Unlimited PS Actions, graphics, videos & courses! Unlimited asset downloads! From $16.50/m
Advertisement
  1. Design & Illustration
  2. Drawing Theory

Mengapa Belum Terlambat Untuk Mulai Menggambar

by
Length:LongLanguages:

Indonesian (Bahasa Indonesia) translation by Yosef Andreas (you can also view the original English article)

Ketika kamu masih menjadi anak kecil, menggambar hanyalah salah satu dari hal yang kamu lakukan—salah satu dari sekian banyak permainan yang dikenalkan orang dewasa kepadamu. Dan sama seperti permainan kekanakan lainnya, kamu mengabaikannya bertahun-tahun yang lalu tanpa memikirkannya lagi. Namun saat ini kamu melihat orang dewasa yang mengubah permainan kekanakan sederhana itu menjadi sebuah seni, bahkan mungkin sebuah pekerjaan—dan kamu begitu cemburu!

Kebanyakan para seniman, ketika ditanyakan kapan mereka mulai menggambar, menjawab: "Saya tidak pernah berhenti!" Mendengarnya sangat menurunkan semangat, karena bagaimana kalau kamu berhenti? Apakah kamu tidak pernah dapat memulai kembali, hanya karena kamu tertarik dalam hal lainnya daripada menggambar ketika kamu tumbuh dewasa? Apakah kamu harus cukup menerima takdirmu?

Saya mendedikasikan artikel ini bagi kamu yang tidak ingin menerima itu. Jika gambar yang indah membuatmu sedih dan marah, jika kamu terus berpikir "bagaimana kalau...", jika kamu ingin mengubah sesuatu dalam hidupmu, Saya akan menunjukkan caranya. Percayalah—kamu bisa belajar cara menggambar jika kamu mau. Itu terlambat hanya jika bertindak demikian!

Kredit gambar pratinjau: Potret perempuan oleh Pressmaster.

Anak-Anak Berbakat Tersebut

Mari kembali ke masa hari-hari sederhana, yang terisi dengan kesenangan dan sedikit tanggung jawab. Kamu banyak menggambar, hanya karena itu menyenangkan, bahkan walaupun kamu tidak benar-benar mengerti prosesnya. Kamu menggambar sesuatu, kamu menyadari itu, dan itu menakjubkan.

Namun ada juga kesenangan lainnya dalam menggambar—apresiasi orang tuamu ketika kamu menunjukkan karyamu kepada mereka. Kita adalah makhluk sosial, jadi apa yang dipikirkan orang lain tentang kita itu sangat penting. Kita biasanya tidak memikirkan tentang itu dengan cara ini, namun tubuh kita memberi kita rasa senang jika kita melakukan sesuatu yang menaikkan peluang untuk bertahan hidup—dalam kasus ini, meyakinkan orang lain bahwa kita layak.

Namun menjadi layak itu relatif. Kamu tidak memiliki kelayakan dalam "sekian kali", namun lebih banyak atau lebih sedikit daripada seseorang. Kamu adalah seniman terbaik bukan ketika kamu mencapai level skill tertentu, namun ketika kamu lebih baik dari orang lain. 

Itulah sebabnya, ketika anak kecil lainnya lebih banyak dipuji daripada kamu, kamu merasa buruk, dan bahkan mungkin marah. Mereka menaikkan batasan di atas tingkat yang dapat kamu raih. Kamu menggunakan alat yang sama, kamu diajar oleh guru yang sama, dan mereka dapat menggambar lebih baik daripada kamu. Tidak adil sama sekali!

Kamu mendengar orang dewasa menyebutnya "bakat". Segera saja, ini adalah sesuatu yang dimiliki setiap anak yang bagus dalam menggambar. Kamu harus dilahirkan dengan itu untuk memilikinya; ini bukanlah sesuatu yang bisa kamu raih. Anak berbakat didorong untuk terus menggambar, untuk ikut kontes, untuk mengejar seni sebagai karir mereka... Dan tidak satupun yang peduli dengan karya senimu. Kamu tidak memiliki bakat—sia-sia untuk terus menggambar, jadi kamu berhenti.

what is talent

Saat ini kamu memiliki seni di sekililingmu. Internet menguhubungkan kamu dengan semua anak berbakat ini dari seluruh penjuru dunia, yang sekarang telah tumbuh jauh lebih baik dari sebelumnya. Beberapa dari mereka berkerja di bidang seni, beberapa hanya mengganggapnya sebagai hobi, namun mereka memiliki satu kesamaan—mereka tetap jauh lebih baik daripada kamu. Tidak ada yang benar-benar berubah... atau benarkah itu?

