Unlimited PS Actions, graphics, videos & courses! Unlimited asset downloads! From $16.50/m
Advertisement
  1. Design & Illustration
  2. Fan Art

Bagaimana Membuat Icon Pack Bertema Doctor Who Dalam Adobe Illustrator

by
Difficulty:IntermediateLength:LongLanguages:
This post is part of a series called Learn Adobe Illustrator.
How to Create a Stripes and Flowers Pattern From Scratch in Adobe Illustrator
Create a Copper Pipe Text Effect in Adobe Illustrator

Indonesian (Bahasa Indonesia) translation by Yosef Andreas (you can also view the original English article)

Final product image
What You'll Be Creating

Hari ini saya membuat tutorial khusus bagi kamu para penggemar “Doctor Who” di luaran sana dimana kita akan belajar cara membuat properti dari serial TV ini, dengan menggunakan beberapa bentuk dan tool yang paling dasar dari Illustrator.

Kamu selalu bisa memperluas paket dengan melihat sekilas di Envato Market, dimana kamu akan menemukan banyak paket icon indah hanya dengan menekan tombol.

Dengan menganggap kamu bersemangat sama seperti saya ketika menuliskan artikel ini, mari kita mulai!

1. Mempersiapkan Dokumen Baru

Karena saya yakin kamu telah menjalankan Illustrator, mari kita persiapkan New Document (File > New atau Control-N) dengan menggunakan pengaturan sebagai berikut:

  • Number of Artboards: 1
  • Width: 800 px
  • Height: 600 px
  • Units: Pixels

Dan dari tab Advanced:

  • Color Mode: RGB
  • Raster Effects: Screen (72 ppi)
  • Align New Objects to Pixel Grid: dicentang
setting up a new document

2. Mempersiapkan Custom Grid

Seperti yang mungkin telah kamu ketahui, Illustrator memungkinkanmu memanfaatkan Grid System dengan mengatur itu dengan menggunakan nilai terendah, sehingga pada akhirnya kamu akan memiliki kendali penuh atas bentuk yang kamu buat karena kamu bisa memastikan mereka pas sempurna pada Pixel Grid.

Langkah 1

Pengaturan yang menarik ini bisa ditemukan dalam submenu Edit > Preferences > Guides & Grid, dan hendaklah disesuaikan sebagai berikut:

  • Gridline every: 1 px
  • Subdivisions: 1
setting up a custom grid

Tip singkat: kamu bisa mempelajari lebih lanjut tentang grid dengan membaca tutorial mendalam tentang Cara Kerja Sistem Grid Dalam Illustrator.

Langkah 2

Setelah kita mempersiapkan custom grid, yang perlu kita lakukan adalah memastikan bentuk kita tampak tajam adalah mengaktifkan pilihan Snap to Grid yang ditemukan pada menu View, yang akan berubah ke dalam Snap to Pixel tiap kali kamu memasuki mode Pixel Preview.

Sekarang, karena kita bertujuan membuat icon dengan menggunakan alur kerja pixel sempurna, saya sangat menyarankan kamu melihat tutorial saya berjudul cara membuat artwork pixel sempurna, yang akan membantumu memperluas keahlian teknis dalam waktu singkat.

3. Mempersiapkan Layer

Dengan dibuatnya New Document, merupakan ide bagus untuk mulai melapisi project kita, karena dengan cara ini kita bisa menjaga alur kerja yang tetap dengan berfokus pada satu icon pada satu waktu.

Dengan demikian, buka panel Layers, dan buat empat layer, yang akan kita beri nama sebagai berikut:

  • layer 1: reference grids
  • layer 2: tardis
  • layer 3: sonic screwdriver
  • layer 4: dalek
setting up the layers

4. Membuat Grid Acuan

Grid Acuan (atau Grid Dasar) adalah serangkaian permukaan acuan yang dibatasi dengan tepat, yang memungkinkan kita untuk membuat icon dengan berfokus pada ukuran dan konsistensi.

Biasanya, ukuran grid menentukan ukuran icon sebenarnya, dan mereka hendaklah selalu menjadi keputusan pertama yang kamu buat ketika memulai sebuah project baru, karena kamu akan selalu ingin memulai dari ukuran terkecil dan membuat berdasarkan itu.

Sekarang, dalam kasus kita, kita akan membuat paket icon hanya dengan menggunakan satu ukuran, lebih tepatnya 128 x 128 px, yang cukup besar.

Langkah 1

Mulai dengan mengunci semua kecuali layer reference grid, dan kemudian ambil Rectangle Tool (M) dan buat sebuah bujur sangkar 128 x 128 px oranye (#F15A24), yang akan membantu menentukan ukuran menyeluruh icon kita.

creating the main shape for the reference grid

Langkah 2

Tambahkan bujur sangkar lainnya yang lebih kecil berukuran 120 x 120 px (#FFFFFF) yang akan bertindak sebagai area menggambar aktif, sehingga memberikan padding empat sisi berukuran 4 px.

creating the main shape for the active drawing area

Langkah 3

Kelompokkan dua bujur sangkar yang menyusun grid acuan dengan menggunakan shortcut keyboard Control-G, dan kemudian buat dua salinan pada jarak satu sama lain sebesar 40 px, pastikan untuk mensejajarkannya ke pusat Artboard.

Setelah kamu selesai, kunci layer yang ada dan beralih ke berikutnya dimana kita akan mulai mengerjakan icon pertama kita.

creating and positioning all three reference grids onto the artboard

5. Membuat Icon Tardis

Kita akan memulai dengan membuat pesawat / mesin waktu Dokter, jadi pastikan kamu berada pada layer yang tepat, yaitu yang kedua, dan kemudian lakukan pembesaran pada grid acuan pertama sehingga kamu bisa mendapatkan tampilan yang lebih baik mengenai apa yang sedang kamu lakukan.

