Unlimited PS Actions, graphics, videos & courses! Unlimited asset downloads! From $16.50/m
  1. Design & Illustration
  2. Photoshop Actions

Bagaimana Membuat Action Efek Teks Rumput dalam Adobe Photoshop

by
Read Time:9 minsLanguages:

Indonesian (Bahasa Indonesia) translation by Anissa Anwar (you can also view the original English article)

Final product imageFinal product imageFinal product image
What You'll Be Creating

Pada tutorial kali ini saya akan menunjukkan Anda bagaimana membuat action rumput dalam Adobe Photoshop menggunakan dua brushes, dan layer style yang memiliki pola rumput. Pada akhir tutorial Anda akan memiliki action yang memungkinkan Anda melakukan seluruh proses dengan satu klik.

Jika Anda ingin melewati tutorial ini tetapi masih ingin memiliki action nya, Anda dapat menulusuri GraphicRiver dan membeli Grass Generator. Action yang lengkap memiliki fitur tambahan, bisa bekerja pada resolusi 72 dpi dan 300 dpi, dan juga berfungsi pada banyak bentuk.

promo imagepromo imagepromo image
Grass Generator

Aset Tutorial

Aset yang digunakan selama tutorial ini sebagai berikut:

1. Bagaimana Membuat Brushes

Langkah 1

Bukalah Photoshop dan membuat dokumen baru berukuran 350 x 460 px.

Creating a new documentCreating a new documentCreating a new document

Langkah 2

Tekan tombol D pada keyboard Anda untuk men-reset warna Foreground and Background. Lalu pilih Ellipse Tool (U), dan rubah mode ke shape.

Ellipse tool settingsEllipse tool settingsEllipse tool settings

Langkah 3

Mulai menggambar bentuk oval panjang dan tipis.

Drawing the oval shapeDrawing the oval shapeDrawing the oval shape

Langkah 4

Sekarang ambil Convert Point Tool dan Klik-Control di tengah pada bentuk.

Convert Point ToolConvert Point ToolConvert Point Tool

Langkah 5

Sekarang klik pada anchor point pada bagian atas untuk membuat ujungnya tajam. Lakukan hal yang sama pada anchor point bagian bawah.

Converting anchor pointConverting anchor pointConverting anchor point

Langkah 6

Klik-Control pada layer thumbnail Ellipse 1 untuk membuat selection di sekeliling bentuk. Lalu menuju ke Edit > Define Brush Preset..., dan beri nama Base Brush dan klik OK.

Creating the brushCreating the brushCreating the brush

Langkah 7

Pilih Brush Tool (B), dan lalu Klik-Kanan pada dokumen dan pilih brush yang baru saja kita buat (Base Brush).

Choosing the brushChoosing the brushChoosing the brush

Langkah 8

Menuju ke Window > Brush untuk membuka panel Brush. Lalu atur Brush Tip Shape dengan pengaturan seperti di bawah ini:

  • Size: 27 px
  • Flip X: Tidak Dicentang
  • Flip Y: Tidak Dicentang
  • Angle: 0º
  • Roundness: 100%
  • Spacing: 130%
Brush Tip Shape settingsBrush Tip Shape settingsBrush Tip Shape settings

Langkah 9

Pilih Shape Dynamics dengan pengaturan sebagai berikut:

  • Size Jitter: 32%
  • Control: Off
  • Minimum Diameter: 7%
  • Angle Jitter: 35%
  • Control: Off
  • Roundness Jitter: 26%
  • Control: Off
  • Minimum Roundness: 100%
  • Flip X Jitter: Tidak Dicentang
  • Flip Y Jitter: Tidak Dicentang
  • Brush Projection: Tidak Dicentang
Shape Dynamics settingsShape Dynamics settingsShape Dynamics settings

Langkah 10

Pilih Scattering dengan pengaturan sebagai berikut:

  • Scatter: 62%
  • Both Axes: Tidak Dicentang
  • Control: Off
  • Count: 5
  • Count Jitter: 100%
  • Control: Off
Scattering settingsScattering settingsScattering settings

Langkah 11

Pilih Color Dynamics dengan pengaturan sebagai berikut:

  • Apply Per Tip: Dicentang
  • Foreground/Background Jitter: 100%
  • Control: Off
  • Hue Jitter: 2%
  • Saturation Jitter: 13%
  • Brightness Jitter: 11%
  • Purity: -1%

Color Dynamics tidak membuat perbedaan dengan hasil akhir pada tutorial ini, tetapi sangatlah penting jika Anda ingin menggunakan brush dengan bentuk lainnya.

Color Dynamics settingsColor Dynamics settingsColor Dynamics settings

Langkah 12

Sekarang klik pada icon ujung kanan atas pada panel Brush dan pilih New Brush Preset. Lalu berilah nama Grass Brush 1 dan dicentang pada kotak Capture Brush Size in Preset. Setelah itu, klik OK.

