Unlimited PS Actions, graphics, videos & courses! Unlimited asset downloads! From $16.50/m
Advertisement
  1. Design & Illustration
  2. Productivity
Design

55 Tips Alur Kerja Yang Produktif dan Menghemat Waktu Bagi Desainer

by
Length:LongLanguages:

Indonesian (Bahasa Indonesia) translation by Yosef Andreas (you can also view the original English article)

Ingin menghemat waktu pengerjaan desainmu? Ya! Bagus, mari kita bahas.

Artikel ini dipenuhi dengan tips menghemat waktu yang tidak hanya akan membuatmu berkerja dengan lebih efisien, namun juga membawamu di atas rata-rata. Pelajari bagaimana cara meningkatkan output, sembari menghindari kelelahan dan merosotnya pendapatan, hanya dengan berkerja sedikit lebih cerdas sebagai seorang desainer.

Miliki dasar produktif pada teknik manajemen tugas, waktu, dan project. Pelajari cara membuat layanan web dan software grafis berkerja untukmu. Ubah pola kerjamu ke dalam sebuah sistem yang menghasilkan lebih banyak dan lebih cepat. Dan temukan teknik membangun kebiasaan agar tips singkat ini beraksi dalam hari-hari kerjamu sebagai seorang desainer.

Masuki 55 tips produktif berikut untuk bergerak cepat dengan lebih strategis, melakukan lebih banyak, lebih konsisten, fokus lebih baik pada pekerjaan desain yang sangat kamu nikmati dalam melakukannya, dan mulai mengolah pertumbuhan energi yang tinggi. Mari kita ke sana!

Memulai Dengan Manajemen Tugas

OmniFocus 2 for Mac
OmniFocus 2 untuk Mac.

1. Saring project menjadi tugas yang dapat dikerjakan.

Sulit untuk duduk dan mengatakan bahwa kamu akan mendesain keseluruhan website, dari branding hingga coding. Bahkan sebuah website kecil merupakan project yang kompleks, dengan berbagai tugas untuk diselesaikan. Masuki kebiasaan memecah project besar menjadi tugas-tugas tambahan, kemudian jadwalkan komponen tersebut untuk dikerjakan. Tiap project besar dapat dipecah menjadi kumpulan milestone dan tugas individual.

2. Terapkan manajemen tugas satu sentuhan.

Biasakan dirimu dengan dasar-dasar sistem produktifitas yang populer Getting Things Done. Di dalam GTD kamu akan belajar prinsip sentuh itu sekali, yang merekomendasikanmu untuk memproses dan menetapkan tugas saat itu datang. Jadi, ketika kamu membaca sebuah email, lakukan tindakan terhadap itu secara langsung (jika itu memerlukan waktu dua menit atau kurang), atau tambahkan tugas tersebut ke sistem manajemen tugasmu dan tentukan sebuah waktu untuk mengambil tindakan mengenai itu. Jangan hanya membacanya dan meninggalkannya untuk memulainya lagi nanti. Jika sebuah permintaan grafis sederhana muncul, langsung lakukan itu. Jika tidak, tambahkan tugas itu pada jadwalmu.

3. Fokus pada tugas desain yang terpenting (Most Important Tasks (MITs)).

Identifikasi dan prioritaskan tugas terpenting hari itu. Batasi jumlah tugas untuk dikerjakan, misalnya tiga. Juga, cobalah untuk mengerjakannya sesegara mungkin di hari itu. Ini memberi tujuan untuk hari tersebut. Ini mungkin berapa komponen sebuah project desain dari klien besar atau project sampingan yang ingin kamu kebut. Batu besar hanya bergerak jika kamu melakukannya setiap hari. Pelajari lebih lanjut tentang MIT dan bagaimana MIT terkait dengan goal-mu.

4. Tangani terlebih dahulu tugas yang sulit.

Ini dikenal dengan memakan kodok—ya, metafora itu membuatnya mudah diingat. Itu terlalu mudah untuk mulai berkerja dengan email-mu, terganggu oleh permintaan yang masuk, dan tidak membuat kemajuan dalam project desain grafis yang terpenting. Ini benar adanya untuk tugas terpenting yang tidak ingin kamu kerjakan dan tunda. Mulai harimu dengan sebuah kemenangan besar, gali ke dalam, dan selesaikan tugas sulit tersebut terlebih dahulu.

5. Lakukan Outsource untuk tugas grafik sederhana atau yang tidak kamu sukai.

Tidak ada penguras produktifitas yang lebih besar selain mengerjakan pekerjaan yang tidak kamu sukai, atau yang menyeretmu dari pekerjaan desain yang lebih penting. Kamu bisa melakukan outsource untuk tugas desain grafik yang menyita waktu dan berulang melalui Envato Studio, seperti: mengubah sebuah logo raster menjadi vectormenghilangkan background dari sebuah foto produk, atau retouching foto dan koreksi warna. Telusuri berbagai layanan desain grafik mereka, untuk menemukan tugas desain yang ingin kamu alih tugaskan, sehingga memungkinkanmu untuk memfokuskan waktumu yang terbatas pada pekerjaan desain yang kamu rasa penting.

