1. Design & Illustration
  2. Hand Lettering

Hand Lettering: Menguasai Brush-Script

by
Read Time:16 minsLanguages:
This post is part of a series called Hand Lettering Fundamentals.
Hand Lettering: Scripts, Swirls, & Flourishes
Hand Lettering: How to Vector Your Letterforms

Indonesian (Bahasa Indonesia) translation by Sittiana Ana (you can also view the original English article)

Final product imageFinal product imageFinal product image
What You'll Be Creating

Bacaan Sebelum Memulai Tutorial

Sebelum kita menyelam lebih lanjut ke tutorial, saya ingin anda menyediakan beberapa informasi yang akan membantu anda untuk memahami tidak hanya konstruksi brush-lettering, tetapi juga asal dan beberapa detail yang lain. Juga, tutorial ini bergantung pada teknik yang telah dipelajari sebelumnya, yaitu Script-Lettering tutorial. Hanya teknik yang telah dijelaskan dalam kelas sebelumnya akan kembali digunakan dalam tutorial ini.

Untuk memulai, ada beberapa cara yang luas untuk membuat brush-lettering. Itu semua bergantung pada desain, alat yang digunakan, letterforms yang dibuat, dsb. Kata “Brush-lettering” berarti sesuai dengan alas dan sesuai arti yang sebenarnya, “menulis dengan kuas”. Dengan kata lain, Roman Capital, bentuk huruf, dan juga bentuk huruf sans-serif bisa dipakai dengan menggunakan kuas. Jadi, teknisnya, semuanya dapat dibuat dengan menggunakan brush-lettering.

Kembali ke pada masanya pada jaman Romawi dan Yunani, brush-lettering digunakan untuk menulis tangan. Tetapi sebelumnya, saya yakin itu disebut “menulis” atau “tulisan tangan: dan bukan brush-lettering.

Bentuk kuas tulisan (terutama brush script) menjadi populer pada tahun 1800an dan awal 1900an ketika menandatangani menjadi kebutuhan untuk kebutuhan periklanan, etalase, dsb. Itu digunakan karena mudah digunakan dan fungsional. Kenapa brush script sangat cepat dibandingkan bentuk tulisan yang lain? Secara umum (tergantung pada orang yang bertandatangan), kuas tulisan huruf kecil dan huruf besar bisa ditulis dalam sekali keempat garis pada kuas. Serif, sans serif, slab serif, dsb., semua yang dibutuhkan membutuhkan goresan ekstra untuk membentuk satu huruf saja.

Konstruksi yand sama ini tetap digunakan sampai hari ini karena tradisi yang turun menurun. Yang sangat keren adalah para penandatangan memiliki kebiasaan khhusus dan teknik untuk membuat script kuas mereka. Itu artinya, awal bentuk kuas script terlihat sangat unik (jika dicat/digambar dengan tangan).

Sekarang, kembali ke tutorial ini--kita tidak akan fokus dengan membentuk bentuk huruf menggunakan kuas cat sebab hal itu membutuhkan waktu yang banyak untuk berlatih (dan menguasainya) untuk menjadi sempurna. Selain itu, kita memiliki kemampuan untuk menciptakan bentuk tulisan tanpa membutuhkan kuas!

Jadi, daripada menggunakan kuas cat, kita akan menggunakan kuas pena, yang akan menciptakan efek dan konstruksi yang sama seperti kuas biasanya. Alat modern saat ini membantu kecepatan melawan waktu, yang biasanya kita gunakan untuk membuat bentuk tulisan brush script.  Karena kita menggunakan pulpen, tidak perlu cat, pengencer cat, gelas dixie, dsb.

Punya pertanyaan yang berhubungan dengan brush-script atau bentuk tulisan secara umum? Tinggalan di kolom komentar dibawah ini. Sekarang, mari kita mulai!