Ilusi Mutu

Mari kita jujur—ketika kamu masih anak kecil, kamu tidak bisa membuat penilaian yang akurat. Kamu hanya tidak cukup banyak mengetahui, sehingga kamu harus mempercayai orang dewasa. Kamu tidak bisa menilai mutu gambarmu. Satu-satunya cara untuk memperkirakan itu adalah mengamati reaksi orang dewasa terhadap gambarmu dan milik orang lain. Ya, kamu mungkin sadar bahwa kriteria utama adalah realisme dari karya seni, namun tetap saja yang menilai adalah orang dewasa, bukan kamu. Sebuah karya seni yang bagus adalah yang banyak menerima pujian, dan hanya itu yang kamu tahu. 

Kamu sekarang telah dewasa, jadi kamu tahu lebih banyak tentang menggambar. Kamu mampu menilai buruk sebuah karya seni walaupun jika banyak orang mengatakan itu bagus. Namun kriteria utamamu tetap sama: "Apakah itu lebih baik dari apa yang bisa saya buat?" Saya ingin menunjukkan kamu sesuatu untuk mengubah perspektifmu.

Sebagai seorang anak kecil, saya sering mendengar betapa berbakatnya saya. Saya tidak banyak menggambar di masa awal, namun saya menemukan sebuah gambar dalam jurnal yang saya tulis selama perkemahan musim panas tahun 2003. Saya saat itu berusia 12 tahun, dan gambar ini jelas menunjukkan tingkat keahlian saya di masa itu:

drawing of a talented child

Gambar yang bagus bukan? Apakah orang-orang tersebut tampak realistis? Dan yang terpenting, apakah kamu akan menganggap dirimu berbakat jika kamu bisa menggambar sesuatu seperti ini di masa sekarang?

Bakat dan Kemampuan

Para guru menyebut seorang anak berbakat seni jika gambarnya lebih baik dari anak lainnya di dalam kelas. Itu saja. Bakat, dalam makna ini, bukanlah "keahlian bawaan yang diperlukan untuk menggambar"—itu hanyalah sebuah tanda potensi dalam bidang ini. 

Seorang anak berbakat tidak tahu cara menggambar. Gambarnya cenderung lebih baik dari milikmu, namun tidak melibatkan keahlian. Ketika ditanya, "Bagaimana caranya kamu bisa menggambar begitu baik?" Saya menjawab, "Saya tidak tahu, saya hanya melakukannya." Saya juga lebih baik dalam menggambar hewan daripada manusia. Apakah itu berarti saya dilahirkan dengan potensi untuk menggambar hewan? Saya percaya jawabannya berbeda: Saya menyukai hewan dan lebih banyak memperhatikannya dibandingkan pada manusia'.

Bakat bisa membimbing pada keahlian, namun keduanya tidak sama. Lihat gambar di bawah. Yang pertama dibuat hanya dengan bakat. Saya ingin menggambar seorang anak perempuan dan lak-laki, jadi saya menekan sebuah pena pada kertas dan membiarkan tangan saya melakukannya. Itu merupakan tebakan—Saya tidak punya gambaran hingga itu terjadi. Dan saya tidak akan tahu cara memperbaiki sesuatu jika itu menjadi salah. Saya tidak menggambar itu—"bakat" saya yang melakukannya. 

Yang kedua, digambar tujuh tahun kemudian, melibatkan keahlian tertentu. Saya mempelajari beberapa anatomi manusia dan dasar-dasar bayangan, saya membuat pose dinamis, ekspresi wajah, dan saya bahkan membuat jeans tampak berkerut! Itu bukan terkaan lagi—Saya tahu apa yang ingin saya gambar, dan saya harus belajar itu terlebih dahulu. 

talent versus skill
Gambar kedua tidak lebih baik bukan karena saya tahun lebih tua, tapi karena saya menghabiskan tahun-tahun ini dengan banyak belajar

Ketika kamu karya seni dari anak-anak yang berbakat dewasa, itu bukanlah hasil dari bakat. Bakat tidak tumbuh dengan orang tersebut! Seorang dewasa berbakat yang berhenti menggambar sebagai seorang anak kecil tidak akan menggambar jauh lebih baik daripada anak berusia sepuluh tahun. 