6. Sewa penyedia layanan code untuk mengatasi pusing karena hal teknis.

Sebagai seorang desainer, kamu lebih cenderung menikmati berfokus pada sisi visual project klienmu. Jika itu masalahnya, maka coba cair penyedia layanan untuk mengisi tugas coding. Kamu bisa menyediakan perencanaan gambaran besar, arahan seni dan dukungan pelanggan, dan menggali ke dalam pekerjaan seni yang kamu sukai, sembari menyewa jasa para ahli untuk mengurus permasalahan coding. Berikut beberapa layanan coding untuk memulai di Envato Studio, seperti: memindahkan sebuah website WordPressmemperbaiki permasalahan kecil tentang WordPress dan PHPpengujian lintas browser dan perbaikannya, dan PSD menjadi HTML5+CSS3 responsif. Telusuri juga layanan website dan pemrograman lainnya.

7. Ambil daftar besar tugas dan gabungkan dengan yang terkait.

Penggabungan tugas membawa pada efisiensi yang lebih besar, khususnya dengan tugas yang kurang kritis atau berulang yang bisa menggangu alur kerjamu. Alih-alih membiarkan media sosial terbuka sepanjang hari, lakukan hanya selama 20 menit dan posting di semua kanal sekaligus, kemudian tutup. Jika kamu perlu melakukan tugas rekrutmen, seperti memeriksa bursa kerja, atau mengirim email ke calon klien, tangani tugas tersebut secara bersamaan. Ini akan membebaskan waktumu untuk berkonsentrasi pada pekerjaan desain yang lebih penting—bebas gangguan.

8. Gunakan software manajemen tugas yang tepat.

Ada begitu banyak pilihan software manajemen tugas saat ini—ratusan pilihan. Tidak ada pemboros waktu yang lebih baik daripada berpindah-pindah antara software tugas, namun dengan menggunakan aplikasi tugas yang layak akan meningkatkan efisiensimu. Lakukan beberapa riset dasar, kemudian pilih salah satu dan gunakan untuk beberapa saat. Berikut beberapa yang bisa dipertimbangkan, mulai dari yang sederhana hingga kompleks (dan saya telah menggunakan semuanya): ClearTeuxDeuxWunderlistThings, dan OmniFocus.

Mengelola Waktu Dengan Lebih Baik

Harvest entry
Entri Harvest.

9. Kembangkan rutinitas harian yang cocok untukmu.

Kekacauan mungkin terdengar kreatif, namun itu tidak kondusif dalam meningkatkan jumlah project desain dalam basis harian—dan itu jauh dari layak. Rutinitas pekerjaan kreatifmu memberikan fondasi dalam menyelesaikan tugas, tidak hanya ketika kamu merasakannya, namun setiap hari. Untuk inspirasi, lihat: rutinitas Benjamin Franklinrutinitas kreatif terkenal, dan rutinitas klasik lainnya. Perhatikan seberapa unik rutinitas kerja harianmu, selama itu konsisten.

10. Terapkan teknik pengkotakan waktu untuk menyelesaikan tugas.

Pengkotakan waktu merupakan tindakan menetapkan periode waktu untuk mengerjakan sebuah tugas, kumpulan tugas, atau sebuah project. Apakah kamu memilih untuk berkerja selama 25 menit, seperti pada teknik Pomodoro, atau lebih memilih untuk berkerja dalam masa waktu yang lebih lama (seperti periode dua jam), pengkotakan waktu akan memecah project desain buka-tutup ke dalam sesi kerja yang lebih mudah dikelola. Pelajari lebih lanjut tentang pengkotakan waktu dan mengapa itu sangat efektif.

11. Maksimalkan masa energi tinggi.

Setiap pelaku kreatif berbeda. Kamu mungkin lebih memilih untuk berkerja larut, dimana mampu merancang visual dengan baik saat malam hari, namun kebanyakan dari kita mengalami kejelasan tepat setalah bangun tidur. Catat ritme sirkadian-mu, sehingga kamu bisa menjadwalkan tugas yang paling menantang ketika kamu berada dalam kondisi puncak. Jadwalkan tugas dengan energi rendah untuk waktu ketika energimu rendah. Pelajari lebih lanjut mengenai penetapan tingkat energi sebagai konteks pada tugas-tugasmu.