1.  Siapkan Peralatan Yang Akan Anda Butuhkan

MasteringBrushLettering-Tools-You-NeedMasteringBrushLettering-Tools-You-NeedMasteringBrushLettering-Tools-You-Need
  1. Kertas jiplakan ATAU kertas marker (lebih baik jika ini tembus pandang dan akan memudahkan anda untuk menjiplak tulisan anda)
  2. Tombow Brush Pen ATAU Copic Marker (keduanya bisa digunakan untuk kuas lettering anda)
  3. Pensil
  4. PDF ini
  5. Tambahan: Jika anda ingin melakukan tutorial ini menggukan kuas cat, saya menyarankan untuk menggunakan Mack 6 Lettering Quill dan beberapa cat Tempera.

Kita akan memoles tulisan kita, banyak kertas jiplakan akan lebih baik. Sebab kita akan menggambar bentuk tulisan, ambil pensil kesukaan anda, penghapus, peraut, dsb. Segala sesuatunya yang membantu anda untuk menggambar.

Unduh PDF yang telah dilampirkan untuk memanjakan pengelihatan anda. Alat saya untuk dicetak (anda mempunyao pilihan untuk menjiplak basis garis kuas nantinya) untuk anda miliki selagi menyelesaikan tutorial ini.

2.  Berlatih Garis Dasar

Sebelum kita mulai membuat berbagai huruf, kita harus memahami konstruksi dari kuas bentuk tulisan. Pada kali ini, anda akan belajar tentang sudut yang benar, kecepatan, proporsi, akhir garis, dan lainnya.

Sebagaimana memegang/menggunakan pulpen, saya tidak dapat berkata bahwa itu “benar” atau “salah” dalam memegang sebuah kuas pena, karena sejujurnya, semuanya tergantung pada kesukaan anda. Baik anda memegang dengan tangan kiri atau kanan, proses dibawah ini akan bekerja untuk siapapun. Saya menggunakan tangan kiri, jadi saya bekerja dari kanan ke kiri untuk mencegah pelumuran. Melalui percobaan dan error, sambil berlatih, anda akan menemukan apa yang terbaik untuk anda.

Baiklah, mari kita lakukan!

Langkah 1 

Menggunakan PDF yang disiapkan dan bisa diunduh dan Kuas Pena Tombow atau Copic Market, mari mulai menjiplak garis kuas yang tebal. Garis ini akan membantu dari setiap bentuk tulisan anda. Dan secara umum akan menurunkan garis (ketika anda memakai kuas pena kebawah dan tambahkan tekanan).

Perhatikan dengan garis tebal yang berada pada bawah garis, berat membalut dan sedikit lebih tipis. Kenapa begitu? Pembungkusan mengizinkan hubungan dengan bentuk huruf anda, jadi tidak terlalu berat ketika dihubungkan dengan garis yang lain.

MasteringBrushLettering-Thick-Stroke-PracticeMasteringBrushLettering-Thick-Stroke-PracticeMasteringBrushLettering-Thick-Stroke-Practice

Langkah 2

Jika anda merasa nyaman dengan garis tebal, mari pindah ke garis yang tipis. Garis tipis ini merupakan garis menconet dari bentuk tulisan (ketika anda membawa kuas pena keatas dan tambahkan sedikit tekanan).

Sekarang mari berlatih dengan menjiplak garis tipis lagi dan lagi sampai anda mendapatkan genggaman pada sudut dan kecepatan. Berat pada garis tipis anda akan meruncing sedikit tergantung padad bentuk tulisan anda. Ketika anda mulai membentuk huruf, hanya perlu perhatikan untuk area berat/tebal dan mulai mendistribusikan warna (dengan kombinasi positif serta negatif) jika itu terlalu berat.

Coba untuk menggambar dari atas sampai bawah juga dari bawah sampai atas untuk tantangan ekstra. Atur konsitensinya, jarak dan ukuran secara keseluruhan.

MasteringBrushLettering-Thin-Stroke-PracticeMasteringBrushLettering-Thin-Stroke-PracticeMasteringBrushLettering-Thin-Stroke-Practice

Langkah 3

Selanjutnya, pada garis yang berkelanjutan anda akan menggambar bentuk ovel. Mulai dari atas atau bawah, dimanapun anda menginginkannya. Mulai dengan menjiplak halaman panduan yang telah disediakan, dan coba beberapa milik anda untuk membiasakan pergerakan otot tangan anda dan tangan.