Pengetahuan perspektif, anatomi, bayangan, komposisi, dan warna tidak muncul dengan bakat, namun bakat memberikanmu motivasi untuk mempelajari itu semua. Anak-anak berbakat ini tidak pernah berhenti menggambar, sehingga mereka mendapatkan pelatihan bertahun-tahun. Dan tahun-tahun pelatihan tersebut, bukan bakat, telah membentuk mereka di hari ini.

Waktu Terbaik Untuk Belajar?

Dan mungkin ini masalahmu. Kita belajar paling cepat ketika kita tumbuh, dan kita juga memiliki banyak waktu luang dalam periode ini. Namun itu sudah berada di belakangmu, dan kamu telah menyia-nyiakan itu! Kamu tidak akan pernah menyamai anak-anak ini...

Ada beberapa kebenaran dalam hal ini, namun saya ingin menunjukkanmu pandangan yang berbeda. Kamu memiliki sesuatu yang menjadi kekurangan bagi anak-anak dan remaja: disiplin, kesabaran, dan yah, uang. Hidupmu lebih stabil, sehingga kamu bisa membuat rencana jangka panjang dan berpegang pada itu tanpa masalah. Karaktermu lebih berkembang, tidak kacau, dan kamu tahu apa yang kamu inginkan. Ini adalah waktu terbaik untuk belajar!

Cara Belajar Menggambar

Bahkan orang yang mengerti bahwa bakat tidak lebih dari sebuah potensi cenderung mengatakan dengan sengit: "Ya, latihan membuatmu menjadi baik, namun kamu memerlukan bakat untuk menjadi yang terbaik." Baiklah, mari menganggap itu benar. Namun apakah kamu benar-benar perlu menjadi yang terbaik? Tidak ad yang akan membuatmu bahagia? Bukankah ada tingkatan "cukup baik" dimana kamu akan benar-benar merasa senang?

Lagipula, tidak ada tingkat keahlian "terbaik". Kamu bisa pergi ke halaman muka ArtStation dan melihat dinding penuh dengan karya seni "terbaik" dalam banyak gaya dan teknik berbeda. Dan dalam kebanyakan kasus, "terbaik" berarti "yang paling menarik bagi saya", yang tidak ada kaitannya dengan tingkat keahlian atau bakat seniman tersebut!

Ingat: kamu tidak perlu menjadi ahli catur agar dapat menikmati permainannya. Kamu hanya memerlukan itu jika kamu ingin memenangkan sebuah kontes, dan membuat karya seni bukanlah kompetisi. Dengan begitu banyak gaya, tidak ada cara untuk menjadi terbaik dalam segalanya, dan juga tidak perlu untuk itu. Jika kamu menikmati karya senimu, jika kamu bersungguh-sungguh dalam membuatnya, kamu akan menemukan penggemar (dan klien!) cepat atau lambat.

So, are kamu ready to fight off other obstacles?

Bagaimana Cara Mulai Menggambar

Ketika kamu masih menjadi anak kecil, menggambar merupakan hal yang otomatis, karena kamu tidak memiliki ekspektasi. Sekarang kamu memilikinya, dan temanku, itu sungguh tinggi sekali! Tidak ada yang bisa menghentikanmu lebih efisien selain rasa takut untuk menjadi tidak cukup baik.

Inilah keadaannya. Agar bagus dalam menggambar, terlebih dahulu kamu perlu membuat ratusan sketsa yang buruk. Itu berarti kamu perlu mulai menggambarnya dan kemudian melihatnya dibuat, dengan mengetahui bagaimana buruknya hasil akhir. Dan kamu perlu menjalani itu, karena itu adalah bagian yang penting dari proses!

Perlakukan itu seperti belajar memainkan sebuah alat musik. Kamu mungkin tahu persis melodi apa yang ingin kamu mainkan, namun itu tidak berarti kamu bisa melakukannya dengan benar. Usaha pertamamu akan terdengar mengerikan, namun itu tidak berarti kamu harus berhenti setelah tidak memainkan nada pertama dengan benar. Kamu perlu membuat kesalahan dan belajar dari—ini akan membuatmu lebih baik.