Langkah 1

Buat bagian dasar bilik telepon dengan menggambar persegi panjang 64 x 6 px, yang akan kita warnai dengan menggunakan #3579B7 dan kemudian ratakan tengah secara horizontal pada area menggambar aktif, dengan memposisikan itu sebesar 2 px dari tepi bawahnya.

creating and positioning the main shape for the time machines bottom section

Langkah 2

Pilih Add Anchor Point Tool, dan gunakan itu untuk menambahkan dua anchor points baru ke arah bagian atas persegi panjang (sekitar 2 px dari tepi atasnya). Setelah kamu selesai, sesuaikan bentuk dengan memilih secara terpisah anchor point bagian atas dengan menggunakan Direct Selection Tool (A), dan mendorongnya menuju bagian dalam sebesar 2 px dengan menggunakan Move Tool (klik kanan > Transform > Move > Horizontal > 2 px).

adjusting the main shape of the time machines bottom edge using the move tool

Langkah 3

Berikan garis tepi setebal 2 px pada bentuk hasil dengan menggunakan metode Offset Path. Pertama-tama pilih bentuk dan kemudian pergi ke Object > Path > Offset Path dan masukkan 2 px ke dalam isian nilai Offset.

adding the outline to the time machines bottom section using the offset path method

Langkah 4

Ubah warna fill garis tepi yang lebih besar menjadi #161B1E untuk membuatnya tampak menonjol.

changing the color of the time machines bottom section outline

Langkah 5

Tambahkan bagian yang lebih gelap menuju sisi atas bentuk biru, dengan membuat persegi panjang 68 x 4 px (#29537A) yang akan kita terapkan horizontal center align pada tepi atasnya, dan menerapkan masking setelahnya (kedua bentuk dipilih > klik kanan > Make Clipping Mask) dengan menggunakan salinannya (Control-C > Control-F).

adding the darker section to the time machines bottom shape

Langkah 6

Pisahkan bagian yang lebih gelap yang baru saja kita buat dari bentuk biru lainnya dengan menambahkan persegi panjang 64 x 2 px (#161B1E) tepat di bawahnya akan berfungsi sebagai garis luar / garis bagi horizontal.

adding a horizontal divider to the bottom section of the time machine

Langkah 7

Ambil Rectangle Tool (M) dan tambahkan serangkaian sorotan dengan menggambar bujur sangkar 2 x 2 px (#FFFFFF) diikuti dengan persegi panjang yang lebih lebar 4 x 2 px (#FFFFFF), yang akan kita posisikan 2 px dari satu sama lain. Sesuaikan bentuk dengan mengatur Blending Mode menjadi Soft Light dan menurunkan Opacity menjadi 60%, pastikan untuk mengelompokkan (Control-G) dan memposisikannya menuju sisi kanan dasar biru, tepatnya 38 px dari tepi kanan area menggambar aktif.

creating and positioning the first set of highlights to the right side of the time machines bottom section

Langkah 8

Ambil salinan (Control-C > Control-F) sorotan yang baru saja kita buat dan posisikan itu pada sisi kiri dasar biru, 42 px dari tepi kiri area menggambar aktif.

Oh, dan setelah kamu menempatkannya, kamu bisa memilih semua bentuk yang kita punya sejauh ini dan mengelompokkannya (Control-G) sehingga mereka tidak akan terpisah secara tidak sengaja.

creating and positioning the second set of highlights onto the time machines bottom section

Langkah 9

Buat bagian atas bilik dengan menggambar persegi panjang ukuran 58 x 90 px (#3579B7) yang akan kita posisikan di atas bagian dasar, dan berikan garis tepi yang sama setebal 2 px (#161B1E).

creating and positioning the main shapes for the upper section of the time machine

Langkah 10

Tambahkan persegi panjang ukuran 58 x 2 px (#FFFFFF) pada tepi atas bentuk biru yang baru saja kita buat, dan ubah itu menjadi sebuah sorotan dengan mengatur Blending Mode menjadi Soft Light sambil menurunkan Opacity menjadi 60%.

creating and positioning the highlight onto the upper section of the time machines body

Langkah 11

Buat bagian dalam mesin waktu dengan menggambar persegi panjang ukuran 46 x 78 px yang akan kita warnai dengan menggunakan #29537A dan berikan garis tepi setebal 2 px (#161B1E), posisikan keduanya persis di atas bagian dasar.

creating and positioning the inner section of the time machines main body

Langkah 12

Tambahkan persegi panjang ukuran 46 x 2 px mengarah ke bagian atas bentuk biru yang baru saja kita buat, dan dua persegi panjang ukuran 1 x 76 px yang mengarah ke tepi kiri dan kanannya, warnai ketiganya dengan menggunakan warna hitam (#000000). Ubah mereka menjadi bayangan halus dengan menurunkan Opacity menjadi 40%, memilih dan mengelompokkan (Control-G) keduanya dan dua bentuk setelahnya.

adding the subtle shadows towards the inner section of the time machine

Langkah 13

Mulai kerjakan pintu kiri membuat persegi panjang 18 x 74 px, yang akan kita warnai dengan menggunakan #3579B7, berikan garis tebal sebesar 2 px (#161B1E), dan kemudian posisikan menuju sisi kiri bagian dalam yang baru saja kita buat, pada jarak 2 px dari garis luarnya.