12. Temukan fokus dan alur.

Fokus pada satu tugas dalam satu waktu, tarik semua gangguan, seperti email dan Twitter. Hindari menjelajah web dan jadikan ponselmu dalam mode senyap selama sesi kerja. Sadari penuh akan apa yang sedang kamu kerjakan, dan berkerjalah secara lambat dan menyeluruh pada awalnya, karena ini akan membuatmu menikmati project tersebut. Memang sulit pada awalnya, namun semakin sering kamu terhanyut dalam alur pekerjaanmu, semakin mudah untuk dilakukan lagi—dan lagi. Pelajari cara menemukan fokus dan memasuki zona.

13. Tangani rapat dan pembunuh waktu lainnya.

Rapat bisa sangat berguna, khususnya ketika ada sebuah permasalahan kompleks yang perlu dibicarakan. Sangat terlalu mudah untuk tersedot ke dalam rapat yang tidak produktif. Hindari rapat yang tidak penting. Juga, lindungi waktu energi tinggi di dalam jadwalmu, sebab rapat tidak memerlukan tingkat kreatifitas yang sama dengan mendesain. Hati-hati terhadap pembunuh waktu yang serupa. Mengambil secangkir kopi bisa berubah menjadi sebuah percakapan, dapat berubah menjadi penguras jam-jam produktifmu hanya untuk membicarakan permasalahan politik, daripada mengerjakan desain yang perlu kamu selesaikan hari ini.

14. Tambahkan efisiensi software dan otomatisasi buatan pada alur kerjamu.

Mulai manfaatkan software yang dapat melakukan otomatisasi untuk tindakan-tindakan yang biasa kamu lakukan atau membuat tugas lebih cepat dan lebih mudah diselesaikan. TextExpander berguna dalam menghemat waktu saat mengetik. Juga, jika kamu menggunakan Mac, maka mulailah gunakan Alfred untuk berkerja lebih efisien. Ada sejumlah aplikasi yang dapat kamu gunakan untuk membuat alur kerja lebih efisien dan otomatis. Lihat artikel mengoptimalkan alur kerjamu dengan pengaturan kustom dengan aplikasi-aplikasi ini. Pelajari lebih lanjut tentang otomatisasi pada Mac. Juga, mungkin bahkan belajar sedikit coding untuk mengkostumisasi otomatisasi lebih lanjut. 

15. Jalankan eksperimen waktu dan lacak waktumu.

Kamu dapat menggunakan sebuah spreadsheet untuk melacak secara manual berapa lama waktu mengerjakan tugas desainmu, atau gunakan aplikasi pelacak waktu seperti Toggl atau Harvest, atau bahkan catat berapa lama mengerjakan tugas di dalam sebuah jurnal tertulis. Kamu dapat melacak waktumu untuk project klien, untuk dimasukkan ke dalam tagihan yang akurat, namun jenis pelacak yang sama tersebut bisa digunakan untuk meningkatkan output. Setelah kamu tahu berapa lama rata-rata waktu sebuah tugas, lakukan eksperimen dan lihat apakah kamu bisa meningkatkan waktu ini—dengan secara berkesinambungan mencari cara untuk melakukan perbaikan. Pelajari lebih lanjut mengenai pemanfaatan pelacak waktu untuk meningkatkan efisiensi desainmu.

Tingkatkan Manajemen Project

Podio project item
Item project Podio.

16. Tangani project desain yang lebih besar seperti sebuah agensi.

Jika kamu berkerja di sebuah agensi desain, maka kamu tahu seberapa kuatnya memiliki tim penuh untuk melangkah dan mengerjakan project dari klien besar. Kamu juga tahu seberapa penting memiliki sebuah visi yang datang dari art director dan memiliki satu orang penanggung jawab dalam manajemen project. Desain lepas dapat menaikkan level dengan pendekatan serupa dan mulai mengambil project desain yang lebih besar. Bergerak menuju sebuah arahan seni dan peran manajemen project berarti belajar bagaimana memimpin sebuah tim. Itu bisa menjadi sebuah gerakan yang sulit, namun akan membantu mengukur apa yang bisa kamu tawarkan ke klien pada saat kamu mengerjakan project desain mereka secara pribadi.

17. Susun tim desain-mu.

Kamu mungkin memiliki beberapa teman di bidang desain yang memiliki skill khusus yang berbeda darimu. Jika tidak, mulailah mendapatkannya. Ini merupakan jenis hubungan yang berkerja dengan sangat baik dalam berkolaborasi untuk project desain yang lebih besar. Perhatikan saat konferensi dan dalam forum desain. Dapatkan detail kontak dan jaga hubungan. Gunakan situs desain populer untuk menjangkau mereka dan membahas peluang project klien. Dribbble Pro, sebagai contoh, memungkinkanmu untuk mengirimkan pesan langsung ke rekan desainer mengenai peluang project dan membuka pilihan pencarian yang lebih besar.