Kamu mungkin merasa malu menggambar "seperti anak kecil", namun kenyataannya adalah tidak ada gambar "seperti orang dewasa". Anak-anak menggambar dengan cara ini karena mereka tidak memiliki keahlian, begitu juga kamu. Tahun-tahun yang telah berlalu tidak memberikanmu poin tambahan dalam keahlian ini. Jangan mencoba untuk melompati jeda antara anak-anak–dewasa ini, karena profesional yang telah dewasa yang kamu lihat saat ini juga tidak melompatinya. 

how to come back to drawing

Kamu perlu belajar seperti anak kecil lagi. Tujuan pertamamu adalah bukan menggambar naga yang fantastis, namun menggambar garis-garis sederhana tanpa menggunakan penghapus. Ambil langkah kecil, dan jangan keras terhadap dirimu sendiri. Jangan bandingkan dirimu dengan orang yang telah menggambar sepanjang hidupnya, hanya karena kamu berada pada usia yang sama!

Untuk memulai, kamu bisa mencoba seri dari saya untuk pemula:

Bagaimana Mengatasi "Tahun-Tahun Yang Hilang"

Mari kita perjelas: tidak ada "tahun-tahun yang hilang". Mungkin kamu tidak menggambar ketika bertumbuh, namun kamu melakukan hal lainnya. Mungkin kamu berlatih olahraga, atau kamu bersosialisasi dengan teman, atau kamu hanya menikmati waktu luangmu dalam cara yang cukup masuk akal di saat itu. Tahun-tahun tersebut telah membentuk dirimu saat ini, dan kamu tidak seharusnya menyesalinya.

Mari kita perhatikan saja masa depan. Ya, belajar cara menggambar memerlukan waktu, namun begitu juga dengan aktifitas lainnya yang ingin kamu kuasai. Dan jika kamu tahu apa yang sedang kamu lakukan, kamu benar-benar bisa berkembang cepat sebagai orang dewasa.

Belajar Dengan Cerdas

Tanyakan dirimu: apakah tujuan saya? Jika kamu hanya menjawab "Saya ingin menggambar", maka kamu tidak akan pernah mencapainya—itu terlalu ambigu. Temukan apa tepatnya yang ingin kamu capai. Apakah kamu bisa menyadari bahwa kamu mencapai tujuan tersebut? Bukti seperti apa yang tampak? Bayangkan itu dengan jelas dan tegas. 

Ini harus berupa sesuatu yang objektif, dan tidak terkait dengan emosimu. Jika tujuanmu adalah "senang dengan hasil karya saya", kamu mungkin tidak pernah menemukan momen ini. Hari ini kamu mengira kamu akan senang jika bisa menggambar garis lurus, namun setelah kamu mempelajari itu, kamu menginginkan yang lainnya. Pilih kriteria dimana orang lain bisa memeriksamu—misalnya, "Saya ingin membuat sketsa kucing realistis dari imajinasi dalam waktu kurang dari lima menit." 

Sekarang, dapatkan buku sketsa yang bagus. Itu bisa berupa buku catatan sekolah yang normal, atau sesuatu yang lebih mewah—itu mungkin terasa lebih serius jika kamu memilih sesuatu dengan sampul keras dan huruf emas. Kertas polos sangat disambut! Pada halaman pertama, catat tujuanmu (dengan jelas, tanpa ambigu) dan beri tanggal kamu memulai. 

Balik halamannya. Kamu perlu membagi tujuanmu ke dalam bagian yang lebih kecil, tertulis dalam bentuk "telah dicapai":

  • Saya bisa membuat sketsa.
  • Saya bisa membuat sketsa kucing realistis dari referensi.
  • Saya bisa membuat sketsa kucing realistis dari imajinasi.
  • Saya bisa membuat sketsa dengan cepat.

Sisakan beberapa jarak di bawah tiap poin dan buat itu lebih detail lagi (dengan menjawab pertanyaan: "Apa maksud saya mengatakan itu?"):

  • Saya bisa membuat sketsa.
    • Saya bisa menggambar garis longgar dengan cepat.
  • Saya bisa membuat sketsa kucing realistis dari referensi.
    • Saya bisa menyalin serangkaian garis dari foto seekor kucing.
  • Saya bisa membuat sketsa kucing realistis dari imajinasi.
    • Saya bisa menggambar serangkaian garis yang sangat mendekati tampilan kucing realistis tanpa melihat kucing sebenarnya.
  • Saya bisa membuat sketsa dengan cepat.
    • Saya bisa menggambar serangkaian garis pilihan dalam waktu kurang dari lima menit.

Dan lagi: apa tepatnya yang kamu maksud dengan itu?