creating and positioning the main shapes for the time machines left door

Langkah 14

Dengan menggunakan Rectangle Tool (M), buat empat bentuk ukuran 10 x 12 px (#29537A) garis tepi sebesar 2 px (#161B1E) yang akan bertindak sebagai panel ukiran kecil, dan kemudian posisikan mereka pada pintu, meninggalkan jarak vertikal sebesar 2 px di antaranya.

adding the four engraved panels to the time machines left door

Langkah 15

Ubah warna panel pertama menjadi #D8D2BA, dan kemudian tambahkan beberapa garis jendela setebal 2 px (#161B1E), dua vertikal dan dua horizontal, untuk mengubahnya menjadi sebuah jendela.

turning the time machines left door top panel into a window

Langkah 16

Tambahkan tiga persegi panjang 10 x 1 px (#000000) di bawah garis jendela yang baru saja kita buat (klik kanan > Arrange > Send Backward), dan kemudian ubah menjadi bayangan dengan menurunkan Opacity menjadi 30%.

Setelah kamu selesai, pilih dan kelompokkan semua elemen penyusun jendela dengan menggunakan shortcut keyboard Control-G.

adding shadows to the left doors window panel

Langkah 17

Luangkan waktu dan fokuskan pada sisa panel dengan menambahkan shadow 10 x 1 px (color: black; Opacity: 40%) mengarah ke tepi atas dan highlight 10 x 1 px (color: white; Blending Mode: Soft Light; Opacity: 60%) mengarah ke tepi bawahnya.

Setelah kamu mendapatkannya, pilih secara terpisah dan kelompokkan pada panel di bawahnya dengan menggunakan shortcut keyboard Control-G.

adding highlights and shadows to the left doors panels

Langkah 18

Tambahkan persegi panjang 18 x 2 px (#FFFFFF) mengarah ke bagian atas pintu, dan empat set persegi panjang setebal 2 px, satu berukuran 2 x 2 px dan lainnya berukuran 4 x 2 px, diposisikan 2 px dari satu sama lain. Pilih dan ubah menjadi sorotan halus dengan mengatur Blending Modes menjadi Soft Light sembari menurunkan Opacity menjadi 60%.

adding the subtle highlights to the time machines left door

Langkah 19

Pilih dan kelompokkan semua bentuk penyusun pintu kiri, dan kemudian gunakan salinannya (Control-C > Control-F) untuk membuat pintu kanan.

creating and positioning the right door onto the time machine

Langkah 20

Tambahkan secarik kertas kecil pada panel kedua pintu kiri, dengan membuat persegi panjang ukuran 6 x 8 px (#D6D3CC) dengan garis luar 2 px (#161B1E). Gambarkan tiga persegi panjang setebal 1 px (#161B1E) diposisikan 1 px dari satu sama lain, yang akan bertindak sebagai garis teks, dan kemudian pilih dan kelompokkan semua bentuk kertas bersama-sama (Control-G).

adding the little piece of paper to the time machines left door

Langkah 21

Dengan menggunakan Rounded Rectangle Tool tambahkan pegangan pada pintu membuat bentuk ukuran 4 x 8 px (#161B1E) dengan 1 px Corner Radius yang akan kita posisikan pada garis tepi yang menumpuk, ratakan tengah vertikal pada panel kedua.

creating and positioning the door handles onto the time machine

Langkah 22

Dengan pegangan pada tempatnya, tambahkan lubang kunci bundar ukuran 2 x 2 px (#161B1E) pada sisi kiri pintu kanan, diposisikan di antara panel kedua dan ketiga.

Setelah kamu mendapatkannya, pilih itu, pintu dan pegangan, dan kelompok mereka dengan menggunakan shortcut keyboard Control-G.

adding and positioning the lock onto the time machines right door

Langkah 23

Buat bagian atas bilik telepon dengan menggambar persegi panjang ukuran 50 x 10 px (#3579B7), beri garis luar setebal 2 px (#161B1E), dan kemudian posisikan keduanya di atas pintu.

creating and positioning the upper section of the time machines main body

Langkah 24

Tambahkan persegi panjang 42 x 2 px (#394954) sekarang dengan standar garis tepi setebal 2 px (#161B1E), dan posisikan keduanya di tengah bentuk biru yang baru saja kita buat.

adding the darker section to the time machines upper section

Langkah 25

Luangkan waktu sejenak untuk menambahkan highlights (color: white; Blending Mode: Soft Light; Opacity: 60%) dan shadows (color: black; Opacity: 40%) dengan menggunakan gambar acuan sebagai panduan penempatan.

adding highlights and shadows to the upper section of the time machine

Langkah 26

Ambil Rectangle Tool (M) dan buat sebuah bentuk ukuran 50 x 2 px, yang akan kita warnai dengan menggunakan #29537A, berikan garis luar setebal 2 px (#161B1E) dan kemudian posisikan kedua gambar di atas bentuk utama bilik telepon.

creating and positioning the main shape of the time machines upper section

Langkah 27

Tambahkan shadow ukuran 50 x 1 px (color: black; Opacity: 40%) mengarah ke bagian bawah bentuk yang baru saja kita buat, dan highlights (color: white; Blending Mode: Soft Light; Opacity: 60%) mengarah ke sisi kanannya dengan menggunakan 2 x 1 px dan yang lebih lebar 4 x 1 px diposisikan 2 px dari satu sama lain.