18. Atur project dengan sistem pipa.

Tentu, penyesuaian merupakan kunci jika kamu menangani sebuah project baru yang belum pernah kamu kerjakan sebelumnya. Namun jika kamu secara konsisten membuat website untuk klien yang serupa, atau menawarkan layanan desain reguler, maka pecah project desain ke dalam milestone. Ini akan memungkinkanmu untuk menjadwalkan banyak project yang kompleks dan mengirimkannya tepat waktu–memberikanmu konsistensi untuk diukur.

19. Lakukan outsourcing untuk komponen-komponen project desain skala besar.

Manfaatkan penyedia layanan kreatif di Envato Studio untuk mengisi lubang di dalam tim desain-mu. Lihat layanan seperti logo design and brandingsocial media graphicsinformation graphics, atau video services. Bawa para profesional untuk menangani coding untuk WordPressweb programming, scripting mobile and app, atau Ecommerce & CMS Development. Layanan-layanan ini dapat digunakan untuk tahapan manapun dalam jalur project desain,memungkinkanmu untuk menyesuaikan apa yang kamu lakukan sendiri dan apa yang kamu bawa ke penyedia layanan profesional.

20. Tentukan ruang lingkup project dengan baik dan hindari "scope creep" (perubahan yang tidak terkendali).

Kontrak tidak terdengar seksi dibandingkan dengan mengerjakan desain rata yang menarik. Namun mereka memainkan irama dan ruang lingkup tiap project dalam cara profesional. Pada project besar, klien akan secara mendadak meminta lebih banyak fitur, atau mengirim email pada pukul 1 dini hari dengan ide besar berikutnya untuk project mereka. Dengan ruang lingkup yang jelas, kamu berada di dalam posisi yang bagus untuk mengerjakan ulang deadline, dan meningkatkan anggaran project, dengan kepusingan yang disebabkan klienmu untuk tiap permintaan desain tambahan.

21. Utamakan komunikasi dengan klienmu.

Pilih pembaharuan yang singkat, langsung ke tujuan, dan konsisten dengan klienmu. Tentu ini memerlukan waktu, namun itu akan tetap menghemat lebih banyak waktu di jangka panjang dengan menghindari kesalahpahaman yang dapat menggelincirkan sebuah project desain besar.

22. Dapatkan penutupan klien pada desain sepanjang project.

Ada beberapa tools bagus untuk melakukan ini, seperti DesignSignoffPixelapse dan LayerVault. Jenis tools ini juga dibuat untuk berkolaborasi dengan tim desainmu, menyajikan pilihan desain dan ide di balik pekerjaan, dan menangani kendali versi.

23. Tentukan software manajemen project yang cocok untukmu dan timmu.

Ada banyak pilihan untuk dipertimbangkan dalam software manajemen project, seperti: seperti apa rasa menggunakan aplikasi, biaya, fitur-fitur, dukungan klien, kerumitan, integrasi cloud, dan banyak lagi. Berikut beberapa pilihanb populer untuk dipertimbangkan, dari yang sederhana hingga yang rumit: TrelloBasecampDayliteStreamtimeAsana, dan Podio.

Jadikan Internet Berkerja Untukmu

Zapier Trigger
Zapier trigger.

24. Gunakan layanan berbasis cloud yang terjangkau untuk bisnis desainmu.

Untuk aspek virtual dalam bisnismu, ada aplikasi SAAS yang akan membantu menyelaraskan alur kerjamu. Itu dapat memerlukan beberapa waktu untuk mengatur komponen-komponen ini, namun setelah selesai, kamu dapat berkerja jauh lebih cepat.

25. Atur mesin pembuat lead secara online.

Sebagai tambahan untuk portfolio pada domain milikmu, terbitkan berbagai portofolio dengan setiap layanan besar, seperti di DribbbleBehanceKrop, dan Coroflot, juga situs portofolio niche seperti LogoPond. Atur client landing page dengan tools seperti LeadPagesInstapage, atau Unbounce. Kumpulkan informasi klien dengan FormstackWufoo, atau Gravity Forms. Pertahankan kontak reguler dengan klien melalui newsletter yang diberdayakan oleh MailChimpAWeberEmma, atau Constant Contact.

26. Urusi pekerjaan terkait klien yang bersifat kritis di awan.

Simpan detail klienmu di dalam pengelola hubungan kontak atau klien yang mudah ditelusuri, seperti HighriseInsightly, atau Podio. Kirimkan proposal dan kontrak dengan aplikasi seperti Quote RollerBidsketch, atau Motiv. Lacak tagihan klien dan pembukuan dengan FreshBooksXero, atau QuickBooks.

27. Bagikan file secara cepat dengan tim dan klienmu.

Gunakan layanan populer seperti Dropbox atau Google Drive untuk berbagi file di awan. Jelajahi lebih banyak tool berbagi file berbasis cloud. Juga, cari cara cepat untuk mengirimkan file ke klienmu, dengan tools seperti WeTransfer atau DropSend.