  • Saya bisa membuat sketsa.
    • Saya bisa menggambar garis longgar dengan cepat.
      • Saya bisa memegang alat dengan benar untuk membuat tanda pada kertas.
      • Saya bisa membuat garis sederhana.
      • Saya bisa menggambar gambar sederhana.
  • Saya bisa membuat sketsa kucing realistis dari referensi.
    • Saya bisa menyalin serangkaian garis dari foto seekor kucing.
      • Saya bisa melihat sebuah foto dan melihat garis-garis yang ingin saya gambar.
      • Saya bisa menggambar garis yang sama dengan garis yang saya lihat dalam sebuah foto.
      • Gambar kucing milik saya tampak seperti hewan sungguhan.
  • Saya bisa membuat sketsa kucing realistis dari imajinasi.
    • Saya bisa menggambar serangkaian garis yang sangat mendekati tampilan kucing realistis tanpa melihat kucing sebenarnya.
      • Saya tahu seperti apa kucing yang realistis.
      • Saya tahu rangkaian garis apa saja untuk membuat sesuatu yang dikenal sebagai seekor kucing.
      • Saya bisa membayangkan garis-garis yang ingin saya gambar.
      • Saya bisa menggambar dengan persis garis yang saya bayangkan.
  • Saya bisa membuat sketsa dengan cepat.
    • Saya bisa menggambar serangkaian garis pilihan dalam waktu kurang dari lima menit.
      • Saya bisa merencanakan gambar dengan cepat sebelum saya menambahkan garis pertama.
      • Saya tahu garis mana yang dibutuhkan, dan yang bisa saya tinggalkan (goresan saya ekonomis).
      • Saya tidak merasa perlu menggunakan penghapus.

Selamat! Kamu telah membuat daftar keahlian yang kamu perlukan untuk mencapai tujuanmu. Kamu juga perlu menemukan cara untuk mengevaluasi tingkat keahlian. Sebagai contoh:

Saya bisa menggambar garis yang sama seperti yang saya lihat dalam sebuah foto Saya bisa mengenali bahwa gambarnya berdasarkan foto tersebut
Saya bisa menggambar dengan persis garis-garis yang saya bayangkan Saya tidak merasa perlu memperbaiki sesuatu setelah saya menggambarnya

Sekarang tentukan jenis latihan apa yang harus kamu lakukan untuk mempelajari keahlian ini. Sebagai contoh, untuk "Saya bisa menggambar dengan persis garis-garis yang saya bayangkan", kamu bisa mencoba:

  1. Gambarkan sebuah bentuk.
  2. Ingat itu.
  3. Sembunyikan itu.
  4. Bayangkan itu.
  5. Gambar bentuk tersebut dari imajinasi.
  6. Beri nilai terhadap akurasinya.

Kamu bisa juga mencoba latihan yang saya jelaskan dalam seri Bagaimana Cara Belajar Menggambar.

Berlatihan setiap hari dalam sesi singkat 15–30 menit. Setelah kamu selesai, evaluasi tingkat keahlian tersebut. Sebagai contoh, gambarkan bar kosong di sebelah masing-masing keahlian pada daftar dan isi itu tergantung pada keadaan yang sebenarnya. Catat dan jelaskan masing-masing sesi, seolah jika itu adalah "buku harian pembelajaran". Ini akan mengingatkanmu tentang kemajuanmu bahkan ketika kamu merasa tidak berkembang.

Kerjakan setiap keahlian satu demi satu, dimulai dengan yang paling mendasar (membuat sketsa gambar sederhana, merencanakan garis), dan diakhiri dengan yang paling rumit (menganalisa anatomi kucing untuk mengubahnya menjadi rangkaian garis). Ini mungkin memakan banyak waktu, dan tidak ada cara untuk membuatnya lebih singkat—kamu perlu istirahat di antara sesi untuk mengkonsolidasikan keahlian tersebut!

Di saat itu, kamu mungkin menemukan keahlian baru yang diperlukan untuk mencapai tujuan utama yang sebelumnya tidak kamu pikirkan. Jangan abaikan itu—tambahkan pada daftar dan buat juga pelatihannya. 