Dengan detail yang telah pada tempatnya, pilih dan kelompokkan semua bentuk penyusun dengan menggunakan shortcut keyboard Control-G.

adding details to the first section of the time machines upper body

Langkah 28

Tambahkan bagian yang lebih kecil berukuran 42 x 2 px (#22415B) di atas yang baru saja kita buat, berikan itu garis luar sebesar 2 px (#161B1E) dan detail yang sama (highlights dan shadow), kelompokkan (Control-G) semua setelahnya.

adding the second section to the time machines upper body

Langkah 29

Tambahkan lampu kecil pada atap bilik telepon, dengan membuat persegi panjang 4 x 6 px (#D8D2BA) (1) garis luar sebesar 2 px (#161B1E) (2) di atas yang akan kita tambahkan pembagi horizontal sebesar 4 x 2 px (#161B1E) diikuti dengan garis pembagi vertikal 2 x 4 px (#161B1E) (3). Tambahkan beberapa bayangan halus (color: black; Opacity: 40%) pada bagian atas bentuk kuning dan garis pembagi, pastikan untuk memposisikan mereka di bawahnya (klik kanan > Arrange > Send Backward) (4).

Selesaikan lampu dengan menambahkan elips 10 x 8 px (#161B1E) (5) yang akan kita sesuaikan dengan menghapus anchor point bagian bawah(6).

creating the time machines headlight

Langkah 30

Pilih dan kelompokkan (Control-G) semua bentuk penyusun lampu, dan kemudian posisikan itu mengarah ke bagian atas mesin waktu, lakukan pensejajaran tengah secara horizontal.

positioning the headlight onto the time machine

Langkah 31

Tambahkan bagian kiri bilik telepon, dengan membuat persegi panjang 1 x 10 px yang akan kita warnai dengan menggunakan #29537A, berikan garis luar sebesar 2 px (#161B1E), dan kemudian kelompokkan (Control-G) dan sejajarkan ke bagian atas badan utamanya.

creating and positioning the time machines left side section

Langkah 32

Selesaikan icon dengan mengambil salinan (Control-C > Control-F) bagian samping yang baru saja kita buat dan posisikan itu ke sisi kanan badan bilik.

tardis icon finished

6. Membuat Icon Obeng Sonik

Setelah kita selesai mengerjakan icon pertama, kita bisa mengunci layer dan melanjutkan ke icon kedua dimana kita akan membuat obeng sonik khas dari dokter kesepuluh.

Jadi dengan menganggap kamu telah melakukan pembesaran pada grid acuan, mari kita mulai.

Langkah 1

Ambil Pen Tool (P) dan buat bagian bawah obeng dengan menggambar bujur sangkar ukuran 12 x 12 px, yang akan kita warnai dengan menggunakan #4B4E4F dan kemudian posisikan 2 px dari tepi bawah area menggambar aktif.

creating and positioning the main shape for the sonic screwdrivers bottom section

Langkah 2

Sesuaikan bujur sangkar dengan menambahkan dua anchor points samping baru pada jarak 2 px dari tepi atasnya (2), dan kemudian dorong bagian bawahnya mengarah ke dalam sebesar 2 px (2). Pilih secara terpisah bagian samping dari anchors yang baru saja kita buat, dan kemudian gunakan pilihan Convert Selected Anchor Points to Smooth, sesuaikan sedikit lengkungan dengan menggunakan handel kecil (3).

Setelah kamu selesai, berikan bentuk ini garis luar setebal 2 px (#161B1E) dengan menggunakan metode Offset Path (Object > Path > Offset Path > dan masukkan 2 px ke dalam isian nilai Offset) (4).

adjusting the main shape of the screwdrivers bottom section

Langkah 3

Tambahkan persegi panjang 12 x 2 px (#161B1E) di atas bentuk yang baru saja kita buat, posisikan itu 2 px dari bagian bawah garis luar.

adding the horizontal divider to the screwdrivers bottom section

Langkah 4

Lanjutkan menambahkan detail pada bagian yang ada dengan membuat dan memposisikan persegi panjang sebesar 4 x 2 px (#4B4E4F) pada tepi atas bentuk abu-abu yang lebih besar (1). Berikan itu garis luar setebal 2 px (#161B1E) dan kirimkan itu ke belakang (klik kanan > Arrange > Send to Back) (2) dan kemudian tambahkan bujur sangkar 2 x 2 px (#161B1E) pada tiap sisi garis luar yang lebih besar (3).

Terakhir, tambahkan beberapa sorotan horizontal dan vertikal (color: white; Blending Mode: Soft Light; Opacity: 60%) (4) dan kemudian pilih dan kelompokkan (Control-G) semua bentuk bersama.

adding details to the lower section of the sonic screwdriver

Langkah 5

Tambahkan persegi panjang 10 x 6 px (#C6BABA) di atas bagian yang baru saja kita tambahkan detailnya (1), dan kemudian sesuaikan itu dengan menambahkan dua anchor points baru sehingga kita bisa mendorong bagian atas menuju ke dalam sebesar 2 px (2).