Saving the Brush PresetSaving the Brush PresetSaving the Brush Preset

Langkah 13

Sekarang mari kita membuat preset baru. Kembali ke Brush Tip Shape pada panel Brush dan membuat perubahan sebagai berikut:

  • Size: 18 px
  • Flip X: Tidak Dicentang
  • Flip Y: Tidak Dicentang
  • Angle: 0º
  • Roundness: 100%
  • Spacing: 339%
Second Brush Tip Shape settingsSecond Brush Tip Shape settingsSecond Brush Tip Shape settings

Langkah 14

Jangan merubah pengaturan Shape Dynamics; biarkan saja tetap terpilih. Lalu pilih Scattering dan buat perubahan sebagai berikut:

  • Scatter: 50%
  • Both Axes: Tidak Dicentang
  • Control: Off
  • Count: 8
  • Count Jitter: 0%
  • Control: Off
Second Scattering settingsSecond Scattering settingsSecond Scattering settings

Langkah 15

Membiarkan Color Dynamics terpilih dan menyimpan preset seperti sebelumnya, tetapi kali ini beri nama dengan Grass Brush 2.

Saving the second Brush PresetSaving the second Brush PresetSaving the second Brush Preset

2. Bagaimana Membuat Text dan Menginstall Pola

Langkah 1

Menuju ke File > Open..., dan bukan gambar background yang telah Anda unduh (Background-Grass.jpg).

Background imageBackground imageBackground image

Langkah 2

Pilih Type Tool (T) dan tulis kata "GRASS". Pilih font Plump, kemudian atur Size ke 300 pt.

Type Tool and its settingsType Tool and its settingsType Tool and its settings

Langkah 3

Menuju ke Edit > Presets > Preset Manager. Pada Preset Type, pilih Patterns, klik load..., dan pilih Grass Pattern.pat. Setelah itu, klik Done.

Installing the Grass PatternInstalling the Grass PatternInstalling the Grass Pattern

3. Bagaimana Membuat Action

Langkah 1

Menuju ke Window > Actions untuk membuka panel Actions.

Opening the Actions PanelOpening the Actions PanelOpening the Actions Panel

Langkah 2

Mari membuat satu set baru actions. Untuk melakukannya, klik Create New Set Icon, dan beri nama Grass Set, dan klik OK.

Creating a new set of actionsCreating a new set of actionsCreating a new set of actions

Langkah 3

Klik icon Create New Action, dan beri nama Grass Text, dan klik Record.

Dari titik ini, segala sesuatu yang Anda kerjakan akan terekam, jadi tetap mengawasi panel Actions. Jika Anda membuat kesalahan, klik icon Stop Playing/Recording dan hapus langkah yang tidak dibutuhkan dalam action Grass Text. Lalu klik icon Begin Recording untuk melanjutkan.

Creating a new actionCreating a new actionCreating a new action

Langkah 4

Dengan layer teks terpilih, menuju ke Layer > Rename Layer... dan beri nama 1.

Renaming the text layerRenaming the text layerRenaming the text layer

Langkah 5

Buatlah layer baru dengan meng-klik pada icon Create a New Layer, beri nama Grass 1, dan klik OK.

Creating a new layerCreating a new layerCreating a new layer

Langkah 6

Pilih layer 1 dan menuju ke Type > Create Work Path.

Creating the work pathCreating the work pathCreating the work path

Langkah 7

Sekarang pilih layer Grass 1. Lalu pilih Brush Tool (B) dan pilih Grass Brush 1 dengan pengaturan sebagai berikut.

  • Mode: Normal
  • Opacity: 100%
  • Flow: 100%
  • Pen Related Options: Tidak Dicentang
Selecting the brushSelecting the brushSelecting the brush

Langkah 8

Menuju ke Window > Paths untuk membuka panel Paths. Lalu klik-kanan pada Work Path dan pilih Stroke Path. Pilih Brush dengan Simulate Pressure tidak dicentang, dan lalu klik OK.

Creating the borderCreating the borderCreating the border

Langkah 9

Pilih layer 1. Lalu buatlah layer baru dan beri nama Grass 2.

Creating the second brush layerCreating the second brush layerCreating the second brush layer

Langkah 10

Sekarang pilih Brush Tool (B) dengan pengaturan sebagai berikut:

  • Brush: Grass Brush 2
  • Mode: Normal
  • Opacity: 100%
  • Flow: 100%
  • Pen Related Options: Tidak Dicentang
Selecting the second brushSelecting the second brushSelecting the second brush

Langkah 11

Kembali ke panel Paths. Klik-kanan pada Work Path dan pilih Stroke Path. Seperti sebelumnya, pilih Brush dengan Simulate Pressure tidak dicentang, lalu klik OK. Setelah itu, delete Work Path.