28. Gunakan tool penghemat waktu media sosial tanpa berlebihan.

Gunakan tools seperti Buffer untuk posting cepat atau Hootsuite untuk mengelola kanal sosial. Ada begitu banyak kanal media sosial dan tools yang tersedia. Di sini paling baik untuk menggunakan pendekatan minimum, dan hanya alokasikan waktu sebanyak timbal baliknya. Lakukan eksperimen dengan satu kanal sosial, satu tool, dan satu strategi pada satu waktu, dan berpeganglah dengan apa yang cocok untuk kebutuhanmu.

29. Satukan software bersama-sama secara online ke dalam alur kerja otomatis melalui aplikasi.

Alih-alih mencari satu solusi software yang melakukan semuanya (yaitu cawan suci), kamu bisa menggunakan tiap aplikasi online yang terbaik untuk itu, kemudian masukkan bersama ke dalam aplikasi bagus lainnya untuk membentuk alur kerja online. Lihat aplikasi seperti Zapier dan IFTTT untuk memulai dengan menggabungkan bagian Lego ini bersama-sama. Kamu bisa menggunakan ini untuk membuat komponen custom untuk alur kerja bisnis desainmu atau menawarkan layanan unik ke klienmu.

Memanfaatkan Layanan Web Untuk Memperbesar

Envato Studio PSD to Wordpress site
Situs Envato Studio PSD to WordPress.

30. Klik layanan bersama ke dalam pilihan pemenuhan utuh.

Sama halnya seperti software SAAS yang disebutkan pada seksi sebelumnya di atas, kamu bisa menglik layanan coding dan desain secara bersamaan seperti potongan Lego pieces juga membuat solusi utuh desain yang bisa kamu tawarkan ke klien.

31. Mulai dengan templates dan asset, kemudian sewa penyedia untuk menyesuaikannya.

Envato Market merupakan tempat untuk mendapatkan template WordPress profesional, dalam tiap theme style yang kamu bisa bayangkan. Di sepanjang Envato Market kamu bisa membeli code dan asset grafis yang terjangkau untuk membuat project klien. Penyedia layanan di Envato Studio terbiasa dengan tema dan komponen ini, kebanyakan dari mereka sangat aktif di Envato Market, sehingga mereka adalah para ahli yang kamu bisa andalkan untuk menyesuaikan komponen-komponen tersebut dan mengkliknya bersama untuk klienmu.

32. Tawarkan solusi paket branding utuh.

Jika branding bukan keahlianmu, atau jika kamu terlalu sibuk dengan pekerjaan desain lainnya, maka kamu tetap bisa menawarkan layanan-layanan ini ke klienmu. Melalui Envato Studio, klik layanan logo design, dengan branding documentation, juga business cardsprofessional icon sets, dan stationery design secara bersamaan, memungkinkanmu untuk menawarkan layanan branding utuh. Ada banyak gaya untuk dipertimbangkan, dari ilustrasi bersih dan sederhana hingga yang kompleks.

33. Tawarkan paket grafis pemasaran online terpadu.

Dengan menggunakan layanan Envato Studio, tempatkan secara bersama paket lengkap desain media sosial untuk klienmu, seperti desain sampul dan gambar profil Facebook terpadu dan desain linimasa Facebook. Atau tawarkan paket desain iklan web banner profesional atau desain latar belakang Twitter dengan header dan profile.

34. Tawarkan website WordPress utuh dengan dukungan layanan pemrograman.

Telepon penyedia layanan Envato Studio untuk pengembangan PSD ke WordPress thememenginstal WordPress themes dan mengatur plugins yang direkomendasikan, dan kustomisasi WordPress untuk klienmu.

35. Tawarkan desain website dengan alur kerja layanan coding.

Manfaatkan penyedia layanan Envato Studio untuk mengubah desain landing pagesdesain web home page premium, atau desain website PSD multi halaman lengkap profesional. Kemudian dapat coding utuh dengan layanan seperti PSD to responsive HTML5 atau kustomisasi website.

36. Bayar harga pro untuk sebuah layanan dari ahli.

Tentu, lima dollar untuk sebuah logo harganya murah, namun jika itu di luar harapan, maka kamu perlu membayar profesional mengerjakan ulang itu—yang menyia-nyiakan waktumu yang berharga. If kamu berada dalam titik yang sempit, memerlukan bantuan, dan ingin memberi kesempatan kepada hobbyist, maka silahkan lakukan. Namun perlu diingat bahwa kamu seringkali mendapatkan sesuai yang kamu bayar. Penyedia layanan Envato Studio menawarkan harga yang tidak terlalu mahal, terjangkau, namun bermutu tinggi.