Garis ini bisa sedikit rumit, semenjak kuas anda tidak pernah meninggalkan halaman--ini merupakan satu garis yang berkelanjutan. Pada pokoknya, ini hanya persoalan untuk menentukan kapan dan bagaimana penekenan yang anda lakukan untuk ketebalan dan ketipisan.

MasteringBrushLettering-Oval-Stroke-PracticeMasteringBrushLettering-Oval-Stroke-PracticeMasteringBrushLettering-Oval-Stroke-Practice

Langkah 4

Latihan terakhir dari penggarisan akan menyelesaikan pada pokoknya huruf kecil “n”. Dasar bentuk tulisan ini dipadukan dengan pengetahuan yang telah anda pelajari sebelumnya tentang ketebalan dan ketipisan garis. Perbedaannya hanya anda harus waspada dengan hubungan pada garis.

Sebelumnya, saya telah menyebutkan untuk membalut garis tebal--ini merupakan pokok ketika anda menghubungkan garis dengan mempertahankan beratnya. Selain itu, perhatikan dimana garis itu terhenti pada “n” yang pertama menyambung dengan “n” pada baris yang selanjutnya. Jika anda lihat lebih dekat, anda akan lihat garis akhirnya menyambung dengan tinggi dan mulus dengan garis vertikal pada huruf “n”. Gunakan pengetahuan ini dalam setiap bentuk huruf anda. Pastikan bahwa hubungannya mulus dan mulai dekat dengan garis masuk dari bentuk tulisan pada garis selanjutnya.

MasteringBrushLettering-n-Stroke-PracticeMasteringBrushLettering-n-Stroke-PracticeMasteringBrushLettering-n-Stroke-Practice

3. Roundhand Brush Script

Baiklah, setelah berlatih dengan garis dasar, saya rasa anda akan siap untuk menggunakan teknik tersebut untuk menyelesaikan sebuah brush-script. Pertama, kita akan membuat  roundhand brush-scriptm lalu maju menuju brush script yang kaku. Merupakan hal yang menakjubkan untuk mempelajari kedua tipe ini, anda akan mampu untuk melihat betapa mudanya untuk menyunting kemiringan, sudut, kecepatan, dsb., dari tulisan tangan anda, sehingga membuatnya terlihat lebih menarik dan beragam. Sekarang mari mulai dengan dasar roundhand brush-script.

Langkah 1

Seperti yang sebelumnya kita lakukan dalam Script-Lettering tutorial, kita menulis banyak frasa/kutipan yang mungkin akan kita pilih untuk digambar. Saya menyarankan sesuatu yang bergema atau memiliki arti untuk anda karena akan lebih personal dan lebih mudah dinikmati untuk digambar. Saya memilih kata “New York City” karena baru saja, saya pindah kesana--terlihat cocok untuk digambar saat ini. Tetapi, untuk anda, pilih sesuatu yang memiliki makna untuk anda. Selamat bersenang-senang!

MasteringBrushLettering-Roundhand-Selecting-PhraseMasteringBrushLettering-Roundhand-Selecting-PhraseMasteringBrushLettering-Roundhand-Selecting-Phrase

Langkah 2

Sekarang, kita telah memiliki frasa yang telah dipilih sebelumnya, mari melangkah ke konseptualisasi  untuk tipe penulisan. Gunakan pensil dan keras, coret dengan cepat sebanyak ide yang anda miliki dan dapat cocok dengan kata secara bersamaan. Mungkin anda dapat menggunakan alternatif garis dasar, hiasan, dsb.---segala sesuatu dan semuanya yang anda pikir dapat menjadi komposisi yang baik.