Berikan garis luar setebal 2 px pada bentuk hasil (#161B1E) dan kemudian kirimkan keduanya ke belakang (klik kanan > Arrange > Send to Back) (3), tambahkan beberapa sorotan halus (color: white; Blending Mode: Normal; Opacity: 60%) seperti yang terlihat di dalam gambar acuan (4). Terakhir, pilih dan kelompokkan (Control-G) semua elemen penyusunnya.

adding the bottom connector section to the screwdriver

Langkah 6

Tambahkan persegi panjang lainnya berukuran 8 x 2 px (#847F80) dengan garis luar sebesar 2 px (#161B1E) di atas segmen penghubung yang baru saja kita buat, pastikan bahwa garis luarnya saling menimpa.

adding a small segment to the sonic screwdrivers bottom connector

Langkah 7

Berikan bayangan pada segmen sebesar 8 x 1 px (color: black; Opacity: 40%) di bagian atas, dan sisipan yang lebih kecil berukuran 4 x 1 px (#161B1E) di bagian bawah yang akan kita sesuaikan dengan memilih terpisah dan mendorong anchor point bagian atas mengarah ke dalam sebesar 1 px pilih dan kelompokkan (Control-G) semua bentuk setelahnya.

adding details to the small segment from the screwdrivers bottom connection

Langkah 8

Dengan menggunakan Rectangle Tool (M), buat pegangan obeng dengan menggunakan persegi panjang 12 x 46 px (#C6BABA) yang akan kita sesuaikan dengan mengatur Corner Radius sudut bawah menjadi 2 px dan kemudian berikan garis luar 2 px (#161B1E).

creating and positioning the main shapes for the sonic screwdrivers handle

Langkah 9

Tambahkan persegi panjang 12 x 2 px (#FFFFFF) di bagian atas pegangan, yang akan kita ubah menjadi sebuah sorotan dengan menurunkan Opacity menjadi 60%.

adding the top highlight to the sonic screwdrivers handle

Langkah 10

Tambahkan jalur slider dengan menggunakan a 2 x 20 px (#161B1E) di bagian pusat pegangan, yang akan kita sejajarkan dengan bagian atasnya.

adding the slider track to the screwdrivers handle

Langkah 11

Buat tombol slider dengan menggunakan persegi panjang 4 x 6 px yang akan kita warnai dengan menggunakan #847F80, berikan garis luar 2 px (#161B1E) lingkaran 2 x 2 px (#161B1E) dalam separuh bawahnya, dan highlight (color: white; Blending Mode: Soft Light; Opacity: 80) kelompokkan (Control-G) dan posisikan di bawah jalur yang kita buat dalam langkah sebelumnya.

creating and positioning the slider button onto the sonic screwdriver

Langkah 12

Selesaikan pegangan dengan menambahkan bayangan 8 x 2 px (color: black; Opacity: 40%) di bawah tombol, dan beberapa sorotan vertikal (color: white; Opacity: 60%) pada sisi kanan, pilih dan kelompokkan (Control-G) semua bentuk penyusun setelahnya.

adding highlights to the sonic screwdrivers handle

Langkah 13

Mulai kerjakan penghubung atas obeng dengan membuat persegi panjang 12 x 6 px yang akan kita warnai dengan menggunakan #847F80 dan kemudian posisikan di atas garis luar pegangan.

creating and positioning the main shape for the screwdrivers top connector

Langkah 14

Sesuaikan bentuk yang baru saja kita buat, dengan menambahkan dua anchor points samping pada jarak 2 px dari tepi bawahnya (1), dan kemudian pilih secara terpisah dan pindahkan bagian atasnya mengarah ke bagian dalam sebesar 2 px (1). Berikan garis luar pada bentuk hasil setebal 2 px (#161B1E) (2), pembagi horizontal berukuran 14 x 2 px (#161B1E) (3) dan beberapa sorotan vertikal dan horizontal (color: white; Blending Mode: Soft Light; Opacity: 80%) (4) pilih dan kelompokkan (Control-G) semua bentuk setelahnya.

adding details to the sonic screwdrivers top connector

Langkah 15

Dengan menggunakan proses yang hampir sama, buat bagian lainnya dengan menggunakan persegi panjang 10 x 6 px (#847F80) sebagai titik awal. Tambahkan serangkaian shadows (color: black; Opacity: 40%) alih-alih sorotan horizontal, dan juga tambahkan persegi panjang kecil berukuran 4 x 1 px (#161B1E) mengarah ke bagian bawah, yang akan kita sesuaikan dengan mendorong anchor point bagian atas mengarah ke bagian dalam sebesar 1 px, kelompokkan (Control-G) semua bentuk setelahnya.

creating the bottom facing connector for the screwdrivers extension section

Langkah 16

Mulai kerjakan bagian kepala obeng dengan membuat persegi panjang melengkung berukuran 12 x 18 px dengan 1 px Corner Radius yang akan kita warnai dengan menggunakan #C6BABA dan kemudian posisikan di atas segmen dari langkah sebelumnya.

creating and positioning the main shape for the sonic screwdrivers head

Langkah 17

Sesuaikan bentuk yang baru saja kita buat dengan memotong persegi panjang melengkung 10 x 12 px dengan 3 px Corner Radius dari bagian bawahnya dengan menggunakan Minus Front Shape Mode pada Pathfinder, berikan garis luar pada bentuk hasil setebal 2 px (#161B1E).

adjusting the sonic screwdrivers head

Langkah 18

Berikan beberapa sorotan horizontal dan vertikal pada kepala obeng (color: white; Opacity: 60%) dan kemudian tambahkan persegi panjang 4 x 8 px (#161B1E) di tengah area kosong, pilih dan kelompokkan (Control-G) semua bentuk penyusun setelahnya.

adding finishing touches to the screwdrivers head section

Langkah 19

Dengan menggunakan Rectangle Tool (M), buat sebuah bentuk ukuran 10 x 1 px (#847F80) dengan garis luar setebal 2 px (#161B1E) dan bayangan halus sebesar 4 x 1 px (color: white; Blending Mode: Soft Light; Opacity: 80%), kelompokkan (Control-G) dan posisikan mereka di atas kepala obeng.

adding the small segment holding the sonic screwdrivers lens

Langkah 20

Buat lensa pemancar dengan menggunakan lingkaran 6 x 6 px (#3579B7), dengan garis luar setebal 2 px (#161B1E) dan sorotan lingkaran setebal 1 px (color: white; Blending Mode: Soft Light; Opacity: 60%) yang akan kita pilih dan kelompokkan (Control-G) setelahnya.