37. Pilih penyedia layanan yang cepat dan mudah digunakan.

Apakah kamu benar-benar memiliki waktu untuk mengarungi dan memberikan feedback pada 99 atau lebih desain? Atau bagaimana dengan menghabiskan waktu membuat ringkasan, memposting sebuah pekerjaan di bursa freelance, dan mengkaji tawaran yang masuk? Alih-alih demikian, jauh lebih cepat untuk berkerja hanya dengan satu desainer yang berkualitas dan dapat diandalkan, yang bisa kamu temukan secara cepat melalui Envato Studio. Dan dengan cara ini kamu bisa membangun hubungan dengan mereka; mereka bisa menjadi sebuah perlengkapan dari yang kamu tawarkan melalui bisnis desainmu.

Gunakan Shortcut Software Grafis

Photoshop Action
Photoshop action.

38. Atur area kerja software secara optimal.

Akrabkan dirimu dengan pilihan untuk mengkostumisasi area kerja Photoshop sesuai keinginanmu. Pelajari bagaimana mengatur area kerja Illustrator dan area kerja aplikasi lainnya. Sesuaikan pengaturan area kerja untuk berbagai pekerjaan desain yang kamu lakukan. Sebagai contoh, kamu mungkin memerlukan tools yang berbeda untuk berkerja dengan tipografi dalam Illustrator versus pengaturan untuk pekerjaan ilustrasi vector.

39. Buat template yang dapat digunakan kembali untuk project yang berulang.

Mengatur template grafis untuk project-mu merupakan penghemat waktu yang bagus. Mereka memungkinkanmu untuk menggunakan dokumen yang sama berulang-ulang dalam memulai project yang serupa. Berikut cara membuat template sebuah buku dalam InDesign untuk memulai dengan membuat sendiri. Atau kamu bisa mengunjungi GraphicRiver untuk membeli template grafis pilihan seiring meningkatnya kebutuhan klienmu, seperti template cetaktemplate presentasi, atau template brosur.

40. Buat sebuah pustaka file untuk sumber grafis yang paling sering digunakan.

Simpan icon yang paling sering digunakan dalam satu artboard atau semua texture dalam satu file yang bisa kamu akses secara cepat dari PS atau AI. Jika kamu berkerja dengan sebuah tim, maka pastikan itu dapat diakses melalui Dropbox. Gunakan konvensi penamaan yang logis dan konsisten untuk file tersebut. Dengan cara ini, ketika kamu memerlukan sebuah grafis yang sering digunakan, kamu tahu dimana menemukannya.

41. Biasakan diri dengan shortcut keyboard, dan buat sendiri, dalam semua aplikasi grafis yang paling sering digunakan.

Hapalkan shortcut keyboard yang berguna dalam Photoshop dan aplikasi grafis lainnya yang rutin kamu gunakan. Juga, buat sendiri shortcut untuk apapun yang rutin kamu lakukan, yang harus kamu klik melalui panel atau berpindah melalui menu. Berikut cara membuat shortcut keyboard cutom dalam Illustrator, termasuk cara menerapkan kustomisasi area kerja tambahan.

42. Buat dan gunakan actions yang cocok untukmu.

Buat Photoshop actions untuk tugas umum yang sering kamu lakukan. Actions bisa direkam dan kemudian dimainkan kembali, agar kamu dapat menghemat waktu untuk tugas grafis yang berulang. Actions sangat sederhana dalam memulainya, namun ada begitu banyak yang bisa kamu pelajari untuk melakukan sesuatu dengannya. Untuk mengerti lebih lanjut tentang actions, masuki kursus kami tentang bagaimana mengatur actions dalam Photoshop untuk menampilkan project milikmu

43. Tingkatkan penggunaan actions dengan batch processing.

Gunakan Photoshop actions lebih lanjut dengan batch processing. Kamu bisa belajar cara memproses ratusan file. Ubah jenis file secara cepat, ubah ukuran berbagai file, terapkan kompresi, dan lebih banyak lagi dengan tool otomatisasi ini.

Buat Sistem Prosedur Bisnis Desain

Google Intranet Site Template
Template situs Google Intranet.

44. Buat prosedur tetap untuk pekerjaan desain dan bisnismu.

Semua layanan dan tool online yang disebutkan di dalam artikel ini bisa diubah menjadi sebuah alur kerja. Itu berguna, khususnya seiring bertumbuhnya timmu, atau meledaknya bisnis desainmu, untuk mendokumentasikan prosedurmu. Itu adalah panduan dan instruksi cara menjalankan bisnismu. Mereka merupakan dasar untuk sebuah bisnis yang produktif dan terpercaya. Mereka membantu memposisikanmu untuk melakukan outsourcing atau memperkerjakan staff untuk menyelesaikan tugas-tugas yang saat ini kamu lakukan sendiri. Pelajari lebih lanjut tentang cara mendokumentasikan prosedur dan membuat sistem bisnis desainmu.