Ingat: coretkan kecil dan cepat- cara ini membuat anda hemat waktu dan menciptakan banyak pilihan yang akan digunakan dan bagaimana bentuk tulisan itu terlihat. Nanti, kita akan menyiasati bagaimana bentuk tulisan terlihat selama anda menginginkannya. Untuk saat ini, kita hanya perlu khawatir dengan komposisi dan bentuk dari “kerangka” tulisan kita.

MasteringBrushLettering-Roundhand-Selected-Phrase-ConceptsMasteringBrushLettering-Roundhand-Selected-Phrase-ConceptsMasteringBrushLettering-Roundhand-Selected-Phrase-Concepts

Langkah 3

Setelah mengkonsep tipe penulisan, pilih salah satu yang anda pikir akan cocok untuk ini. Gunakan mesin salin atau penyaring gambar dan perbesar gambar lettering anda jadi anda dapat melihat detail yang bagus. Untuk lettering yang saya pilih dibawah, saya menyaringnya dengan komputer dan memperbesar agar cocok dengan kertas cetak 8.5” x 11”.

Membesarkan bagian lettering yang anda gunakan sebagai “kerangka” atau rangka akan baik. Kita akan mulai menggunakan Kuas Tombow.

MasteringBrushLettering-Roundhand-Selected-Phrase-EnlargedMasteringBrushLettering-Roundhand-Selected-Phrase-EnlargedMasteringBrushLettering-Roundhand-Selected-Phrase-Enlarged

Langkah 4

Sekarang kerangka (rangka) anda siap, mari gunakan kertas menjiplak dan mulai bekerja. Mulai menggambar ulang lattering anda dengan kuas anda. Perhatikan sudutnya, jarak penulisan, warna keseluruhan, akhiran garis, dsb.

MasteringBrushLettering-Roundhand-Traced-SkeletonMasteringBrushLettering-Roundhand-Traced-SkeletonMasteringBrushLettering-Roundhand-Traced-Skeleton

Langkah 5

Selanjutnya, kita akan mulai memperhalus, memperhalus, memperhalus sampai mencapai kesempurnaan. Pada titik ini, ambil lettering anda yang sebelumnya dan tempatkan pada kertas jiplakan diatasnya. Coba untuk membetulkan hal yang mungkin mengganggu anda. Untuk saya, saya mencoba mengembangkan sebuah alternatif garis dasar dengan bentuk huruf sambil membetulkan masalah pada kerning. Saya ingin bagian ini terlihat lebih hidup dan mengalir.

MasteringBrushLettering-Roundhand-Refining-BaselineMasteringBrushLettering-Roundhand-Refining-BaselineMasteringBrushLettering-Roundhand-Refining-Baseline

Langkah 6

Lebih lanjut, terus menjiplak dan jiplak ulang huruf anda sampai anda mencapai pondasi yang baik. Perbaiki masalah kerning anda dan sudut (jadi mereka tersusun dan konsisten), pastikan bahwa hubungannya mulus dan sangat ramping. Terus menerus menggambar frase sampai anda siap untuk pindah ke langkah selanjutnya: pensil.

MasteringBrushLettering-Roundhand-Correcting-KerningMasteringBrushLettering-Roundhand-Correcting-KerningMasteringBrushLettering-Roundhand-Correcting-Kerning

Langkah 7

Sekarang kita telah mencapai titik dimana kita dapat mengambil kuas-gambar lettering dan memulai untuk menggambar ulang dengan menggunakan pensil untuk koneksi yang sempurna, garis akhir, dan area bermasalah lainnya. Sebagaimana yang dapat anda lihat dibawah, saya masih bekerja dengan masalah kerning dari langkah sebelumnya.

MasteringBrushLettering-Roundhand-Pencil-SketchMasteringBrushLettering-Roundhand-Pencil-SketchMasteringBrushLettering-Roundhand-Pencil-Sketch

Langkah 8

Kita telah mencapai akhir! Saya telah membetulkan banyak kesalahan kecil dan menyiasatinya dengan kesukaan saya. Mulai dengan mengisi potongan lettering anda  yang telah selesai dengan pensil, jadi anda dapat melihat jarak positif dan negatif yang ada. Jika dibutuhkan, mulai untuk menjiplak lettering anda sekali atau lebih sampai mencapai tahapan akhir.