Setelah kamu mencoret semua keahlian pada daftar, waktunya untuk merayakan—kamu telah mencapai tujuan yang kamu tentukan untuk dirimu sendiri sejak dulu! Tentu saja, ini tidak akan menjadi akhir petualanganmu. Ekspektasimu akan bertumbuh dengan keahlianmu. Kamu akan ingin menggambar kucing tersebut dalam pose dinamis, atau membuat bayanganya, atau menambahkan warna... Namun sekarang kamu tahu caranya!

how to plan learning
Sebuah jurnal artistik seperti ini memungkinkanmu melihat kemajuanmu hari demi hari, tanpa secara konstan membandingkan hasil akhir pada "yang sempurna". Itu juga membuat perkembangan keahlianmu kurang abstrak.

"Bagaimana Jika Saya Tidak Membuat Kemajuan?"

Rasa takut tidak pernah mencapai tujuanmu mungkin membunuh semangatmu secara efisien. "Tidak ada maknanya, saya tidak akan pernah sebagus mereka, itu buang-buang waktu"—pemikiran ini mungkin muncul ketika kamu membuat kesalahan, atau melihat seseorang yang membuat kemajuan lebih cepat darimu. Namun kehilangan motivasi mendadak mungkin terjadi kapanpun juga, dan sulit untuk melawannya.

Satu-satunya nasihat saya di sini adalah untuk selalu meningat mengapa kamu melakukan itu. Belajar cara menggambar bukanlah kewajibanmu, tidak ada yang memaksamu melakukan itu, dan kamu benar-benar bebas menggambar sejelek yang kamu inginkan. Itu adalah keputusan kamu untuk mencoba menjadi lebih baik, dan jika kamu memutuskan itu bukan untukmu, kamu bebas untuk berhenti.

Itu mungkin terdengar kasar, namun tidak ada seorang pun yang ditakdirkan untuk menjadi bagus dalam suatu hal. Kamu tidak bisa hanya "menginginkan itu" hanya karena kamu sangat menginginkannya. Bahkan jika kamu memiliki bakat, kamu perlu menghadapi kenyataan yang keras ini—seni yang bagus tidak "terbentuk" karena tidak sengaja, tanpa keahlian apapun.

Kapanpun kamu merasa mengeluh "Bagaimana bisa saya tidak bagus dalam apapun?", ganti "menggambar" dengan hal lainnya. "Bagaimana bisa saya tidak bagus bermain catur?" atau "Bagaimana bisa saya tidak bagus bermain bola?" Itu membuatnya seolah pemain catur dan bola telah diberikan sesuatu yang tidak kamu miliki. Dan itu tidak benar—mereka berkerja keras untuk menjadi bagus, dan kamu juga harus begitu!

Jadi, bagaimana kalau kamu tidak membuat kemajuan? Tidak ada yang akan berubah. Dalam kasus terburuk, kamu akan menghabiskan waktu yang normalnya kamu akan habiskan pada sesuatu yang tidak produktif. Kamu tidak memiliki risiko apapun, kecuali mungkin harapan bahwa "Saya akan bagus dalam menggambar jika saya ingin". Namun jika kamu menentukan tujuan yang spesifik, membuat sebuah rencana, dan berkerja keras untuk berpegang pada itu, tidak mungkin kamu tidak membuat kemajuan. Setiap langkah kecil, setiap latihan sederhana merupakan satu langkah ke depan!

Ada satu poin lagi mengenai itu. Kamu tidak objektif terhadap keahlianmu. Jika kamu menatap karya seni profesional, dan kamu terus membandingkan karya senimu terhadap itu, kamu akan merasa tidak membuat kemajuan, tidak peduli berapa banyak langkah yang telah kamu ambil. Hanya bandingkan terhadap tingkat keahlianmu dar satu minggu sebelumnya, dan kamu akan melihat kemajuan. Jangan abaikan langkah kecil hanya karena mereka bukan sebuah lompatan!

why I cant make progress in drawing
Membandingkan pada yang lebih baik merupakan kunci perbaikan; membandingkan pada yang lebih buruk adalah kunci kebahagiaan

Itu semua tampak jelas ketika kamu membaca itu, namun terkadang kamu akan kehilangan semangat. Jika itu terjadi, coba temukan beberapa inspirasi: lihat karya seni yang indah, baca cerita orang lainnya yang sedang belajar, atau baca lebih banyak artikel motivasi seperti ini:

Dan jika tidak ada yang membantu, coba ini: bayangkan dirimu lima tahun kemudian, setelah menghabiskan ribuan jam dalam menggambar, ketika seseorang melihat karya senimu dan mengatakan "Wow, kamu begitu berbakat! Saya berharap saya bisa menggambar seperti kamu!" Apa yang akan kamu katakan pada mereka adalah hal sama yang perlu kamu dengar ketika sedang ragu.