Creating the second borderCreating the second borderCreating the second border

Langkah 12

Sekarang pilih layer 1 lagi. Lalu tahan tombol Shift dan klik pada layer Grass 1 untuk memilih semua layers (kecuali pada layer Background).

Selecting the layersSelecting the layersSelecting the layers

Langkah 13

Klik-kanan pada layer Grass 1 dan pilih Convert to Smart Object.

Convert to Smart ObjectConvert to Smart ObjectConvert to Smart Object

Langkah 14

Sekarang klik-ganda pada layer Grass 1 untuk membuka jendela Layer Style. Mari kita mulai dengan Bevel & Emboss:

  • Style: Inner Bevel
  • Technique: Smooth
  • Depth: 100%
  • Direction: Up
  • Size: 26 px
  • Soften: 0%
  • Use Global Light: Tidak Dicentang
  • Angle: 90º
  • Altitude: 30º
  • Gloss Contour: Linear
  • Anti-Aliased: Tidak Dicentang
  • Highlight Mode: Screen
  • Highlight Mode Color: #ffffff
  • Highlight Mode Opacity: 16%
  • Shadow Mode: Multiply
  • Shadow Mode Color: #000000
  • Shadow Mode Opacity: 30%
Bevel and Emboss settingsBevel and Emboss settingsBevel and Emboss settings

Langkah 15

Tambahkan Inner Shadow dengan pengaturan sebagai berikut:

  • Blend Mode: Multiply
  • Color: #000000
  • Opacity: 22%
  • Use Global Light: Tidak Dicentang
  • Angle: -90º
  • Distance: 14 px
  • Choke: 16%
  • Size: 4 px
  • Contour: Linear
  • Anti-aliased: Tidak Dicentang
  • Noise: 0%
Inner Shadow settingsInner Shadow settingsInner Shadow settings

Langkah 16

Tambahkan Gradient Overlay dengan pengaturan sebagai berikut:

  • Blend Mode: Overlay
  • Dither: Tidak Dicentang
  • Opacity: 46%
  • Reverse: Tidak Dicentang
  • Style: Linear
  • Align with Layer: Tidak Dicentang
  • Angle: 90º
  • Scale: 89%

Klik pada Gradient Bar dan membuat gradient dengan pengaturan sebagai berikut:

  • First Stop Color: #000000
  • First Stop Position: 0%
  • Second Stop Color: #FFFB9C
  • Second Stop Position: 100%
Gradient Overlay settingsGradient Overlay settingsGradient Overlay settings

Langkah 17

Tambahan Pattern Overlay dengan pengaturan sebagai berikut:

  • Blend Mode: Normal
  • Opacity: 100%
  • Pattern: Pilih Pola Rumput (Grass Pattern) yang telah Anda install pada awal tutorial.
  • Scale: 25%
  • Link with Layer: Dicentang
Pattern Overlay settingsPattern Overlay settingsPattern Overlay settings

Langkah 18

Tambahkan Drop Shadow dengan pengaturan sebagai berikut:

  • Blend Mode: Multiply
  • Color: #000000
  • Opacity: 31%
  • Use Global Light: Tidak Dicentang
  • Angle: 23º
  • Distance: 12 px
  • Spread: 0%
  • Size: 1 px
  • Contour: Linear
  • Anti-Aliased: Tidak Dicentang
  • Noise: 0%
  • Layer Knocks Out Drop Shadow: Dicentang

Setelah itu, klik OK.

Drop Shadow settingsDrop Shadow settingsDrop Shadow settings

Langkah 19

Beri nama ulang layer Grass 1 ke Grass Text. Setelah itu, klik icon pada Stop Playing/Recording di panel Actions.

Finishing the actionFinishing the actionFinishing the action

Dan hasilnya sebagai berikut:

Final Result imageFinal Result imageFinal Result image

Selamat, Anda telah Selesai!

Pada tutorial ini, Anda belajar bagaimana membuat action rumput dalam Adobe Photoshop.

Kita mulai dengan membuat sendiri brushes, lalu kita membuat text, dan saat merekam action, kita tambahkan pinggiran untuk digunakan di brushes dan sebuah Path, lalu terakhir Layer Style agar terlihat lebih efek rumputnya.

Hal yang Perlu Diingat Sebelum Memainkan Action:

  • Pastikan Anda telah meng-install Pola (Pattern).
  • Pastikan bahwa Brush Opacity dan Flow diatur pada 100%.
  • Pastikan bahwa Anda memainkan action dengan layer teks yang terpilih.

Untuk memainkannya, Anda butuh untuk memilih Grass Text dan klik Play pada panel Actions. Saya berharap Anda menikmati tutorial ini, dan silahkan dengan bebas meninggalkan komentar di bawah ini. Action yang baru kita buat merupakan bagian dari Grass Generator.

promo imagepromo imagepromo image
Grass Generator
One subscription.
Unlimited Downloads.
Get unlimited downloads