Dari proses .gif dibawah, anda dapat melihat latteing memiliki proses yang panjang agar mendapatkan hasil yang sempurna. Hal ini membutuhkan waktu!

MasteringBrushLettering-Roundhand-Final-ProjectMasteringBrushLettering-Roundhand-Final-ProjectMasteringBrushLettering-Roundhand-Final-Project

MasteringBrushLettering-Roundhand-ProcessMasteringBrushLettering-Roundhand-ProcessMasteringBrushLettering-Roundhand-Process

4. Brush Script Kaku

Mari mulai dengan dasar proses yang sama/konsep, tetapi dari pada berputar pada koneksi kita, kita akan membuat mereka telihat sangat datar dan kaku. Untuk bagian lattering ini, anda mungkin menggunakan frasa yang sama seperti sebelumnya, atau memilih yang baru. Tetapi saya akan menggunakan “New York City” lagi, jadi anda dapat melihat betapa mudahnya membuat perubahan secara keseluruhan dari lettering dengan menggunakan alat yang sama.

Mari mulai!

Langkah 1

Dimulai dengan apa yang telah dilakukan sebelumnya, langsung membuat coretan dengan cara uang berbeda untuk menggambar frasa anda. Ketika anda menggambar bentuk tulisan anda dengan sangat cepat, terkadang karakteristik unik dalam tulisan anda akan muncul, hal uang biasanya tidak digambar ketika anda berpikir tentang apa yang akan anda gambar. Catat apa yang akan anda gunakan sebelum anda memilih progres akhir untuk lebih lanjut.

Lagi, jangan takut dengan apa yang terlihat--kita akan membuatnya lebih rapi dan melengkapinya dengan proses.

MasteringBrushLettering-Angular-Selecting-A-PhraseMasteringBrushLettering-Angular-Selecting-A-PhraseMasteringBrushLettering-Angular-Selecting-A-Phrase

Langkah 2

Sebelum mengkonsep tipe kerangka, pilij salah satu yang anda pikir akan cocok untuk dilanjutkan. Selanjutnya, gunakan mesin salin atau penyaring gambar  dan besarkan pada lettering yang anda inginkan jadi anda akan menemukan detail yang cocok. Untuk lettering yang saya pilih dibawah ini, saya menyaring gambarnya menggunakan komputer dan membesarkannya untuk cukup pada 8.5” x 11” kertas cetak.

Mari kita gunakan kerangka dan lengkapi menggunakan proses yang sama seperti yang kita lakukan pada brush-script roundhand.

MasteringBrushLettering-Angular-Enlarging-PhraseMasteringBrushLettering-Angular-Enlarging-PhraseMasteringBrushLettering-Angular-Enlarging-Phrase

Langkah 3

Seperti apa yang anda lakukan sebelumnya, ambil kuas Tombow Pun anda atau Copic Marker dan mulai menjiplak kerangka anda. Kali ini, perhatikan hubungan antara sudut yang menyambungkan bentuk huruf anda. Kita akan membuatnya lebih kasar dan lebih datar kali ini.

MasteringBrushLettering-Angular-Tracing-SkeletonMasteringBrushLettering-Angular-Tracing-SkeletonMasteringBrushLettering-Angular-Tracing-Skeleton

Langkah 4

Terus maju, ambil langkah ke tiga lettering anda dan mulai mengusut pada bagian atasnya untuk membetulkan kesalahan yang telah anda lakukan. Kali ini, saya membenarkan sudut, kemiringan, dan akhir tarikan agar lebih rata dan lebih drastis.

MasteringBrushLettering-Angular-Correcting-CompositionMasteringBrushLettering-Angular-Correcting-CompositionMasteringBrushLettering-Angular-Correcting-Composition

Langkah 5

Saya yakin bahwa kita telah mendekati poin dimana kita dapat melangkah lebih jauh menggunakan pensil. Jiplak dan jiplak ulang brush-lettering anda sampai anda merasa puas. Jika komposisi, jarak, warna, dsb., terlihat bagus, mari lanjutkan menggambar ulang dengan menggunakan pensil!