Pekerjaan: Seniman

Satu hal yang pasti: uang tidak seharusnya menjadi motivasi utamamu dalam memasuki bidang seni. Ya, memang mungkin untuk hidup dari menjadi seniman, namun itu tidak mudah, dan kamu pastinya tidak harus keluar dari pekerjaanmu segera setelah mulai belajar. 

Untungnya, kita hidup di era Internet, dan freelancing lebih mudah dari sebelumnya. Kamu tetap bisa menjadi seorang akuntan, guru, atau teknisi mesin, dan menjadi seniman setelah jam kerja. Kamu tidak benar-benar harus berkerja untuk perusahaan lainnya—orang normal seperti kamu dan saya terkadang memerlukan karya seni yang spesifik, dan jika kamu dapat membuatnya, mereka akan membayar.

Untuk mendapatkan klien, cukup tunjukkan karya senimu dimana saja. Bahkan jika kamu tidak yakin apakah kamu siap, jujur saja tentang itu, dan orang akan mengerti. DeviantArt merupakan tempat yang bersahabat untuk seniman pemula, dan mudah untuk mendapatkan penghasilan pertamau di sana. Namun jika kamu ingin belajar lebih lanjut untuk menjadi freelancer, periksa artikel-artikel bagus ini:

Tentu saja, membangun karirmu dalam bidang seni masih mungkin, jika itu adalah impianmu. Cukup diingat bahwa itu tidak mudah, cepat atau bahkan mungkin menguntungkan untuk waktu tertentu. Seperti dalam setiap pekerjaan lainnya, kamu menjual keahlianmu pada klien/bos. Sebelum kamu menawarkan mereka, pastikan mereka layak!

Pelajari lebih lanjut tentang pekerjaan artistik dari artikel-artikel ini:

Bagaimana Menemukan Waktu Untuk Belajar

Kamu bukan anak kecil lagi, dan kamu memiliki tanggung jawab. Berkerja, berangkat kerja, keluarga, dan pekerjaan rumah bisa menghabiskan semua waktumu, dan kamu sulit menemukan satu jam sehari untuk menonton acara favorit atau bermain video game. Kamu akan dengan senang menambahkan jam ekstra pada hari tersebut, jika itu mungkin, dan tidak bisa!

Saya mendengarmu, namun itu bukanlah sebuah masalah yang tidak bisa diselesaikan. Setiap hari untuk semua orang memiliki durasi yang sama, dan itu adalah pilihan kita untuk melakukan apa dengan jam-jam tersebut. Secara teori, "8 jam kerja, 8 jam bermain, 8 jam tidur", namun apa yang kita lakukan di antaranya yang penting.

how to find time for drawing

Saya akan menunjukkanmu tiga metode untuk menambahkan lebih banyak menit dalam suatu hari". Kamu bisa memilih salah satu atau menggabungkannya untuk mencapai hasil terbaik.

Istirahat Dengan Cerdas

Kamu kembali pulang, kamu lelah, sehingga setelah makan sesuatu kamu langsung melakukan apa yang kamu mimpikan sepanjang hari—tidak melakukan apapun. Kamu menyalakan TV, atau kamu duduk di sofa dengan smartphone dan melakukan scrolling tanpa henti pada sebuah situs dengan gambar kucing.

Itu normal, bukan? Kamu perlu istirahat setelah berkerja, karena kamu lelah secara mental. Masalahnya adalah jenis istirahat ini tidak produktif. Ketika kamu tidak memiliki tenaga tambahan untuk melakukan apapun yang memerlukan usaha, dan kamu mulai melakukan hal-hal santai dan sangat menyenangkan, kamu sebenarnya memberi daya pada ketidakinignan. Kamu tidak mengisi ulang batremu—kamu membuangnya.

100% istirahat santai seperti sebuah obat. Itu memberikanmu perasaan puas tanpa benar-benar memberikanmu apapun. Itu gratis, mudah, dan menyenangkan—dan itu tidak berharga. Dua jam menonton video konyol di YouTube, kamu tidak memiliki energi lagi setelah meninggalkan pekerjaan; kamu hanya merasa sedikit lebih senang.