45. Gunakan daftar periksa untuk menghindari kesalahan dan kegagalan yang menyita waktu.

Daftar periksa merupakan sebuah dokumen prosedural khusus yang sangat berguna untuk menstandarisasikan alur kerja, dan memastikan bahwa tujuan mutu bisa tercapai. Daftar periksa menjauhkan project desain dari kerusakan, terutama saat kamu menambahkan lebih banyak anggota ke dalam tim. Pelajari lebih lanjut tentang kekuatan daftar periksa.

46. Atur sebuah intranet untuk mewadahi prosedurmu.

Apps for Work dari Google merupakan pilihan yang bagus untuk membuat intranet bisnis desain yang mudah. Kamu bisa mulai dengan mendokumentasikan prosedur-prosedurmu sebagai Docs dalam Google Drive dan kemudian menaikkan tingkatan menjadi menggunakan sebuah situs Google untuk mewadahi prosedur-prosedur tersebut. Pelajari lebih lanjut tentang mengatur intranet dengan Google Sites.

47. Dokumentasikan prosedurmu seiring kamu bertumbuh.

Seiring kamu menambahkan lebih banyak komponen ke bisnis desainmu, lacak bagaimana kamu memasarkan, mendapatkan penjualan, berinteraksi dengan klienmu, memenuhi layanan, dan berkomunikasi. Berikan instruksi tahap demi tahap untuk cara menyelesaikan tugas-tugas yang kritis dalam operasi bisnismu. Jika kamu memanfaatkan penyedia layanan di Envato Studio, dokumentasikan layanana apa yang kamu gunakan dan bagaimana mereka bisa muat ke dalam alur kerjamu.

Membangun Kebiasaan Produktif

Coachme App
Coach.me App.

48. Lakukan pendekatan membuat perubahan sebagai membentuk rangkaian kebiasaan sederhana.

Membuat perubahan pada bisnis desainmu melibatkan membangun kebiasaan positif. Ada terlalu banyak di dalam artikel ini untuk dicoba dalam satu hari, minggu, atau bahkan bulan. Dengan meningkatkan produktifitasmu melibatkan penerapan rangkaian perubahan permanen, satu pada satu waktu.

49. Mulai dengan membuat perubahan kecil.

Tindakan memerlukan waktu untuk menjadi kebiasaan. Mulai dengan hal kecil, dan ulangi sebuah tindakan hingga itu menjadi rutinitas. Misalnya, jika kamu ingin berkerja lebih cepat dengan menggunakan shortcut keyboard, maka tambahkan satu shortcut keyboard ke dalam alur kerjamu saat ini. Kemudian gunakan itu setiap hari, selama satu atau dua minggu, hingga itu menjadi bagian yang dituju dalam alur kerjamu. Kemudian tambahkan shortcut keyboard lainnya hingga itu menjadi kebiasaan permanen. Alih-alih mencoba mengubah terlalu banyak dan kelelahan, cukup buat satu persatu perubahan kecil.

50. Buat pemicu untuk kebiasaan barumu.

Ini bisa sesederhana menjadwalkan satu jam setiap Jum'at untuk mendokumentasikan salah satu alur kerjamu. Atau membatasi memproses email hingga sebuah alarm berbunyi pada ponselmu setiap jam 10 pagi. Menjalankan Photoshop bisa mengarahkanmu untuk mengatur area kerja yang ideal sesuai project yang ada, mengambil template terkait yang telah kamu buat, dan memulai dalam cara yang sama pada setiap project. Pemicu merupakan kejadian apapun yang bisa kamu tentukan sendiri tindakannya. Mereka sangat berguna dalam membangun kebiasaan.

51. Tambahkan perubahan kebiasaan kecil tersebut.

Membangun kebiasaan melibatkan pengumpulan kebiasaan-kebiasaan menjadi sebuah rutinitas. Rutinitas pagimu mungkin dimulai tanpa tertata. Namun setiap perubahan kecil kebiasaan pada rutinitasmu akan membentuknya. Kamu mungkin memulai dengan mengambil secangkir kopi, membersihkan meja, dan menjalankan laptop setiap hari. Kemudian kamu menambahkan kebiasaan baru untuk menuliskan Daftar Tugas Terpenting untuk hari berikutnya, dengan menambahkan tugas penting ini pada rutinitas pagi. Ulangi satu tindakan tersebut hingga menjadi tindakan standar ketika kamu berkerja. Kemudian lanjutkan menambahkan kebiasaan berfokus pada tugas kreatif terpenting, dengan membuat sebuah kumpulan rutinitas yang dipicu dengan memulai harimu. Semakin sering kamu mengulangi jenis tindakan harian ini, semakin terbentuk rutinitasmu.