MasteringBrushLettering-Angular-Correcting-KerningMasteringBrushLettering-Angular-Correcting-KerningMasteringBrushLettering-Angular-Correcting-Kerning

Langkah 6

Pada titik ini, anda pasti memiliki sketsa kasar yang dipenuhi dengan bentuk tulisan untuuk melihat warna apa yang bekerja. Anda tahu berlatih--terus menggambar ulang frasa anda agar area yang bermasalah terlihat sempurna. Sebagaimana yang anda dapat lihat pada rancangan dibawah ini, saya memperbaiki masalah kerning, saya mengganti garis dasarnya lagi, dan memperbaiki beberapa tarikan pada akhiran/ sudut.

Kita hampir sampai! Teruslah menggambar ulang! Itu akan baik untuk kesabaran dan ketekunan, saya janji!

MasteringBrushLettering-Angular-Making-Minor-Edits-To-KerningMasteringBrushLettering-Angular-Making-Minor-Edits-To-KerningMasteringBrushLettering-Angular-Making-Minor-Edits-To-Kerning

Langkah 7

Ini dia! Mulai untuk menggambar lettering anda dengan benar dan rapi karena anda akan segera masuk pada bagian rumah.

Baiklah, sekarang kita memilikinya--lettering yang telah selesai. Setelah banyak penyuntingan, mencapai banyak warna, komposisi yang baik, dan sudut yang konsisten dan berat tarikan.

Tetapi, saya pikir saya akan melangkah lebih jauh untuk sedikit “perbaikan” pada langkah selanjutnya.

MasteringBrushLettering-Angular-Final-Pencil-DrawingMasteringBrushLettering-Angular-Final-Pencil-DrawingMasteringBrushLettering-Angular-Final-Pencil-Drawing

Langkah 8

Mengambil lettering yang telah anda selesaikan, anda dapat melakukannya seperti apa yang saya lakukan dibawah ini dan menghapus sedikit berat dari entri dan garis keluar pada tulisan anda. Saya telah membuat sedikit “cuts” menjadi tulisan untuk menghilangkan sedikit berat dan meringankan beban yang ada dibandingkan garis tarikan kuas yang keras.

Melihat semua proses keseluruhan dari awal hingga selesai selalu keren. Saya menyiapkan sebuah .gif untuk kenikmatan pandangan anda.  Sekarang anda mampu untuk melihat dari awak dan akhir projek lettering anda--merupakan nikmat jika dapat melihat progress yang telah anda lakukan!

MasteringBrushLettering-Angular-Additional-CustomizationMasteringBrushLettering-Angular-Additional-CustomizationMasteringBrushLettering-Angular-Additional-Customization
MasteringBrushLettering-Angular-ProcessMasteringBrushLettering-Angular-ProcessMasteringBrushLettering-Angular-Process

Tapi tunggu, tulisan tangan dalam foto “What You’ll Be Creating” berwarna hitam putih? Benar!  Jika anda ingin melakukan hal yang sama dengan tulisan anda, yang saya lakukan hanya mengatur warnanya di Photoshop.  Jika anda mengatur selembar kertas putih  dengan tulisan berwarna hitam, itu akan membuat tulisan anda putih dan kertasnya hitam!

Kesimpulan

Brush-script adalah suatu tantangan! Hal ini membuat saya terlihat bagus sambil memegang bagian dalam dan luar. Tidak perlu ditakuti jika hasil tulisan anda tidak sesuai dengan apa yang anda inginkan. Setelah beberapa latihan, anda akan mampu membuat tulisan tangan brush-lettering yang membuat orang menganga. Jika anda mempunyai pertanyaan, silahkan tanyakan pada post dibawah ini dan saya akan membantu anda. Semoga berhasil!

One subscription.
Unlimited Downloads.
Get unlimited downloads