Lalu pilih semua bagian penyusun obeng dan kelompokkan (Control-G).

creating and positioning the lens onto the sonic screwdriver

Langkah 21

Mulai kerjakan bagian dudukan kayu dengan membuat persegi panjang 28 x 92 px (#D69A72) dengan garis luar setebal 2 px (#161B1E) yang akan kita sejajarkan ke tengah area menggambar, pastikan untuk memposisikan keduanya di bawah obeng itu sendiri (klik kanan > Arrange > Send to Back).

creating and positioning the main shapes for the screwdrivers wooden stand front section

Langkah 22

Buat persegi panjang yang sedikit lebih besar 36 x 100 px , warnai itu dengan menggunakan #B77855, dan kemudian berikan garis luar setebal 2 px (#161B1E), posisikan di bawah dua bentuk lainnya pada dudukan (klik kanan > Arrange > Send to Back).

adding depth to the wooden stand

Langkah 23

Tambahkan persegi panjang yang lebih ringan 36 x 2 px (#D69A72) di tepi atas bagian luar dudukan, dan yang lainnya berukuran 36 x 2 px untuk bagian yang lebih gelap (#995C3D) di bagian bawah.

adding the lighter and darker sections to the screwdrivers wooden stand

Langkah 24

Gunakan Pen Tool (P) untuk menggambar empat persegi panjang diagonal (#161B1E) di sudut dudukan untuk memberikan kesan kedalaman.

adding the four diagonal rectangles to the screwdrivers stand

Langkah 25

Tambahkan perpanjangan dudukan yang memegang perangkat, dengan membuat persegi panjang 20 x 4 px (#4B4E4F) dengan garis luar 2 px (#161B1E), sorotan yang menghadap atas (color: white; Blending Mode: Soft Light; Opacity: 60%), satu lingkaran ukuran 2 x 2 px (#161B1E) pada tiap sisi, dan bayangan 24 x 2 px (color: black; Opacity: 40%) di bawah garis luarnya.

Kelompokkan (Control-G) bentuk-bentuk, dan kemudian buat sebuah salinan (Control-C > Control-F) yang akan kita posisikan 50 px dari aslinya, kelompokkan (Control-G) dan kemudian sejajarkan di tengah secara vertikal terhadap dudukan.

creating and positioning the sonic screwdrivers stand extending arms

Langkah 26

Selesaikan dudukan dan icon itu sendiri dengan menambahkan sorotan horizontal ukuran 28 x 2 px (color: white; Blending Mode: Soft Light; Opacity: 80%) bagian bagian atas muka, sorotan vertikal selebar 2 px mengarah ke sisi kanan, dan sebuah bayangan kecil (color: black; Opacity: 40%) di bawah bagian kepala perangkat.

Terakhir kelompokkan (Control-G) elemen dudukan, dan kemudian keseluruhan icon, kunci layer yang ada setelahnya.

sonic screwdriver icon finished

7. Membuat Icon Dalek

Kita sekarang tiba pada icon ketiga dan terakhir, yaitu robot Dalek ikonik yang muncul berulang kali selama masa acara. Dengan demikian, pastikan kamu berada pada layer terakhir, dan perbesar grid acuan sehingga kita bisa memulai. 

Langkah 1

Dengan menggunakan Rectangle Tool (M), buat sebuah bentuk ukuran 64 x 12 px (#4B4E4F) yang akan kita sesuaikan dengan menambahkan dua anchor point samping pada 4 px dari tepi atasnya, dorong bagian atas mengarah ke bagian dalam sebesar 4 px. Berikan garis luar pada bentuk hasil setebal 2 px (#161B1E) dan kemudian posisikan kedua bentuk di bagian bawah area menggambar aktif.

creating and positioning the main shapes for the daleks bottom section

Langkah 2

Mulai tambahkan detail pada bagian dasar dengan menambahkan pembagi horizontal sebesar 64 x 2 px (#161B1E) di bagian atas (2), dan sorotan ukuran 64 x 2 px (color: white; Blending Mode: Soft Light; Opacity: 60%) tepat di bawahnya (3). Tambahkan tiga pembagi vertikal selebar 2 px (#161B1E), miringkan bagian atas bagian samping mengarah ke dalam (4), dan dua pasang sorotan vertikal di antaranya (5).

Terakhir, pilih dan kelompokkan semua bentuk penyusun dengan menggunakan shortcut keyboard Control-G.

adding details to the daleks base

Langkah 3

Buat badan bagian bawah Dalek dengan menggunakan persegi panjang 54 x 52 px (#88A2A8) yang akan kita sesuaikan dengan menambahkan dua anchor point samping pada kedua tepi atas dan bawahnya, dorong bagian atas mengarah ke bagian dalam sebesar 8 px. Berikan garis luar pada bentuk hasil setebal 2 px (#161B1E) dan kemudian posisikan kedua bentuk pada jarak 52 px dari tepi atas area menggambar aktif, kirimkan ke bagian belakang dasar (klik kanan > Arrange > Send to Back).

creating and positioning the main shapes for the daleks body

Langkah 4

Tambahkan bayangan ukuran 40 x 2 px (color: black; Opacity: 40%) mengarah ke bagian atas badan, yang meninggalkan celah kosong sebesar 2 px, dan kemudian tutupi itu dengan menggunakan salinan bentuk di bawahnya sebagai Clipping Mask (pilih kedua bentuk > klik kanan > Make Clipping Mask).