52. Gunakan jasa pelatih, bentuk kelompok pendukung, atau masuki sebuah platform produktif.

Cari secara online, atau dalam pertemuan lokal, desain dengan pemikiran serupa untuk berbagi perjalanan membangun kebiasaan produktif. Kelompok tertutup sangat berguna jika kamu menginginkan akuntabilitas kreatif untuk tujuan produktifitasmu. Pelajari lebih lanjut tentang memulai sebuah kelompok ahli yang hebat. Atau bergabunglah dengan sebuah komunitas, temukan seorang mentor, atau sewa seorang pelatih. Coach.me merupakan salah satu komunitas untuk menemukan pelatih produktifitas. Berikut merupakan sebuah wawancara dengan desainer dan illustrator Jeff Finley, sebelumnya di Go Media, yang membahas pelatihan yang dia lakukan di sana.

53. Lakukan eksperimen dengan pembajakan emosi.

Berkerja cerdas dan terstruktur merupakan jalur robotik untuk produktifitas yang lebih baik, namun kita bukanlah robot—sehingga kita tidak bisa sejauh itu. Kita emosional. Dapatkan perasaan apa yang memotivasimu dan tambahkan pemicu positif pada rutinitas harianmu. Apakah itu berpindah-pindah dari kantor ke kedai kopi di antara sesi kerjamu, ambil momen untuk mengunjungi galeri desain untuk mencari inspirasi, mendengarkan playlist berenergi untuk mengerjakan desain, atau memberi penghargaan kepada diri sendiri dengan sebuah tugas kreatif setelah menangani sesuatu yang sulit dan terkait bisnis, cari cara untuk menambahkan energi pada alur kerjamu dengan mengetuk pemicu emosional.

54. Apresiasi setiap perbaikan yang kamu buat dan teruskan jalan pertumbuhan produktifmu.

Penting untuk tetap positif tentang perubahan yang kamu buat. Mungkin mencatatnya sekali seminggu dalam jurnalmu dengan menggunakan Evernote atau aplikasi pencatat favoritmu. Rayakan dengan kue manis dan kopi, atau cukup ambil waktu beberapa menit untuk mengingat kemajuanmu dalam penuh kesadaran. Ambil momentum positif ini dan dorong perubahan berikutnya yang kamu rencanakan untuk menjadi kebiasaan.

55. Lacak kemajuanmu dan lanjutkan membuat target baru.

Saat kamu mencatat kemajuanmu setiap minggu, ambil waktu untuk menganalisa tujuan-tujuan yang telah kamu capai, atau buat catatan mengenai langkah yang salah dan bagaimana cara memperbaikinya, dan kemudian tentukan kebiasaan baru yang akan dibentuk. Kamu bisa juga menggunakan aplikasi goal khusus untuk membantumu melacak ini, seperti StridesGoalsOnTrack, dan Lifetick. Atau bajak sebuah sistem pelacak kebiasaan kustom dari pengelola tugas favoritmu, seperti Nozbe, seperti yang dilakukan ahli produktifitas Michael Hyatt.

Ambil Satu Langkah Pada Satu Waktu

Ada banyak hal yang dibahas dalam posting ini. Memerlukan kerja keras untuk membentuk sendiri sistem produktifitasmu, memulai kebiasaan baru, dan menerapkan shortcut penghemat waktu.

Mulailah dengan mengatur beberapa tool dan alur kerja, mencoba hal-hal baru, dan menemukan apa yang berhasil untukmu—bahkan jika pada awalnya berantakan. Bahkan jika, pada awalnya, kamu tidak merasa produktif.

Coba tangani hanya satu perbaikan kecil pada satu waktu—tiap minggu. Bangun rutinitas positif seiring kamu membentuk kebiasaan. Lacak hasilnya, terus bereksperimen, dan bisnis desain dan karirmu akan bertumbuh secara perlahan namun pasti.

Alur kerjamu akan menjadi lebih cepat. Kamu akan mulai menghasilkan lebih banyak output, seiring kamu menaikkan skala, melalui dukungan penyedia layanan, prosedur, dan apresiasi barumu dalam bertindak gesit secara strategis—memungkinkanmu untuk melakukan lebih banyak tanpa menguras lebih banyak waktumu.

Strategi apa yang kamu gunakan secara strategis? Perubahan tetap apa yang telah membuat dampak produktif besar pada pekerjaan desainmu? Bagaimana kamu menghemat waktu dan membangun jalan pertumbuhan? Bagikan ceritamu dengan teman-teman desainer di dalam komentar di bawah.

Sumber

Kredit Grafis: Stopwatch didesain oleh Ilsur Aptukov dari Noun Project.

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Looking for something to help kick start your next project?
Envato Market has a range of items for sale to help get you started.