Kenyataannya adalah tekad kita pulih cukup cepat, jika kamu mengijinkannya. Seberapa cepat? Kamu bisa menemukannya dengan sangat mudah. Setelah kamu kembali pulang dan menyelsaikan semua tugas, alih-alih mulai "tidak melakukan apapun", benar-benar jangan lakukan apapun. Duduk di sofa, atau berdiri di jendela, dan bersantailah. Pandangi merpati di seberang jalan, atau pada lukisan di tembokmu. Atau bahkan habiskan waktu ini dengan meminum teh dan mengobrol dengan pasangan. 

Apapun yang kamu lakukan, lakukan itu secara sadar—jangan biarkan pikiranmu mengambang terlalu jauh. Kamu akan menyadari bahwa kamu tidak membutuhkan lebih dari 15 menit untuk mulai ingin melakukan sesuatu. Tekadmu akan pulih hanya karena kamu benar-benar menghabiskan waktu ini dengan tidak melakukan dan menerima apapun. Kurangnya stimulasi akan membangunkanmu, dan kamu akan siap untuk mulai melakukan sesuatu yang produktif—seperti membuat sketsa merpati tersebut.

how to rest efficiently
Jika kamu menghabiskan waktu tidak melakukan sesuatu secara sadar, otakmu akan bertindak seperti: "Jika kita tidak tertidur, mari kita lakukan sesuatu!"

Hancurkan Pelahap Waktu

Ada banyak aktifitas dalam harimu, namun beberapa di antaranya memakan waktu lebih banyak dari yang seharusnya. Biasanya kamu tidak benar-benar ingin melakukannya, sehingga kamu melakukannya dengan enggan, perlahan, tanpa gairah. "Lagipula akan perlu satu jam, jadi mengapa terburu-buru?"

Ada dua alasan untuk terburu-buru. Pertama, ketika melakukan sesuatu secara terpaksa, tanpa ada keinginan sungguhan untuk melakukannya, kamu membuat dirimu merasa lelah. Bukan tugasnya yang melelahkanmu, namun sikapmu terhadap itu—"Saya sangat tidak ingin melakukan itu, segeralah akhiri itu!" Atur timer dan coba untuk selesaikan tugas itu secepat mungkin, dan perlakukan itu sebagai tantangan. Kamu akan merasa jauh lebih baik!

Kedua, tugas itu memakan waktu yang lebih lama ketika kamu tidak fokus. Mungkin tidak selama itu, lima menit untuk satu tugas, tujuh menit untuk tugas lainnya... namun setelah kamu menjumlahkannya, hasilnya bisa satu jam—salah satu yang sangat kamu butuhkan!

Jangan Sia-Siakan Waktumu

Itu mungkin terdengar sepele, namun saya ingin kamu melihat sisi lain dari itu. Selama hari-harimu ada momen ketika waktu diambil darimu tanpa kamu melakukan apapun—berangkat kerja, menunggu antrian, dll. Jangan sia-siakan waktu tersebut! 

Bawa buku sketsa sampul keras ukuran kecil dan buat sketsa dengan pulpen atau pensil mekanis. Keluarkan itu kapanpun kamu merasa membuang waktu. Lakukan latihan atau buat sketsa dari apa yang kamu lihat, dan jangan pedulikan pendapat orang lain tentangmu—kamu telah lebih baik dari mereka dalam menggambar!

how to draw in a sketchbook
Orang tidak lebih peduli dari apa yang kamu pikirkan. Lakukan itu untuk dirimu sendiri, bukan untuk mengesankan mereka.

Kesimpulan

Menggambar bukanlah hanya untuk anak-anak dan orang dewasa berbakat. Itu adalah sebuah keahlian seperti yang lainnya, dan dengan mengabaikan fakta ini kamu sebenarnya menghina seniman yang bagus dan melupakan tahun-tahun kerja keras mereka. "Bakat" tidaklah sama dengan "menjadi bagu dalam seni"—itu hanyalah potensi untuk menjadi bagus. 

Hari ini kamu mungkin bagus dalam banyak hal yang pada saat kamu masih kecil tidak menunjukkan potensi tersebut. Apa bedanya dengan menggambar? Di dalam artikel ini saya menunjukkanmu semua mengenai minkonsepsi dan mitosnya. Jangan biarkan mereka menghalangimu dan mimpimu—Tidak pernah terlambat untuk mulai menggambar!

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Looking for something to help kick start your next project?
Envato Market has a range of items for sale to help get you started.