adding the shadow to the upper section of the daleks body

Langkah 5

Tambahkan pembagi garis vertikal dengan menggunakan tiga persegi panjang 2 x 50 px (#161B1E) yang diposisikan 12 px dari satu sama lain, yang akan kita sejajarkan pada bayangan yang baru saja kita buat.

creating and positioning the vertical dividers onto the daleks body

Langkah 6

Sesuaikan pembagian samping dengan memilih secara terpisah dan memindahkan anchor points bagian bawah mengarah ke luar sebesar 6 px.

adjusting the daleks lower body vertical dividers

Langkah 7

Berikutnya, tambahkan bentuk speris kecil pada badan Dalek, dengan menggunakan lingkaran 4 x 4 px (#C5D3D8) dengan garis luar setebal 2 px (#161B1E) dan sorotan pada separuh atas (color: white; Opacity: 60%). Luangkan waktumu dan buat empat baris bola, posisikan mereka seperti yang terlihat dalam gambar acuan, pada jarak vertikal sebesar 4 px dari satu sama lain.

adding the rows of spheres to the daleks lower body

Langkah 8

Setelah bola ditempatkan, gunakan salinan garis luarnya untuk membuat bayangan yang mengarah ke bawah (color: black; Opacity: 40%), pastikan untuk memposisikan mereka di bawah (klik kanan > Arrange > Send Backward).

adding the shadows to the daleks spheres

Langkah 9

Buat bagian atas badan Dalek, dengan menggunakan persegi panjang 42 x 24 px (#C5D3D8) yang akan kita sesuaikan dengan menggunakan proses yang sama yang digunakan untuk badan bawah, hanya saja kali ini pindahkan anchor point atas mengarah ke bagian dalam sebesar hanya 4 px.

Berikan garis luar pada bentuk hasil setebal 2 px (#161B1E) dan kemudian posisikan kedua bentuk di atas bayangan badan bawah.

creating and positioning the main shapes for the daleks upper body

Langkah 10

Tambahkan persegi panjang 34 x 2 px (#FFFFFF) di bagian atas bentuk biru yang baru saja kita buat, dan kemudian ubah itu menjadi sebuah sorotan dengan mengatur Blending Mode menjadi Soft Light sembari menurunkan Opacity menjadi 80%.

adding a top highlight to the upper section of the daleks body

Langkah 11

Berikutnya tambahkan pembagi horizontal sebesar 36 x 2 px (#161B1E) tepat di bawah sorotan yang baru saja kita buat, dan sorotan lainnya yang lebih lebar berukuran 42 x 2 px (#161B1E) mengarah bagian bawahnya, meninggalkan celah 2 px dari garis luar yang lebih besar.

adding the two horizontal divider lines to the upper body of the dalek

Langkah 12

Tambahkan rangkaian sorotan vertikal (color: white; Opacity: 60% ) di bawah pembagi vertikal bawah yang baru saja kita buat, dengan menggunakan bujur sangkar 2 x 2 px dan persegi panjang 4 x 2 px yang diposisikan 2 px dari satu sama lain, yang akan kita kelompokkan (Control-G) dan posisikan di sisi kanan badan.

creating and positioning the highlights onto the daleks upper body

Langkah 13

Tambahkan sisipan tengah dengan membuat persegi panjang 10 x 4 px (#6D8E93) yang akan kita sesuaikan dengan memilih secara terpisah dan mendorong anchor points bagian atas mengarah ke bagian dalam sebesar 1 px. Berikan garis luar pada bentuk hasil setebal 2 px (#161B1E), bayangan pada separuh atas (color: black; Opacity: 40%) dan kemudian kelompokkan semua bentuk penyusunnya (Control-G), posisikan di atas pembagi horizontal bawah.

creating and positioning the middle insertion onto the daleks upper body

Langkah 14

Buat "lengan" kiri Dalek dengan menggunakan bujur sangkar 8 x 8 px (#4B4E4F) dengan garis luar setebal 2 px (#161B1E). Tambahkan bayangan atas ukuran 8 x 2 px (color: black; Opacity: 40%) dan lingkaran 6 x 6 px (#161B1E) di tengah, dan kemudian kelompokkan (Control-G) dan posisikan bentuk pada sisi kiri sisipan.

creating and positioning the daleks left arm

Langkah 15

Tambahkan "lengan" kanan, dengan menyalin (Control-C > Control-F) lengan yang baru saja kita buat dan posisikan itu mengarah ke sisi kanan sisipan. Lalu pisahkan kelompok dengan dobel klik itu, dan tambahkan lingkaran 4 x 4 px (#88A2A8) diikuti lingkaran yang lebih kecil ukuran 2 x 2 px (#161B1E) pada bagian tengahnya.

creating and positioning the daleks right arm

Langkah 16

Buat elemen atas pada bagian bada Dalek, dengan menggunakan persegi panjang 8 x 6 px (#7E989E) dengan garis luar setebal 2 px (#161B1E) untuk bagian tengah, dan dua persegi panjang 2 x 6 px (#7E989E) dengan garis luar yang sama setebal 2 px (#161B1E) untuk bagian samping, yang akan kita posisikan 2 px dari satu sama lain.

creating and positioning the main shapes for the daleks upper elements

Langkah 17

Tambahkan sorotan panjang sebesar 2 px (color: white; Blending Mode: Soft Light; Opacity: 80%) pada tiap elemen yang baru saja kita buat, sebuah persegi panjang 4 x 2 px (#161B1E) mengarah ke bagian atas bagian tengah, dan serangkaian lingkaran 2 x 2 px (#161B1E) mengarah ke bawah, kelompokkan secara terpisah (Control-G) masing-masing ketiga bagian ini.

