style

Langkah 1

Pergi ke File > Open... dan buka gambar background yang telah kamu download pada awal tutorial ini.

Image of the Background

Langkah 2

Pilih Type Tool (T) dan tulis inFAMOUS menggunakan font Impact. Kemudian pergi ke Window > Character dan setel pengaturan sebagai berikut:

  • Size: 140 pt
  • Tracking: -40
  • Faux Bold: Dicentang
  • Faux Italic: Dicentang
  • Anti-Aliasing: Smooth
Typing inFAMOUS and choosing the Character Panel settings

Langkah 3

Klik kanan layer teks dan pilih Blending Options untuk membuat Layer Style.

Mari mulai dengan Bevel & Emboss:

  • Style: Inner Bevel
  • Technique: Smooth
  • Depth: 100%
  • Direction: Up
  • Size: 3 px
  • Soften: 0 px
  • Use Global Light: Tidak dicentang
  • Angle: 30º
  • Altitude: 30º
  • Gloss Contour: Linear
  • Anti-Aliased: Tidak dicentang
  • Highlight Mode: Screen
  • Highlight Opacity: 50%
  • Highlight Color: #ffffff
  • Shadow Mode: Multiply
  • Shadow Opacity: 50%
  • Shadow Color: #000000
Bevel and Emboss Settings

Langkah 4

Sekarang tambahkan sebuah Stroke.

Sekarang kita akan menggunakan Electric Pattern yang telah kita buat:

  • Size: 250 px
  • Position: Outside
  • Blend Mode: Lighten
  • Opacity: 100%
  • Overprint: Tidak dicentang
  • Fill Type: Pattern
  • Pattern: Electric Pattern
  • Scale: 25%
  • Link With Layer: Dicentang
Stroke Settings

Langkah 5

Seret jendela Layer Style ke samping dan lihat pada dokumen; Electric Pattern mungkin berada di tempat yang salah. Untuk memperbaiki itu, klik kiri dimana pun pada dokumen dan seret mouse Tempatkan Electric Pattern tepat di bawah teks.

Moving the pattern with the mouse

Langkah 6

Tambahkan Gradient Overlay. Kemudian klik pada Gradient Bar untuk membuat preset baru dengan pengaturan sebagai berikut:

  • First stop Color: #c9c9c9 dan Location 11%
  • Second stop Color: #639dbb dan Location 24%
  • Third stop Color: #356d8a dan Location 38%
  • Fourth stop Color: #d9d9d9 dan Location 47%
  • Fifth stop Color: #979797 dan Location 71%
  • Sixth stop Color: #dedede dan Location 82%
  • Seventh stop Color: #2b2b2b dan Location 95%

Klik tombol New dan kemudian klik OK untuk kembali ke jendela Layer Style.

Creating a new gradient preset

Langkah 7

Lengkapi Gradient Overlay dengan pengaturan di bawah ini:

  • Blend Mode: Color Dodge
  • Dither: Tidak dicentang
  • Opacity: 100%
  • Reverse: Tidak dicentang
  • Style: Linear
  • Align with Layer: Dicentang
  • Angle: 90º
  • Scale: 100%
Gradient Overlay Settings

Langkah 8

Tambahkan Pattern Overlay dengan pola pertama yang kita buat (inFamous Pattern) dengan pengaturan sebagai berikut:

  • Blend Mode: Normal
  • Opacity: 100%
  • Pattern: inFamous Pattern
  • Scale: 50%
  • Link with Layer: Dicentang

Sekarang kamu dapat menyeret pola dengan mouse lagi untuk menempatkan itu dalam posisi yang lebih baik. Setelah itu, klik tombol New Style... untuk menyimpan style. Kemudian beri nama inFamous Style dan klik OK.

Pattern Overlay settings

Langkah 9

Buat salinan layer inFAMOUS dengan menekan Control-J. Kemudian klik kanan dan pilih Clear Layer Style.

Clearing a layer style

Langkah 10

Ganti nilai Fill pada layer inFAMOUS copy ke 0%.

Changing the fill of the layer

Langkah 11

Klik kanan layer salinan inFAMOUS dan pilih Blending Options... untuk menambahkan Bevel & Emboss dengan pengaturan sebagai berikut:

  • Style: Inner Bevel
  • Technique: Smooth
  • Depth: 715%
  • Direction: Up
  • Size: 3 px
  • Soften: 0 px
  • Use Global Light: Tidak Dicentang
  • Angle: 120º
  • Altitude: 30º
  • Gloss Contour: Ring - Double
  • Highlight Mode: Screen
  • Highlight Opacity: 75%
  • Highlight Color: #ffffff
  • Shadow Mode: Apapun
  • Shadow Opacity: 0%
  • Shadow Color: Apapun
Bevel and Emboss settings

Langkah 12

Tambahkan Inner Glow dengan pengaturan berikut:

  • Blend Mode: Color Dodge
  • Opacity: 75%
  • Noise: 0%
  • Color: #abe4ff
  • Technique: Softer
  • Source: Edge
  • Choke: 0%
  • Size: 4%
  • Contour: Linear
  • Anti-Aliased: Tidak dicentang
  • Range: 50%
  • Jitter: 0%
Inner Glow settings

Langkah 13

Tambahkan Pattern Overlay dengan Electric Pattern dan pengaturan sebagai berikut:

  • Blend Mode: Lighten
  • Opacity: 100%
  • Pattern: Electric Pattern
  • Scale: 25%
  • Link with Layer: Dicentang

Sekarang kamu dapat menyeret pola pada posisi yang sama dengan Electric Pattern yang pertama, namun sekarang itu akan berada di dalam teks. Setelah itu, klik pada tombol New Style dan beri nama inFamous Style TOP (karena yang satu ini harus berada di atas Layer Style pertama). Setelah itu, klik OK.

Pattern Overlay settings

Langkah 14

Kita hampir selesai. Kita hanya perlu menambahkan Light Streak yang kita buat sebelumnya.

Kembali ke dokumen Light Streak, dan seret tab itu agar jendelanya tidak maksimal. Kemudian seret layer Light Line copy 2 ke dokumen utama kita. Setelah itu, tutup dokumen Light Streak.

Dragging the Light Streak layer to the main document

Langkah 15

Kembali ke dokumen utama, dan kita akan mengubah ukuran Light Streak sekarang.

Tekan Control-T dan ganti ukurannya ke 40% pada skala Horizontal dan Vertical. Kemudian tekan Enter dua kali.

Resizing the Light Streak

Langkah 16

Ambil Move Tool (V) dan seret Light Streak ke bagian atas teks. Kemudian ganti Layer Mode ke Screen.

Moving the Light Streak and changing the layer mode

Langkah 17

Buat salinan layer Light Line copy 2 dengan menekan Control-J. Kemudian tempatkan itu di bawah teks.

Image showing the Light Streak in the right place

Dan hasilnya adalah:

Final result

Selamat, Kamu Telah Selesai!

Di dalam tutorial ini, kamu mempelajari bagaimana membuat efek teks elektrik dalam Adobe Photoshop. Kita memulai dengan membuat pola, kemudian kita menambahkan rentetan cahaya, dan terakhir menambahkan dua Layer Styles. Saya harap kamu menikmati tutorial ini, dan silahkan meninggalkan komentar di bawah.

Efek teks yang baru saja kita buat ini adalah bagian dari Gaming Styles.

Gaming Styles promo
Gaming Styles
Advertisement
Advertisement
Looking for something to help kick start your next project?
Envato Market has a range of items for sale to help get you started.