adding details to the daleks upper elements

Langkah 18

Luangkan waktumu dan tambahkan beberapa bayangan halus (color: black; Opacity: 40%) di bawah tiga elemen yang baru saja kita tambahkan detailnya, dan sebuah sorotan ukuran 4 x 4 px (color: white; Opacity: 40%) mengarah ke tengah bagian badan.

adding highlights and shadows to the upper section of the daleks upper body

Langkah 19

Selesaikan bagian saat ini dengan menggambar elemen samping (#161B1E) dengan menggunakan Pen Tool (P), dan setelah kamu selesai pilih dan kelompokkan semua bentuk penyusunnya dengan menggunakan shortcut keyboard Control-G.

adding the side decorative elements to the daleks upper body

Langkah 20

Mulai kerjakan bagian leher robot, dengan membuat persegi panjang 30 x 14 px (#4B4E4F) yang akan kita sesuaikan dengan menggunakan proses yang sama yang digunakan untuk bagian badan, hanya saja kali ini kita akan mendorong anchor point bagian atas mengarah ke bagian dalam sebesar hanya 1 px. Berikan garis luar pada bentuk hasil setebal 2 px (#161B1E) dan kemudian posisikan kedua bentuk di atas badan, pastikan untuk mengirimkannya ke belakang (klik kanan > Arrange > Send to Back).

creating and positioning the main shapes for the daleks neck

Langkah 21

Dengan menggunakan Rectangle Tool (M), tambahkan dua pembagi horizontal sebesar 38 x 2 px (#161B1E) diposisikan 2 px dari satu sama lain dari tepi bawah garis luar leher.

adding the horizontal dividers to the daleks neck

Langkah 22

Berikutnya, tambahkan dua pembagi vertikal 2 x 10 px (#161B1E) diposisikan 8 px dari satu sama lain, dan tempatkan mereka di bagian tengah leher, sejajarkan terhadap tepi bawah garis luarnya.

adding the vertical dividers to the daleks neck

Langkah 23

Tambahkan beberapa detail pada pembagi horizontal dengan membuat enam persegi panjang 2 x 1 px (#161B1E) yang akan kita posisikan 2 px dari vertikal.

adding details to the daleks neck horizontal dividers

Langkah 24

Selesaikan bagian leher dengan menambahkan tiga bayangan 30 x 1 px (color: black; Opacity: 40%) yang akan kita posisikan seperti yang terlihat dalam gambar acuan, pilih dan kelompokkan (Control-G) semua bentuk setelahnya.

adding the horizontal shadows to the daleks neck

Langkah 25

Mulai kerjakan kepala robot dengan membuat elips 34 x 28 px (#C5D3D8) yang akan kita potong separuhnya dengan menghilangkan anchor point bagian bawah. Berikan garis luar pada bentuk hasil setebal 2 px dengan menggunakan metode Offset Path, dan kemudian posisikan keduanya di atas bagian leher.

creating and positioning the main shapes for the daleks head

Langkah 26

Berikan sorotan setebal 2 px pada kepala, dengan membuat salinan (Control-C > Control-F) bentuk biru dan mengurangi elips 30 x 24 px dari itu. Warnai bentuk hasil dengan menggunakan warna putih (#FFFFFF) dan kemudian turunkan Opacity menjadi 60%.

adding a highlight to the daleks head

Langkah 27

Buat penutup “mata” dengan menggunakan persegi panjang 10 x 6 px (#161B1E) yang akan kita sesuaikan dengan mendorong anchor point atas menjadi di tengah sebesar 2 px. Tambahkan lingkaran 8 x 8 px (#161B1E) mengarah ke tepi atas dan 4 x 1 px (#161B1E) di atasnya.

Setelah kamu selesai, posisikan semua ketiga bentuk mengarah ke bagian atas kepala, meninggalkan celah 4 px dari bawah.

creating and positioning the enclosure for the daleks eye

Langkah 28

Selesaikan mata dengan menambahkan lingkaran 4 x 4 px (#66A2C6) di bagian atas yang telah kita buat dalam langkah sebelumnya, berikan sorotan separuh atas (color: white; Blending Mode: Soft Light; Opacity: 60%) dan kemudian pilih dan kelompokkan (Control-G) semua bentuk penyusun setelahnya.

adding finishing touches to the daleks eye

Langkah 29

Tambahkan persegi panjang 6 x 2 px (#161B1E) di bagian bawah kepala, dan lingkaran 2 x 2 px (#161B1E) diposisikan 2 px dari sisi kiri dan kanan.

creating and positioning the small insertion and screw onto the daleks head

Langkah 30

Selesaikan icon dengan menggambar dua tanduk kepala dengan menggunakan Pen Tool (P) dengan warna isi diatur menjadi (#161B1E). Setelah kamu selesai, kelompok semua bentuk penyusunnya dengan menggunakan shortcut keyboard Control-G.

dalek icon finished

Selesai!

Saya akan jujur, itu jauh lebih panjang daripada yang saya harapkan di awal, namun dengan kesabaran saya yakin kamu akan mencapainya.

Dengan demikian, saya harap kamu menemukan bahwa langkah-langkanya mudah dan yang terpenting mempelajari sesuatu yang baru selama prosesnya.

all icons finished
Advertisement
Advertisement
Looking for something to help kick start your next project?
Envato Market has a range of items for sale to help get you started.